Sepanjang tahun yang telah berlalu, harga silver melambung ke level tertinggi baru yang membuat analis dari institusi keuangan terkemuka mulai memberikan perhatian serius. Bukan hanya karena “emas lebih mahal” tetapi ada alasan struktural pasar yang jauh lebih mendalam.
Dari Sejarah hingga Saat Ini: Apakah Silver Kembali?
Di zaman kuno, silver memiliki peran utama, baik di era peradaban Babilon maupun Asia. Manusia menjunjung tinggi perak sebagai standar nilai selama lebih dari 4.000 tahun.
Zaman berkembang menjadi abad ke-16, Spanyol memproduksi koin perak yang menjadi mata uang internasional pertama di dunia. Ini membuat silver menjadi alat perdagangan yang diterima ketiga benua dan masih merupakan uang yang sah untuk melunasi hutang di Amerika Serikat hingga abad ke-19.
Meskipun perannya sebagai mata uang resmi telah berakhir, silver sedang mengalami kebangkitan melalui industri yang memerlukan keunikan teknis, yang tidak dapat digantikan oleh emas.
Mengapa Silver Menjadi Logam Utama dalam Industri Masa Depan
Tidak seperti emas yang terbatas pada representasi digital, silver adalah komponen yang tak terhindarkan dalam kehidupan nyata.
Efisiensi Listrik: Konduktor listrik dan panas terbaik di antara semua elemen. Ini membuat silver hadir dalam perangkat elektronik mulai dari ponsel pintar, komputer, hingga sistem radar dan peralatan medis.
Energi Terbarukan: Reflektivitas cahaya silver dimanfaatkan dalam panel sel surya. Ketika dunia mempercepat transisi ke energi bersih, silver menjadi kunci penting.
Teknologi 5G dan AI: Ketika jaringan komunikasi dan kecerdasan buatan berkembang secara luar biasa, permintaan silver terus meningkat.
Kedokteran Modern: Sifat antimikroba membuat silver digunakan dalam pembalut luka, instrumen bedah, dan sistem penyaring air.
Pasar Silver Saat Ini: Apa yang Perlu Diketahui Investor
Jika melihat data World Silver Survey 2025, pasar silver berada dalam kondisi “defisit struktural” yang berkelanjutan selama empat tahun.
Permintaan Melonjak: Pada tahun 2024, permintaan dari sektor industri mencapai 680,5 juta ounce, mewakili hampir 59% dari total permintaan, khususnya dari energi surya, kendaraan listrik, dan teknologi 5G.
Pasokan Cukup Ketat: Produksi yang dihasilkan tidak dapat mengikuti permintaan karena silver adalah hasil sampingan dari penambangan (timbal, seng, tembaga). Ini membuat peningkatan produksi silver tidak semudah yang diperkirakan.
Situasi ini menciptakan “Perfect Storm” yang mendorong harga silver menuju arah naik baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Siapa yang Seharusnya Berinvestasi dalam Silver: Gold/Silver Ratio Menunjukkan Apa?
Alat pengukur yang disebut Gold/Silver Ratio (GSR) adalah “jantung” dari pengambilan keputusan.
Selama krisis keuangan besar (Maret 2020) rasio GSR melambung mencapai 124:1, yang berarti perlu menggunakan 124 ounce perak untuk membeli 1 ounce emas. Saat ini GSR masih berada di sekitar 84:1, yang menunjukkan bahwa silver mungkin masih terlalu mahal dibandingkan dengan nilai intrinsiknya.
Perbandingan Karakteristik: Emas vs Silver
Karakteristik
Emas
Silver
Ukuran Pasar
~30 triliun dolar
~2,7 triliun dolar
Volatilitas
Rendah
Tinggi (2-3 kali)
Penggunaan Industri
10-15%
55-60%
Peran Utama
Aset Perlindungan
Hibrida (aman + industri)
Pasar silver lebih kecil, sehingga jumlah modal yang sama menciptakan dampak yang lebih besar terhadap pergerakan harga. Karena alasan ini, silver cocok untuk investor yang menerima risiko lebih tinggi, sebagai ganti peluang pengembalian yang mungkin lebih tinggi.
Jalur Investasi: 4 Pilihan untuk Investor Thailand
1. Kepemilikan Fisik
Beli batangan perak atau koin untuk disimpan. Ini adalah metode paling tradisional tetapi memberikan keyakinan tertinggi.
Keuntungan: Memiliki secara nyata, tidak ada risiko kewajiban, memiliki privasi
Kerugian: Memerlukan modal awal tinggi, ada margin (premium) dari harga pasar global, harus membayar biaya penyimpanan dan asuransi, likuiditas rendah
Di Thailand, banyak pengusaha seperti Ausiris, MTS Gold, Bowins Silver, dan SNP Gold menjual perak untuk investasi.
2. Melalui Dana dan Saham Penambangan
Pilih investasi dalam dana reksa yang membeli saham perusahaan penambangan silver tingkat global, atau membeli saham secara langsung seperti Pan American Silver, Wheaton Precious Metals, Fresnillo.
Keuntungan: Likuiditas tinggi, mudah diperdagangkan, tidak perlu khawatir penyimpanan, mendapatkan manfaat dari pertumbuhan perusahaan
Kerugian: Ada risiko spesifik setiap perusahaan (manajemen, biaya produksi, risiko politik), harga saham mungkin tidak selalu mengikuti harga silver
3. Kontrak Futures
Melalui pasar TFEX berdagang kontrak Silver Online Futures dengan pengganda kontrak 3.000 kali.
Keuntungan: Memerlukan modal awal rendah karena leverage tinggi, dapat mencari keuntungan baik naik maupun turun
Kerugian: Risiko sangat tinggi, kompleks, ada tanggal kadaluarsa kontrak, hanya cocok untuk investor profesional
4. Kontrak CFD (Contract for Difference)
Perdagangkan perbedaan harga silver (XAGUSD) tanpa perlu memiliki aset sebenarnya.
Keuntungan: Memerlukan uang sedikit, fleksibilitas tinggi, bisa dilakukan kedua arah, tidak ada biaya tersembunyi, likuiditas sangat tinggi hampir 24/5
Kerugian: Ada risiko dari leverage, perlu memilih broker yang terpercaya
CFD mudah diakses bagi pemula karena setoran minimum rendah dan akun demo tersedia untuk melatih trading dengan uang simulasi.
Peluang dan Risiko: Keseimbangan yang Perlu Dipahami
Peluang:
Pengembalian yang mungkin lebih tinggi dari emas karena volatilitas lebih tinggi
Permintaan dari industri yang terus tumbuh (energi bersih, 5G, AI)
Harga yang lebih terjangkau dari emas
Lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi
Risiko:
Volatilitas tinggi, mungkin rugi cepat seperti halnya mendapat keuntungan cepat
Sensitif terhadap kondisi ekonomi resesi (55-60% berasal dari industri)
Jika dimiliki secara fisik, ada biaya penyimpanan dan asuransi
Tidak memiliki pengembalian dari bunga atau dividen, hanya harga beli-jual
Faktor yang Mendorong Harga Silver Tahun Ini
Di Level Makro:
Kebijakan suku bunga Fed yang menurun pada tahun 2025 merangsang permintaan
Nilai dolar yang melemah membuat silver lebih murah untuk negara lain
Ketidakpastian ekonomi mendorong investor mencari silver sebagai perlindungan
Di Level Fundamental:
Defisit berkelanjutan selama empat tahun
Permintaan sektor industri mencapai rekor tertinggi
Produksi tidak meningkat karena terbatas oleh penambangan jenis lain
Kesimpulan Akhir: Haruskah Silver Ada dalam Portofolio?
Silver bukan lagi “emas untuk orang miskin”. Ini adalah aset dengan alasan struktural tersendiri.
Bagi investor konservatif tradisional yang menginginkan keamanan, emas masih menjadi pilihan pertama, tetapi bagi investor era baru yang berpikir jangka panjang dan menerima risiko, silver dapat menjadi bagian dari strategi pertumbuhan.
Kunci penting adalah memilih jalur investasi yang sesuai dengan tujuan dan modal Anda, dari kepemilikan fisik hingga perdagangan di pasar derivatif. Ada pilihan untuk setiap jenis investor.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Uang (Silver) adalah aset investasi di era baru atau hanya sekadar keberuntungan semata?
Sepanjang tahun yang telah berlalu, harga silver melambung ke level tertinggi baru yang membuat analis dari institusi keuangan terkemuka mulai memberikan perhatian serius. Bukan hanya karena “emas lebih mahal” tetapi ada alasan struktural pasar yang jauh lebih mendalam.
Dari Sejarah hingga Saat Ini: Apakah Silver Kembali?
Di zaman kuno, silver memiliki peran utama, baik di era peradaban Babilon maupun Asia. Manusia menjunjung tinggi perak sebagai standar nilai selama lebih dari 4.000 tahun.
Zaman berkembang menjadi abad ke-16, Spanyol memproduksi koin perak yang menjadi mata uang internasional pertama di dunia. Ini membuat silver menjadi alat perdagangan yang diterima ketiga benua dan masih merupakan uang yang sah untuk melunasi hutang di Amerika Serikat hingga abad ke-19.
Meskipun perannya sebagai mata uang resmi telah berakhir, silver sedang mengalami kebangkitan melalui industri yang memerlukan keunikan teknis, yang tidak dapat digantikan oleh emas.
Mengapa Silver Menjadi Logam Utama dalam Industri Masa Depan
Tidak seperti emas yang terbatas pada representasi digital, silver adalah komponen yang tak terhindarkan dalam kehidupan nyata.
Efisiensi Listrik: Konduktor listrik dan panas terbaik di antara semua elemen. Ini membuat silver hadir dalam perangkat elektronik mulai dari ponsel pintar, komputer, hingga sistem radar dan peralatan medis.
Energi Terbarukan: Reflektivitas cahaya silver dimanfaatkan dalam panel sel surya. Ketika dunia mempercepat transisi ke energi bersih, silver menjadi kunci penting.
Teknologi 5G dan AI: Ketika jaringan komunikasi dan kecerdasan buatan berkembang secara luar biasa, permintaan silver terus meningkat.
Kedokteran Modern: Sifat antimikroba membuat silver digunakan dalam pembalut luka, instrumen bedah, dan sistem penyaring air.
Pasar Silver Saat Ini: Apa yang Perlu Diketahui Investor
Jika melihat data World Silver Survey 2025, pasar silver berada dalam kondisi “defisit struktural” yang berkelanjutan selama empat tahun.
Permintaan Melonjak: Pada tahun 2024, permintaan dari sektor industri mencapai 680,5 juta ounce, mewakili hampir 59% dari total permintaan, khususnya dari energi surya, kendaraan listrik, dan teknologi 5G.
Pasokan Cukup Ketat: Produksi yang dihasilkan tidak dapat mengikuti permintaan karena silver adalah hasil sampingan dari penambangan (timbal, seng, tembaga). Ini membuat peningkatan produksi silver tidak semudah yang diperkirakan.
Situasi ini menciptakan “Perfect Storm” yang mendorong harga silver menuju arah naik baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Siapa yang Seharusnya Berinvestasi dalam Silver: Gold/Silver Ratio Menunjukkan Apa?
Alat pengukur yang disebut Gold/Silver Ratio (GSR) adalah “jantung” dari pengambilan keputusan.
Selama krisis keuangan besar (Maret 2020) rasio GSR melambung mencapai 124:1, yang berarti perlu menggunakan 124 ounce perak untuk membeli 1 ounce emas. Saat ini GSR masih berada di sekitar 84:1, yang menunjukkan bahwa silver mungkin masih terlalu mahal dibandingkan dengan nilai intrinsiknya.
Perbandingan Karakteristik: Emas vs Silver
Pasar silver lebih kecil, sehingga jumlah modal yang sama menciptakan dampak yang lebih besar terhadap pergerakan harga. Karena alasan ini, silver cocok untuk investor yang menerima risiko lebih tinggi, sebagai ganti peluang pengembalian yang mungkin lebih tinggi.
Jalur Investasi: 4 Pilihan untuk Investor Thailand
1. Kepemilikan Fisik
Beli batangan perak atau koin untuk disimpan. Ini adalah metode paling tradisional tetapi memberikan keyakinan tertinggi.
Keuntungan: Memiliki secara nyata, tidak ada risiko kewajiban, memiliki privasi
Kerugian: Memerlukan modal awal tinggi, ada margin (premium) dari harga pasar global, harus membayar biaya penyimpanan dan asuransi, likuiditas rendah
Di Thailand, banyak pengusaha seperti Ausiris, MTS Gold, Bowins Silver, dan SNP Gold menjual perak untuk investasi.
2. Melalui Dana dan Saham Penambangan
Pilih investasi dalam dana reksa yang membeli saham perusahaan penambangan silver tingkat global, atau membeli saham secara langsung seperti Pan American Silver, Wheaton Precious Metals, Fresnillo.
Keuntungan: Likuiditas tinggi, mudah diperdagangkan, tidak perlu khawatir penyimpanan, mendapatkan manfaat dari pertumbuhan perusahaan
Kerugian: Ada risiko spesifik setiap perusahaan (manajemen, biaya produksi, risiko politik), harga saham mungkin tidak selalu mengikuti harga silver
3. Kontrak Futures
Melalui pasar TFEX berdagang kontrak Silver Online Futures dengan pengganda kontrak 3.000 kali.
Keuntungan: Memerlukan modal awal rendah karena leverage tinggi, dapat mencari keuntungan baik naik maupun turun
Kerugian: Risiko sangat tinggi, kompleks, ada tanggal kadaluarsa kontrak, hanya cocok untuk investor profesional
4. Kontrak CFD (Contract for Difference)
Perdagangkan perbedaan harga silver (XAGUSD) tanpa perlu memiliki aset sebenarnya.
Keuntungan: Memerlukan uang sedikit, fleksibilitas tinggi, bisa dilakukan kedua arah, tidak ada biaya tersembunyi, likuiditas sangat tinggi hampir 24/5
Kerugian: Ada risiko dari leverage, perlu memilih broker yang terpercaya
CFD mudah diakses bagi pemula karena setoran minimum rendah dan akun demo tersedia untuk melatih trading dengan uang simulasi.
Peluang dan Risiko: Keseimbangan yang Perlu Dipahami
Peluang:
Risiko:
Faktor yang Mendorong Harga Silver Tahun Ini
Di Level Makro:
Di Level Fundamental:
Kesimpulan Akhir: Haruskah Silver Ada dalam Portofolio?
Silver bukan lagi “emas untuk orang miskin”. Ini adalah aset dengan alasan struktural tersendiri.
Bagi investor konservatif tradisional yang menginginkan keamanan, emas masih menjadi pilihan pertama, tetapi bagi investor era baru yang berpikir jangka panjang dan menerima risiko, silver dapat menjadi bagian dari strategi pertumbuhan.
Kunci penting adalah memilih jalur investasi yang sesuai dengan tujuan dan modal Anda, dari kepemilikan fisik hingga perdagangan di pasar derivatif. Ada pilihan untuk setiap jenis investor.