Bagi mereka yang sungguh-sungguh memasuki dunia trading, menemukan titik masuk-keluar yang meyakinkan tidaklah mudah karena memerlukan analisis data yang ekstensif dan alat yang tepat. Pasar trading baik itu komoditas, saham Crypto, atau Forex semuanya mengalami fluktuasi yang signifikan sepanjang waktu 24 jam. Untuk mengendalikan risiko dan meningkatkan peluang keuntungan, mayoritas trader mencari Indicator yang dapat membantu memverifikasi tren atau momentum transaksi dengan akurat.
5 Jenis Indicator Penting yang Digunakan oleh Para Ahli
Nama Indikator
Jenis Penggunaan
Fitur Utama
Kelompok Pengguna yang Sesuai
Hal yang Perlu Diwaspadai
MA (Moving Average)
Indikator Tren
Melihat panduan harga dengan jelas
Pemula / Pengikut tren jangka panjang
Indikator tertinggal dari pergerakan sebenarnya
RSI
Indikator Momentum
Menemukan titik balik (Overbought/Oversold)
Trader jangka pendek
Sinyal palsu sering terjadi dalam tren yang kuat
MACD
Tren dan Momentum
Mengindikasikan arah dan kekuatan pergerakan harga
Analisis gambaran umum
Sinyal lebih lambat dari RSI
Volume
Volume Perdagangan
Memverifikasi breakout level penting
Digunakan bersama indikator lain
Tidak menunjukkan arah harga
Visible Range
Profil Volume
Memeriksa biaya rata-rata pasar
Menemukan zona resistansi yang meyakinkan
Mungkin terlihat rumit / memiliki biaya
Moving Average – Alat Pemantau Panduan Harga
Moving Average (MA) adalah indikator dasar yang hampir semua orang di jalur trading kenal. Cara kerjanya adalah menghitung rata-rata harga mundur dalam periode waktu yang ditentukan, sehingga memungkinkan melihat arah pergerakan harga dengan jelas.
Prinsip Penerapan:
Harga di atas MA = Tren naik, harus mencari peluang pembelian
Harga di bawah MA = Tren turun, harus berniat menjual
Dalam praktik, trader lebih sering memilih Exponential Moving Average (EMA) daripada Simple Moving Average (SMA) karena EMA memberikan bobot lebih pada data terbaru, sehingga merespons perubahan harga lebih cepat.
Penggunaan MA dalam periode waktu berbeda:
Jangka pendek: MA 5 hari (sekitar 1 minggu)
Jangka menengah: MA 35 hari (sekitar 2 bulan)
Jangka panjang: MA 200 hari (sekitar 1 tahun)
Ketika MA jangka pendek > jangka menengah > jangka panjang, itu memverifikasi tren naik yang kuat. Sedangkan sinyal yang berlawanan menunjukkan tren turun.
Keuntungan: Mudah digunakan, pemula memahami dengan mudah. Selain itu juga berfungsi sebagai zona resistansi yang bergerak.
Keterbatasan: Ini adalah indikator yang tertinggal dari pergerakan (Lagging) yang berarti sinyal biasanya datang setelah harga naik turun. Sering memberikan sinyal palsu di periode pasar yang bergerak ke samping.
RSI – Indikator Osilasi Momentum
Relative Strength Index (RSI) adalah indikator yang mengukur kekuatan Momentum, ditampilkan dari nilai 0-100. Tujuannya adalah untuk mengamati apakah harga berada dalam kondisi terlalu banyak dibeli (Overbought) atau terlalu banyak terjual (Oversold).
Standar Interpretasi:
RSI < 30 = Kondisi Oversold, sinyal beli
RSI > 70 = Kondisi Overbought, sinyal jual
Selain itu, RSI juga bermanfaat dalam menemukan titik pembalikan harga. Ketika harga dalam tren naik tetapi RSI bergerak turun di bawah 70, ini mungkin menunjukkan bahwa penyesuaian turun sedang dimulai.
Cara Perhitungan: RSI = 100 - (100/(1+ (Average Gain)/(Average Loss))) menggunakan data mundur 14 lilin pada umumnya.
Keuntungan: Memberikan sinyal yang jelas untuk trading jangka pendek. Cocok untuk menemukan pembalikan jenis Divergence.
Keterbatasan: Dalam tren yang sangat kuat, nilai RSI mungkin menempel di atas (Overbought) atau di bawah (Oversold) dalam waktu lama, membuat trader mungkin menutup posisi terlalu cepat atau melewatkan peluang keuntungan jangka panjang.
MACD – Indikator Gabungan untuk Tren dan Momentum
MACD (Moving Average Convergence Divergence) adalah indikator yang dikembangkan dari Moving Average dengan mengurangkan EMA 12 hari dari EMA 26 hari. Hasil yang diperoleh disebut garis MACD.
Garis Signal Line adalah EMA 9 hari dari garis MACD itu sendiri. Indikator ini berguna untuk mengamati baik arah tren maupun kekuatan pergerakan harga sekaligus.
Aturan Penggunaan:
MACD memotong Signal Line naik = Sinyal Bullish, ambil peluang beli
MACD memotong Signal Line turun = Sinyal Bearish, ambil peluang jual
Keuntungan: Lengkap dalam memberitahu arah dan kekuatan pasar. Memberikan gambaran keseluruhan yang baik untuk pengambilan keputusan.
Keterbatasan: Perhitungan lebih rumit daripada MA. Sifat alaminya masih tertinggal dari harga (Lagging). Sinyal biasanya datang setelah pergerakan signifikan terjadi.
Volume – Kekuatan Perdagangan yang Memverifikasi Perubahan
Volume perdagangan (Volume) menunjukkan seberapa banyak aset yang menarik perhatian investor. Trader menyukai perdagangan karena ini menunjukkan kekuatan harga naik atau turun.
Hubungan antara Harga dan Volume:
Ketika harga naik:
Harga naik dengan Volume tinggi = Kenaikan yang benar-benar memiliki kekuatan, mungkin berlanjut
Harga naik tetapi Volume ringan = Kenaikan tanpa dasar, mungkin berbalik
Ketika harga turun:
Harga turun dengan Volume tinggi = Penurunan yang benar-benar memiliki kekuatan
Harga turun tetapi Volume berkurang = Mungkin penyesuaian terakhir
Keuntungan: Membantu memverifikasi pentingnya breakout zone resistansi. Jika Break High dengan Volume tinggi, itu memverifikasi kekuatan pembeli sebenarnya.
Keterbatasan: Tidak dapat menunjukkan arah harga saja. Di Forex, pengukuran Volume mungkin tidak seakurat Futures karena hanya data dari broker.
Visible Range – Indikator Biaya Pasar
Visible Range atau Volume Profile adalah indikator yang cukup modern, dibuat untuk melihat biaya rata-rata dari mayoritas orang di pasar. Titik dengan Volume tertinggi menunjukkan harga biaya utama, yang dapat berfungsi sebagai zona dukungan-resistansi yang penting.
Prinsip Penggunaan:
Harga > Visible Range = Tren naik
Harga < Visible Range = Tren turun
Keuntungan: Membantu menemukan zona dukungan-resistansi dengan dasar data yang lebih baik daripada menggambar garis biasa. Melihat biaya sebenarnya dari pasar.
Keterbatasan: Grafik mungkin terlihat berantakan bagi pemula. Beberapa platform mengenakan biaya berlangganan tambahan.
Kesimpulan dan Rekomendasi Penerapan
Semua 5 indikator ini memiliki kekuatan dan keterbatasan masing-masing. Tidak ada indikator yang terbaik dalam dirinya sendiri. Kesuksesan trading tergantung pada penggunaan bersama beberapa indikator secara tepat.
Sebelum menerapkan Indicator secara nyata, sebaiknya lakukan Backtest dengan data harga historis untuk menguji apakah indikator yang dipilih sesuai dengan aset dan kerangka waktu yang kami minati. Selain itu, harus memiliki rencana manajemen uang yang jelas, menetapkan titik keuntungan (TP) dan cut loss (SL) dengan transparan setiap saat.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Indikator harga yang harus diikuti trader saat trading
Bagi mereka yang sungguh-sungguh memasuki dunia trading, menemukan titik masuk-keluar yang meyakinkan tidaklah mudah karena memerlukan analisis data yang ekstensif dan alat yang tepat. Pasar trading baik itu komoditas, saham Crypto, atau Forex semuanya mengalami fluktuasi yang signifikan sepanjang waktu 24 jam. Untuk mengendalikan risiko dan meningkatkan peluang keuntungan, mayoritas trader mencari Indicator yang dapat membantu memverifikasi tren atau momentum transaksi dengan akurat.
5 Jenis Indicator Penting yang Digunakan oleh Para Ahli
Moving Average – Alat Pemantau Panduan Harga
Moving Average (MA) adalah indikator dasar yang hampir semua orang di jalur trading kenal. Cara kerjanya adalah menghitung rata-rata harga mundur dalam periode waktu yang ditentukan, sehingga memungkinkan melihat arah pergerakan harga dengan jelas.
Prinsip Penerapan:
Dalam praktik, trader lebih sering memilih Exponential Moving Average (EMA) daripada Simple Moving Average (SMA) karena EMA memberikan bobot lebih pada data terbaru, sehingga merespons perubahan harga lebih cepat.
Penggunaan MA dalam periode waktu berbeda:
Ketika MA jangka pendek > jangka menengah > jangka panjang, itu memverifikasi tren naik yang kuat. Sedangkan sinyal yang berlawanan menunjukkan tren turun.
Keuntungan: Mudah digunakan, pemula memahami dengan mudah. Selain itu juga berfungsi sebagai zona resistansi yang bergerak.
Keterbatasan: Ini adalah indikator yang tertinggal dari pergerakan (Lagging) yang berarti sinyal biasanya datang setelah harga naik turun. Sering memberikan sinyal palsu di periode pasar yang bergerak ke samping.
RSI – Indikator Osilasi Momentum
Relative Strength Index (RSI) adalah indikator yang mengukur kekuatan Momentum, ditampilkan dari nilai 0-100. Tujuannya adalah untuk mengamati apakah harga berada dalam kondisi terlalu banyak dibeli (Overbought) atau terlalu banyak terjual (Oversold).
Standar Interpretasi:
Selain itu, RSI juga bermanfaat dalam menemukan titik pembalikan harga. Ketika harga dalam tren naik tetapi RSI bergerak turun di bawah 70, ini mungkin menunjukkan bahwa penyesuaian turun sedang dimulai.
Cara Perhitungan: RSI = 100 - (100/(1+ (Average Gain)/(Average Loss))) menggunakan data mundur 14 lilin pada umumnya.
Keuntungan: Memberikan sinyal yang jelas untuk trading jangka pendek. Cocok untuk menemukan pembalikan jenis Divergence.
Keterbatasan: Dalam tren yang sangat kuat, nilai RSI mungkin menempel di atas (Overbought) atau di bawah (Oversold) dalam waktu lama, membuat trader mungkin menutup posisi terlalu cepat atau melewatkan peluang keuntungan jangka panjang.
MACD – Indikator Gabungan untuk Tren dan Momentum
MACD (Moving Average Convergence Divergence) adalah indikator yang dikembangkan dari Moving Average dengan mengurangkan EMA 12 hari dari EMA 26 hari. Hasil yang diperoleh disebut garis MACD.
Garis Signal Line adalah EMA 9 hari dari garis MACD itu sendiri. Indikator ini berguna untuk mengamati baik arah tren maupun kekuatan pergerakan harga sekaligus.
Aturan Penggunaan:
Keuntungan: Lengkap dalam memberitahu arah dan kekuatan pasar. Memberikan gambaran keseluruhan yang baik untuk pengambilan keputusan.
Keterbatasan: Perhitungan lebih rumit daripada MA. Sifat alaminya masih tertinggal dari harga (Lagging). Sinyal biasanya datang setelah pergerakan signifikan terjadi.
Volume – Kekuatan Perdagangan yang Memverifikasi Perubahan
Volume perdagangan (Volume) menunjukkan seberapa banyak aset yang menarik perhatian investor. Trader menyukai perdagangan karena ini menunjukkan kekuatan harga naik atau turun.
Hubungan antara Harga dan Volume:
Ketika harga naik:
Ketika harga turun:
Keuntungan: Membantu memverifikasi pentingnya breakout zone resistansi. Jika Break High dengan Volume tinggi, itu memverifikasi kekuatan pembeli sebenarnya.
Keterbatasan: Tidak dapat menunjukkan arah harga saja. Di Forex, pengukuran Volume mungkin tidak seakurat Futures karena hanya data dari broker.
Visible Range – Indikator Biaya Pasar
Visible Range atau Volume Profile adalah indikator yang cukup modern, dibuat untuk melihat biaya rata-rata dari mayoritas orang di pasar. Titik dengan Volume tertinggi menunjukkan harga biaya utama, yang dapat berfungsi sebagai zona dukungan-resistansi yang penting.
Prinsip Penggunaan:
Keuntungan: Membantu menemukan zona dukungan-resistansi dengan dasar data yang lebih baik daripada menggambar garis biasa. Melihat biaya sebenarnya dari pasar.
Keterbatasan: Grafik mungkin terlihat berantakan bagi pemula. Beberapa platform mengenakan biaya berlangganan tambahan.
Kesimpulan dan Rekomendasi Penerapan
Semua 5 indikator ini memiliki kekuatan dan keterbatasan masing-masing. Tidak ada indikator yang terbaik dalam dirinya sendiri. Kesuksesan trading tergantung pada penggunaan bersama beberapa indikator secara tepat.
Sebelum menerapkan Indicator secara nyata, sebaiknya lakukan Backtest dengan data harga historis untuk menguji apakah indikator yang dipilih sesuai dengan aset dan kerangka waktu yang kami minati. Selain itu, harus memiliki rencana manajemen uang yang jelas, menetapkan titik keuntungan (TP) dan cut loss (SL) dengan transparan setiap saat.