【比推】Departemen Intelijen Keuangan India (FIU-IND) dalam laporan tahunan terbaru mengungkapkan sejumlah angka yang patut diperhatikan: sudah ada 49 bursa kripto yang berhasil terdaftar dan masuk ke dalam kerangka anti pencucian uang, di mana 45 di antaranya adalah perusahaan lokal India, dan 4 lainnya adalah platform internasional.
Platform yang terdaftar ini harus menjalankan serangkaian persyaratan pengawasan yang ketat—memantau dan melaporkan transaksi mencurigakan secara real-time, secara akurat menentukan pemilik dompet sebenarnya, dan melacak aliran dana secara lengkap. Terdengar banyak persyaratan, tetapi ini adalah standar global dalam kepatuhan anti pencucian uang.
Catatan kinerja pengawasan untuk tahun fiskal 2024-25 juga cukup ketat. FIU telah menjatuhkan denda sebesar 2,8 miliar Rupee kepada platform yang tidak mematuhi peraturan, dan memblokir 25 bursa luar negeri yang tidak terdaftar termasuk BitMEX, LBank, Phemex. Perlu dicatat bahwa lima platform internasional utama, termasuk satu bursa terkemuka dan platform utama lainnya, telah menyelesaikan proses pendaftaran sesuai regulasi dan tetap melayani pengguna India.
Melihat ke depan, FIU berencana memperdalam kerangka pengawasan—meminta semua bursa secara berkala melakukan penilaian risiko dan menjalani pemeriksaan daftar sanksi. Kombinasi langkah ini sedang menjadikan India salah satu pasar dengan pengawasan transaksi aset kripto paling ketat di dunia. Bagi para pelaku industri, kepatuhan bukan lagi pilihan, tetapi keharusan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
13 Suka
Hadiah
13
7
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
DegenGambler
· 01-07 05:47
India, rangkaian kombinasi ini masih cukup efektif, 49 platform terdaftar menunjukkan ekosistem sedang menjadi lebih teratur, tetapi masalahnya adalah apakah platform kecil bisa bertahan...
Lihat AsliBalas0
NoodlesOrTokens
· 01-07 05:26
India langkah ini cukup keras, langsung menutup 25 kantor luar negeri... Tapi ngomong-ngomong, bagaimana kelima platform besar itu bisa selesai registrasinya begitu cepat? Rasanya masih ada cerita di baliknya
Lihat AsliBalas0
PositionPhobia
· 01-06 10:07
India benar-benar serius, 49 terdaftar, 25 langsung diblokir... ritme ini cukup keras nih
Lihat AsliBalas0
mev_me_maybe
· 01-06 10:04
India benar-benar mengambil langkah tegas kali ini, 25 bursa langsung diblokir, denda sebesar 2,8 miliar Rupee... ritme ini cukup keras
Ingin bertanya, apakah lima platform besar itu benar-benar bisa bertahan dalam jangka panjang? Rasanya pengawasan yang begitu ketat akan membuat lebih banyak yang keluar di masa depan
Tapi kembali lagi, langkah penertiban seperti ini memang bisa membersihkan pasar, hanya saja kemungkinan pilihan investor ritel akan berkurang banyak
Lihat AsliBalas0
MetaverseLandlady
· 01-06 10:03
India kali ini benar-benar keras, 49 perusahaan sudah terdaftar, ini seperti akan mengikat semua bursa ke dalam satu ritme
India memperkuat pengawasan bursa kripto: 49 bursa telah selesai terdaftar, 5 platform utama diizinkan beroperasi
【比推】Departemen Intelijen Keuangan India (FIU-IND) dalam laporan tahunan terbaru mengungkapkan sejumlah angka yang patut diperhatikan: sudah ada 49 bursa kripto yang berhasil terdaftar dan masuk ke dalam kerangka anti pencucian uang, di mana 45 di antaranya adalah perusahaan lokal India, dan 4 lainnya adalah platform internasional.
Platform yang terdaftar ini harus menjalankan serangkaian persyaratan pengawasan yang ketat—memantau dan melaporkan transaksi mencurigakan secara real-time, secara akurat menentukan pemilik dompet sebenarnya, dan melacak aliran dana secara lengkap. Terdengar banyak persyaratan, tetapi ini adalah standar global dalam kepatuhan anti pencucian uang.
Catatan kinerja pengawasan untuk tahun fiskal 2024-25 juga cukup ketat. FIU telah menjatuhkan denda sebesar 2,8 miliar Rupee kepada platform yang tidak mematuhi peraturan, dan memblokir 25 bursa luar negeri yang tidak terdaftar termasuk BitMEX, LBank, Phemex. Perlu dicatat bahwa lima platform internasional utama, termasuk satu bursa terkemuka dan platform utama lainnya, telah menyelesaikan proses pendaftaran sesuai regulasi dan tetap melayani pengguna India.
Melihat ke depan, FIU berencana memperdalam kerangka pengawasan—meminta semua bursa secara berkala melakukan penilaian risiko dan menjalani pemeriksaan daftar sanksi. Kombinasi langkah ini sedang menjadikan India salah satu pasar dengan pengawasan transaksi aset kripto paling ketat di dunia. Bagi para pelaku industri, kepatuhan bukan lagi pilihan, tetapi keharusan.