Berjangka adalah kontrak yang menyepakati untuk memperdagangkan aset dengan harga tertentu pada waktu yang telah ditentukan di masa depan. Berjangka saham AS adalah produk yang menerapkan konsep ini pada indeks harga saham, yang didasarkan pada indeks yang menggabungkan harga saham dari berbagai perusahaan.
Di Amerika Serikat, terdapat tiga indeks berjangka utama. S&P 500 Berjangka terdiri dari 500 perusahaan dengan kapitalisasi pasar tertinggi yang terdaftar di New York Stock Exchange dan NASDAQ, mewakili seluruh ekonomi AS. NASDAQ 100 Berjangka dihitung berdasarkan rata-rata tertimbang dari 100 perusahaan teratas yang terdaftar di NASDAQ, dengan bobot tinggi pada saham teknologi yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi. Dow Jones Berjangka terdiri dari 30 saham blue-chip dari NYSE dan dihitung dengan rata-rata sederhana.
Setiap indeks berjangka saham AS memiliki tingkat aktivitas perdagangan dan likuiditas yang tinggi, sehingga memainkan peran kunci dalam memprediksi volatilitas pasar global.
Alasan Utama Perdagangan Berjangka Saham AS
Mengidentifikasi Arah Pasar Secara Dini
Berjangka cenderung bergerak lebih awal daripada pasar spot. Karena mencerminkan ekspektasi harga di masa depan, menganalisis berjangka saham AS dapat memberi gambaran tentang arah pasar spot sebelum pergerakannya terjadi. Prediksi pasar yang akurat dapat meningkatkan peluang keuntungan.
Diversifikasi Risiko dan Strategi Hedging
Saham individu dapat turun karena alasan perusahaan tertentu meskipun kondisi pasar sedang baik. Sebaliknya, berjangka saham AS mengikuti tren pasar secara keseluruhan, sehingga risiko kerugian lebih rendah dibandingkan perdagangan saham individual. Selain itu, saat diperkirakan harga spot akan turun, berjangka dapat dijual untuk mengurangi kerugian, menjadikannya alat hedging yang berguna.
Memaksimalkan Keuntungan Melalui Leverage
Leverage memungkinkan perdagangan dengan modal yang lebih besar dari modal sendiri. Misalnya, leverage 1:10 berarti dengan modal 1 juta rupiah, dapat melakukan transaksi sebesar 10 juta rupiah. Dengan modal kecil, potensi keuntungan tinggi dapat dicapai, tetapi risiko kerugian juga besar, sehingga pendekatan yang hati-hati sangat diperlukan.
Likuiditas yang Sangat Baik
Berjangka saham AS memiliki tanggal jatuh tempo yang sudah ditentukan, sehingga transaksi sering dilakukan dan likuiditas sangat tinggi. Memudahkan pembukaan atau penutupan posisi pada waktu yang diinginkan, serta eksekusi order yang cepat mengurangi risiko slippage( dan selisih harga eksekusi).
Menyusun Strategi Perdagangan Berjangka Saham AS
Trading Trend Following
Mengikuti tren pasar. Membeli saat tren naik dan menjual saat tren turun merupakan strategi sederhana dan intuitif, cocok untuk pemula.
Teknik Trading Counter-Trend
Mengantisipasi pembalikan tren dan melakukan transaksi berlawanan arah. Jika prediksi tepat, keuntungan besar bisa diperoleh, tetapi jika salah, kerugian bisa membesar secara cepat. Strategi ini cocok untuk trader berpengalaman.
Strategi Arbitrase
Memanfaatkan selisih harga antara indeks berjangka dan indeks spot. Saat berjangka S&P 500 lebih mahal dari indeks S&P 500, trader menjual berjangka dan membeli indeks spot untuk meraih keuntungan. Pergerakan volatilitas tinggi meningkatkan risiko kerugian, sehingga analisis mendalam sangat penting.
Teknik Analisis Wajib Sebelum Bertransaksi
Analisis Teknikal: Membaca Grafik
Menganalisis tren harga, garis support dan resistance, serta indikator teknikal seperti moving average, Bollinger Bands, MACD untuk memahami pergerakan pasar. Metode ini jelas dan terstruktur, tetapi bisa mengabaikan faktor fundamental.
Analisis Fundamental: Menilai Nilai Dasar
Menganalisis kondisi keuangan perusahaan, pertumbuhan ekonomi, inflasi, suku bunga, dan indikator ekonomi lainnya. Membantu memahami penyebab pergerakan harga, tetapi prosesnya kompleks dan harga bisa bergerak berbeda dari prediksi fundamental.
Kedua metode ini saling melengkapi, sehingga kombinasi yang tepat sesuai situasi akan lebih efektif.
Pertimbangan Biaya Perdagangan dan Pajak
Perdagangan berjangka saham AS dikenai biaya komisi. Besarannya berbeda-beda antar broker, sehingga harus dicek sebelum transaksi. Khususnya saat menggunakan leverage atau CFD, biaya tambahan bisa dikenakan.
Karena berjangka biasanya diperdagangkan dalam dolar, risiko fluktuasi nilai tukar juga harus diperhitungkan. Kerugian bisa terjadi saat konversi mata uang, sehingga strategi lindung nilai (hedging) atau memanfaatkan fluktuasi kurs bisa dipertimbangkan.
Pajak penghasilan atas keuntungan modal juga mempengaruhi hasil akhir, sehingga perlu dipastikan sebelumnya.
CFD dan Kontrak Berjangka: Pilihan Produk Mana?
Kategori
CFD
Kontrak Berjangka
Leverage
Tinggi
Relatif lebih rendah
Waktu Perdagangan
24 jam
Waktu terbatas
Tanggal Jatuh Tempo
Tidak ada
Ada
Likuiditas
Relatif lebih rendah
Tinggi
Biaya
Cenderung tinggi
Lebih rendah
Slippage
Risiko tinggi
Risiko lebih rendah
Karakteristik CFD: Tidak memiliki aset fisik, hanya menyelesaikan selisih harga. Bisa diperdagangkan 24 jam dan memakai leverage tinggi, tetapi biaya tinggi dan memerlukan pengetahuan khusus.
Karakteristik Kontrak Berjangka: Diselesaikan pada waktu tertentu di masa depan, memiliki likuiditas lebih tinggi dan cocok untuk hedging. Namun, waktu perdagangan terbatas dan dikenai pajak penghasilan modal.
Memilih Berjangka Saham AS yang Tepat
Pemilihan berjangka saham AS tergantung pada tujuan investasi dan toleransi risiko.
Investor konservatif: Pilih Dow Jones karena terdiri dari saham blue-chip besar dan stabil, cocok untuk akumulasi kekayaan jangka panjang.
Investor agresif: Pilih NASDAQ 100 karena bobot tinggi pada saham teknologi, berpotensi memberikan return tinggi saat pasar sedang bullish dan cocok untuk pertumbuhan.
Pendekatan seimbang: S&P 500 mencerminkan ekonomi AS secara umum, cocok untuk diversifikasi portofolio.
Perhatikan juga kondisi pasar saat ini. Jika saham teknologi sedang melemah, berhati-hatilah saat trading NASDAQ 100 dan lakukan analisis teknikal serta fundamental terlebih dahulu.
Prospek Pasar Berjangka Saham AS 2025-2026
Amerika Serikat adalah ekonomi terbesar dan negara maju di bidang keuangan. Meski ada volatilitas jangka pendek akibat faktor politik dan ekonomi, indeks utama seperti S&P 500 secara historis menunjukkan tren kenaikan jangka panjang, dan tren ini diperkirakan akan berlanjut.
Namun, prediksi jangka pendek sangat sulit karena banyak variabel seperti kebijakan suku bunga Federal Reserve, indikator ekonomi, situasi politik, dan geopolitik.
Oleh karena itu, penting untuk terus memantau berita ekonomi, mengacu pada analisis dari broker dan lembaga keuangan, serta secara rutin memeriksa faktor fundamental.
Kesimpulan
Berjangka saham AS menawarkan likuiditas tinggi, alat hedging yang efisien, dan peluang keuntungan melalui leverage. Indeks utama seperti S&P 500, NASDAQ 100, dan Dow Jones adalah alat penting untuk memahami ekonomi AS dan pasar global.
Untuk sukses, tentukan tujuan investasi secara jelas, lakukan analisis pasar secara menyeluruh, dan prioritaskan pengelolaan risiko. Jika baru memulai, disarankan menggunakan leverage rendah, mengumpulkan pengalaman, dan secara bertahap mengembangkan strategi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Panduan Lengkap Perdagangan Futures Saham AS: Informasi Wajib untuk Investor Tahun 2025
Definisi dan Peran Indeks Berjangka
Berjangka adalah kontrak yang menyepakati untuk memperdagangkan aset dengan harga tertentu pada waktu yang telah ditentukan di masa depan. Berjangka saham AS adalah produk yang menerapkan konsep ini pada indeks harga saham, yang didasarkan pada indeks yang menggabungkan harga saham dari berbagai perusahaan.
Di Amerika Serikat, terdapat tiga indeks berjangka utama. S&P 500 Berjangka terdiri dari 500 perusahaan dengan kapitalisasi pasar tertinggi yang terdaftar di New York Stock Exchange dan NASDAQ, mewakili seluruh ekonomi AS. NASDAQ 100 Berjangka dihitung berdasarkan rata-rata tertimbang dari 100 perusahaan teratas yang terdaftar di NASDAQ, dengan bobot tinggi pada saham teknologi yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi. Dow Jones Berjangka terdiri dari 30 saham blue-chip dari NYSE dan dihitung dengan rata-rata sederhana.
Setiap indeks berjangka saham AS memiliki tingkat aktivitas perdagangan dan likuiditas yang tinggi, sehingga memainkan peran kunci dalam memprediksi volatilitas pasar global.
Alasan Utama Perdagangan Berjangka Saham AS
Mengidentifikasi Arah Pasar Secara Dini
Berjangka cenderung bergerak lebih awal daripada pasar spot. Karena mencerminkan ekspektasi harga di masa depan, menganalisis berjangka saham AS dapat memberi gambaran tentang arah pasar spot sebelum pergerakannya terjadi. Prediksi pasar yang akurat dapat meningkatkan peluang keuntungan.
Diversifikasi Risiko dan Strategi Hedging
Saham individu dapat turun karena alasan perusahaan tertentu meskipun kondisi pasar sedang baik. Sebaliknya, berjangka saham AS mengikuti tren pasar secara keseluruhan, sehingga risiko kerugian lebih rendah dibandingkan perdagangan saham individual. Selain itu, saat diperkirakan harga spot akan turun, berjangka dapat dijual untuk mengurangi kerugian, menjadikannya alat hedging yang berguna.
Memaksimalkan Keuntungan Melalui Leverage
Leverage memungkinkan perdagangan dengan modal yang lebih besar dari modal sendiri. Misalnya, leverage 1:10 berarti dengan modal 1 juta rupiah, dapat melakukan transaksi sebesar 10 juta rupiah. Dengan modal kecil, potensi keuntungan tinggi dapat dicapai, tetapi risiko kerugian juga besar, sehingga pendekatan yang hati-hati sangat diperlukan.
Likuiditas yang Sangat Baik
Berjangka saham AS memiliki tanggal jatuh tempo yang sudah ditentukan, sehingga transaksi sering dilakukan dan likuiditas sangat tinggi. Memudahkan pembukaan atau penutupan posisi pada waktu yang diinginkan, serta eksekusi order yang cepat mengurangi risiko slippage( dan selisih harga eksekusi).
Menyusun Strategi Perdagangan Berjangka Saham AS
Trading Trend Following
Mengikuti tren pasar. Membeli saat tren naik dan menjual saat tren turun merupakan strategi sederhana dan intuitif, cocok untuk pemula.
Teknik Trading Counter-Trend
Mengantisipasi pembalikan tren dan melakukan transaksi berlawanan arah. Jika prediksi tepat, keuntungan besar bisa diperoleh, tetapi jika salah, kerugian bisa membesar secara cepat. Strategi ini cocok untuk trader berpengalaman.
Strategi Arbitrase
Memanfaatkan selisih harga antara indeks berjangka dan indeks spot. Saat berjangka S&P 500 lebih mahal dari indeks S&P 500, trader menjual berjangka dan membeli indeks spot untuk meraih keuntungan. Pergerakan volatilitas tinggi meningkatkan risiko kerugian, sehingga analisis mendalam sangat penting.
Teknik Analisis Wajib Sebelum Bertransaksi
Analisis Teknikal: Membaca Grafik
Menganalisis tren harga, garis support dan resistance, serta indikator teknikal seperti moving average, Bollinger Bands, MACD untuk memahami pergerakan pasar. Metode ini jelas dan terstruktur, tetapi bisa mengabaikan faktor fundamental.
Analisis Fundamental: Menilai Nilai Dasar
Menganalisis kondisi keuangan perusahaan, pertumbuhan ekonomi, inflasi, suku bunga, dan indikator ekonomi lainnya. Membantu memahami penyebab pergerakan harga, tetapi prosesnya kompleks dan harga bisa bergerak berbeda dari prediksi fundamental.
Kedua metode ini saling melengkapi, sehingga kombinasi yang tepat sesuai situasi akan lebih efektif.
Pertimbangan Biaya Perdagangan dan Pajak
Perdagangan berjangka saham AS dikenai biaya komisi. Besarannya berbeda-beda antar broker, sehingga harus dicek sebelum transaksi. Khususnya saat menggunakan leverage atau CFD, biaya tambahan bisa dikenakan.
Karena berjangka biasanya diperdagangkan dalam dolar, risiko fluktuasi nilai tukar juga harus diperhitungkan. Kerugian bisa terjadi saat konversi mata uang, sehingga strategi lindung nilai (hedging) atau memanfaatkan fluktuasi kurs bisa dipertimbangkan.
Pajak penghasilan atas keuntungan modal juga mempengaruhi hasil akhir, sehingga perlu dipastikan sebelumnya.
CFD dan Kontrak Berjangka: Pilihan Produk Mana?
Karakteristik CFD: Tidak memiliki aset fisik, hanya menyelesaikan selisih harga. Bisa diperdagangkan 24 jam dan memakai leverage tinggi, tetapi biaya tinggi dan memerlukan pengetahuan khusus.
Karakteristik Kontrak Berjangka: Diselesaikan pada waktu tertentu di masa depan, memiliki likuiditas lebih tinggi dan cocok untuk hedging. Namun, waktu perdagangan terbatas dan dikenai pajak penghasilan modal.
Memilih Berjangka Saham AS yang Tepat
Pemilihan berjangka saham AS tergantung pada tujuan investasi dan toleransi risiko.
Investor konservatif: Pilih Dow Jones karena terdiri dari saham blue-chip besar dan stabil, cocok untuk akumulasi kekayaan jangka panjang.
Investor agresif: Pilih NASDAQ 100 karena bobot tinggi pada saham teknologi, berpotensi memberikan return tinggi saat pasar sedang bullish dan cocok untuk pertumbuhan.
Pendekatan seimbang: S&P 500 mencerminkan ekonomi AS secara umum, cocok untuk diversifikasi portofolio.
Perhatikan juga kondisi pasar saat ini. Jika saham teknologi sedang melemah, berhati-hatilah saat trading NASDAQ 100 dan lakukan analisis teknikal serta fundamental terlebih dahulu.
Prospek Pasar Berjangka Saham AS 2025-2026
Amerika Serikat adalah ekonomi terbesar dan negara maju di bidang keuangan. Meski ada volatilitas jangka pendek akibat faktor politik dan ekonomi, indeks utama seperti S&P 500 secara historis menunjukkan tren kenaikan jangka panjang, dan tren ini diperkirakan akan berlanjut.
Namun, prediksi jangka pendek sangat sulit karena banyak variabel seperti kebijakan suku bunga Federal Reserve, indikator ekonomi, situasi politik, dan geopolitik.
Oleh karena itu, penting untuk terus memantau berita ekonomi, mengacu pada analisis dari broker dan lembaga keuangan, serta secara rutin memeriksa faktor fundamental.
Kesimpulan
Berjangka saham AS menawarkan likuiditas tinggi, alat hedging yang efisien, dan peluang keuntungan melalui leverage. Indeks utama seperti S&P 500, NASDAQ 100, dan Dow Jones adalah alat penting untuk memahami ekonomi AS dan pasar global.
Untuk sukses, tentukan tujuan investasi secara jelas, lakukan analisis pasar secara menyeluruh, dan prioritaskan pengelolaan risiko. Jika baru memulai, disarankan menggunakan leverage rendah, mengumpulkan pengalaman, dan secara bertahap mengembangkan strategi.