#预测市场 Melihat laporan penelitian dari Kalshi ini, hati saya dipenuhi dengan perasaan yang familiar. Perbandingan data selama 25 bulan, prediksi kesalahan pasar 40% lebih rendah dari konsensus Wall Street, bahkan selama periode volatilitas bisa lebih tinggi hingga 67% — ini bukan hal baru, hanya saja sejarah mengulang ceritanya sendiri.
Masih ingat sekitar tahun 2008, saat ekonom tradisional kehilangan suara secara kolektif di depan krisis subprime. Saat itu saya menyadari satu hal: kelompok trader yang mengumpulkan uang nyata akan selalu lebih peka daripada para prediktor yang duduk di kantor. Karena orang yang bertaruh dengan uang asli tidak akan menipu diri sendiri, mekanisme penemuan harga pasar secara alami lebih jujur daripada otoritas tunggal mana pun.
Sekarang pasar prediksi akhirnya memiliki bukti kuantitatif, Kalshi menancapkan logika ini dengan data di meja. Terutama selama periode ekonomi yang bergejolak tinggi, keunggulan ini menjadi lebih jelas — tepat menunjukkan apa yang disebut "kepastian di tengah ketidakpastian". Kebijaksanaan kolektif justru tampak lebih jernih dalam kondisi ekstrem, karena kesalahan penilaian akan segera dihancurkan oleh feedback harga pasar.
Namun ini juga mengingatkan saya pada kasus-kasus kegagalan di masa lalu. Keberhasilan pasar prediksi secara esensial bergantung pada keberagaman peserta dan konsistensi insentif. Jika partisipasi pasar tidak cukup atau didominasi oleh suara tunggal, mekanisme ini akan gagal. Jadi, penemuan Kalshi ini, yang lebih penting, mengingatkan kita bahwa desain sistem lebih menentukan keberhasilan daripada inovasi teknologi semata.
Dalam siklus ini, yang saya lihat adalah pergeseran perlahan dari "prediksi otoritas" ke "prediksi pasar". Sejarah menunjukkan bahwa semakin banyak institusi akhirnya akan mengakui fakta ini.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
#预测市场 Melihat laporan penelitian dari Kalshi ini, hati saya dipenuhi dengan perasaan yang familiar. Perbandingan data selama 25 bulan, prediksi kesalahan pasar 40% lebih rendah dari konsensus Wall Street, bahkan selama periode volatilitas bisa lebih tinggi hingga 67% — ini bukan hal baru, hanya saja sejarah mengulang ceritanya sendiri.
Masih ingat sekitar tahun 2008, saat ekonom tradisional kehilangan suara secara kolektif di depan krisis subprime. Saat itu saya menyadari satu hal: kelompok trader yang mengumpulkan uang nyata akan selalu lebih peka daripada para prediktor yang duduk di kantor. Karena orang yang bertaruh dengan uang asli tidak akan menipu diri sendiri, mekanisme penemuan harga pasar secara alami lebih jujur daripada otoritas tunggal mana pun.
Sekarang pasar prediksi akhirnya memiliki bukti kuantitatif, Kalshi menancapkan logika ini dengan data di meja. Terutama selama periode ekonomi yang bergejolak tinggi, keunggulan ini menjadi lebih jelas — tepat menunjukkan apa yang disebut "kepastian di tengah ketidakpastian". Kebijaksanaan kolektif justru tampak lebih jernih dalam kondisi ekstrem, karena kesalahan penilaian akan segera dihancurkan oleh feedback harga pasar.
Namun ini juga mengingatkan saya pada kasus-kasus kegagalan di masa lalu. Keberhasilan pasar prediksi secara esensial bergantung pada keberagaman peserta dan konsistensi insentif. Jika partisipasi pasar tidak cukup atau didominasi oleh suara tunggal, mekanisme ini akan gagal. Jadi, penemuan Kalshi ini, yang lebih penting, mengingatkan kita bahwa desain sistem lebih menentukan keberhasilan daripada inovasi teknologi semata.
Dalam siklus ini, yang saya lihat adalah pergeseran perlahan dari "prediksi otoritas" ke "prediksi pasar". Sejarah menunjukkan bahwa semakin banyak institusi akhirnya akan mengakui fakta ini.