Ketika salah satu investor memutuskan untuk masuk ke pasar saham, hal pertama yang harus dipahami adalah Demand Supply - faktor yang menggerakkan pergerakan harga saham setiap hari. Ilmu ini tidak sesulit yang dibayangkan, melainkan merupakan mekanisme alami pasar.
Langkah pertama: Memahami Demand dan Supply
Apa itu Demand
Demand (Permintaan) adalah kekuatan beli - keinginan pembeli untuk memegang saham pada berbagai harga. Ketika harga turun, pembeli akan lebih bersedia membeli dalam jumlah yang lebih besar. Tetapi ketika harga naik, jumlah permintaan akan menurun. Fenomena ini disebut Hukum Demand - hubungan terbalik antara harga dan jumlah permintaan.
Alasannya terletak pada dua faktor:
Efek Pendapatan: Harga yang lebih rendah berarti uang Anda bernilai lebih, sehingga dapat membeli lebih banyak.
Efek Pengganti: Ketika saham ini turun, akan terlihat lebih menarik dibandingkan investasi alternatif lainnya.
Faktor yang mempengaruhi Demand tidak hanya harga, tetapi juga pendapatan investor, ekspektasi masa depan, kepercayaan di pasar, dan berita tentang perusahaan.
Apa itu Supply
Supply (Penawaran) adalah kekuatan jual - jumlah saham yang pemiliknya bersedia jual pada berbagai harga. Mekanisme Supply berlawanan dengan Demand: ketika harga naik, penjual akan lebih bersedia menjual lebih banyak. Ketika harga turun, mereka akan menunda penjualan.
Hukum Supply - hubungan searah antara harga dan jumlah yang ditawarkan.
Selain harga, faktor lain yang mempengaruhi Supply meliputi biaya produksi, jumlah pesaing, kebijakan peningkatan modal atau buyback saham perusahaan, dan regulasi pasar saham.
Keseimbangan: Titik di mana pasar sepi
Harga saham yang kita lihat di pasar tidak hanya ditentukan oleh satu sisi Demand atau Supply saja, tetapi terjadi pada titik keseimbangan (Equilibrium) - di mana kekuatan beli dan jual bertemu.
Ketika harga terlalu tinggi:
Banyak penjual bersedia menjual
Pembeli enggan membeli
Persediaan barang ↓ Harga turun
Ketika harga terlalu rendah:
Pembeli ingin membeli banyak
Penjual menunda penjualan
Persediaan barang ↑ Harga naik
Sistem ini bersifat otomatis - pasar akan mencari titik yang sesuai sendiri.
Bagian 2: Demand Supply di pasar keuangan - Ada apa bedanya dengan pasar komoditas
Pasar saham jauh lebih kompleks karena faktor yang mempengaruhi Demand dan Supply sangat beragam dan saling terkait.
Faktor yang meningkatkan Demand terhadap saham
Suku bunga rendah: Ketika uang di bank memberikan hasil yang kecil, investor beralih membeli saham dengan harapan mendapatkan keuntungan lebih besar.
Berita baik tentang perusahaan: Kinerja yang baik, ekspansi pasar, berita kontrak baru - sebagian besar sudah bisa diperkirakan sebelum berita keluar.
Likuiditas sistem: Ketika uang mengalir masuk dan aktivitas perdagangan meningkat, orang memiliki lebih banyak uang untuk investasi.
Kepercayaan pasar: Bergantung pada kondisi ekonomi, politik, dan situasi global.
Faktor yang meningkatkan Supply saham
Penambahan modal perusahaan: Mengeluarkan saham baru ↑ Supply
Perusahaan IPO baru: Menawarkan saham ke pasar ↑ Supply seluruh pasar
Perusahaan buyback saham: Jumlah saham di pasar berkurang ↓ Supply
Investor melarikan diri dari pasar: Ketika merasa takut, banyak orang menjual secara bersamaan ↑ Supply
Bagian 3: Cara menggunakan Demand Supply untuk pengambilan keputusan trading
Investor biasanya menerapkan konsep ini dalam dua pendekatan:
1. Analisis fundamental
Menggunakan penilaian Demand Supply untuk memperkirakan nilai wajar saham:
Jika berita dasar perusahaan baik, Demand akan meningkat, harga cenderung naik.
Jika perusahaan bermasalah, Supply akan melonjak (pemegang saham cepat menjual), harga turun.
Memantau data kuartalan, pertumbuhan, struktur biaya adalah bentuk prediksi Demand di masa depan.
2. Analisis teknikal
Menggunakan harga dan volume untuk membaca psikologi pasar:
Lilin (Candlestick)
Hijau (Penutupan lebih tinggi dari pembukaan): Demand menang ↑ Harga
Merah (Penutupan lebih rendah dari pembukaan): Supply menang ↓ Harga
Doji (Pembukaan dan penutupan berdekatan): Demand = Supply belum pasti
Tren
Puncak baru terus-menerus: Demand kuat
Lembah baru terus-menerus: Supply kuat
Berfluktuasi dalam rentang: Demand = Supply seimbang
Support dan Resistance
Support: di harga rendah Demand tinggi (Orang siap membeli)
Resistance: di harga tinggi Supply tinggi (Orang siap menjual)
Bagian 4: Contoh penggunaan Demand Supply Zones dalam trading
Teknik Demand Supply Zone menggunakan pencarian titik di mana Demand atau Supply tidak seimbang, untuk memprediksi pembalikan atau kelanjutan harga.
Pola pembalikan
DBR (Demand Zone Drop Base Rally): Harga turun cepat (Drop) → Istirahat membentuk dasar (Base) → Kembali naik (Rally)
Sinyal: Beli saat menembus batas atas dasar
RBD (Supply Zone Rally Base Drop): Harga naik (Rally) → Istirahat membentuk dasar (Base) → Turun kembali (Drop)
Sinyal: Jual saat menembus batas bawah dasar
Pola kelanjutan
RBR (Demand Zone Rally Base Rally): Kekuatan beli berlanjut, istirahat lalu naik lagi
Sinyal: Beli saat menembus resistance setelah istirahat
DBD (Supply Zone Drop Base Drop): Kekuatan jual berlanjut, istirahat lalu turun lagi
Sinyal: Jual saat menembus support setelah istirahat
Bagian 5: Poin penting untuk investor
1. Demand Supply bukan satu-satunya indikator
Ini adalah dasar, tetapi harus dikombinasikan dengan faktor lain seperti berita, kondisi makroekonomi, kepercayaan pasar.
2. Faktor yang mempengaruhi Demand atau Supply muncul setiap hari
Berita, kinerja, pengumuman kebijakan - semua ini menyebabkan grafik berubah.
3. Demand Supply tidak bisa memprediksi masa depan 100%
Hanya memberi gambaran keseimbangan saat ini dan tren-nya. Jangan percaya bahwa tren akan terus berlanjut.
4. Keterampilan membaca Demand Supply
Semakin banyak pengalaman, semakin akurat dalam membaca pasar.
Kesimpulan
Demand Supply bukan hal yang misterius. Ini adalah hukum dasar pasar: ketika orang ingin membeli lebih banyak daripada yang ingin menjual, harga akan naik. Sebaliknya, harga akan turun.
Investor yang memahami mekanisme ini dapat:
Memperkirakan arah harga dengan lebih akurat
Menangkap momen masuk dan keluar pasar dengan lebih baik
Mengurangi risiko pengambilan keputusan berdasarkan emosi
Satu-satunya yang diperlukan adalah latihan - melihat harga nyata, volume nyata, berita nyata, dan belajar bagaimana Demand Supply merespons. Dari situ, investasi tidak lagi menjadi perjudian, melainkan pengambilan keputusan yang berlandaskan prinsip.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Pergerakan Harga Saham: Rahasia Demand Supply di Pasar Keuangan
Ketika salah satu investor memutuskan untuk masuk ke pasar saham, hal pertama yang harus dipahami adalah Demand Supply - faktor yang menggerakkan pergerakan harga saham setiap hari. Ilmu ini tidak sesulit yang dibayangkan, melainkan merupakan mekanisme alami pasar.
Langkah pertama: Memahami Demand dan Supply
Apa itu Demand
Demand (Permintaan) adalah kekuatan beli - keinginan pembeli untuk memegang saham pada berbagai harga. Ketika harga turun, pembeli akan lebih bersedia membeli dalam jumlah yang lebih besar. Tetapi ketika harga naik, jumlah permintaan akan menurun. Fenomena ini disebut Hukum Demand - hubungan terbalik antara harga dan jumlah permintaan.
Alasannya terletak pada dua faktor:
Faktor yang mempengaruhi Demand tidak hanya harga, tetapi juga pendapatan investor, ekspektasi masa depan, kepercayaan di pasar, dan berita tentang perusahaan.
Apa itu Supply
Supply (Penawaran) adalah kekuatan jual - jumlah saham yang pemiliknya bersedia jual pada berbagai harga. Mekanisme Supply berlawanan dengan Demand: ketika harga naik, penjual akan lebih bersedia menjual lebih banyak. Ketika harga turun, mereka akan menunda penjualan.
Hukum Supply - hubungan searah antara harga dan jumlah yang ditawarkan.
Selain harga, faktor lain yang mempengaruhi Supply meliputi biaya produksi, jumlah pesaing, kebijakan peningkatan modal atau buyback saham perusahaan, dan regulasi pasar saham.
Keseimbangan: Titik di mana pasar sepi
Harga saham yang kita lihat di pasar tidak hanya ditentukan oleh satu sisi Demand atau Supply saja, tetapi terjadi pada titik keseimbangan (Equilibrium) - di mana kekuatan beli dan jual bertemu.
Ketika harga terlalu tinggi:
Ketika harga terlalu rendah:
Sistem ini bersifat otomatis - pasar akan mencari titik yang sesuai sendiri.
Bagian 2: Demand Supply di pasar keuangan - Ada apa bedanya dengan pasar komoditas
Pasar saham jauh lebih kompleks karena faktor yang mempengaruhi Demand dan Supply sangat beragam dan saling terkait.
Faktor yang meningkatkan Demand terhadap saham
Faktor yang meningkatkan Supply saham
Bagian 3: Cara menggunakan Demand Supply untuk pengambilan keputusan trading
Investor biasanya menerapkan konsep ini dalam dua pendekatan:
1. Analisis fundamental
Menggunakan penilaian Demand Supply untuk memperkirakan nilai wajar saham:
2. Analisis teknikal
Menggunakan harga dan volume untuk membaca psikologi pasar:
Lilin (Candlestick)
Tren
Support dan Resistance
Bagian 4: Contoh penggunaan Demand Supply Zones dalam trading
Teknik Demand Supply Zone menggunakan pencarian titik di mana Demand atau Supply tidak seimbang, untuk memprediksi pembalikan atau kelanjutan harga.
Pola pembalikan
DBR (Demand Zone Drop Base Rally): Harga turun cepat (Drop) → Istirahat membentuk dasar (Base) → Kembali naik (Rally)
RBD (Supply Zone Rally Base Drop): Harga naik (Rally) → Istirahat membentuk dasar (Base) → Turun kembali (Drop)
Pola kelanjutan
RBR (Demand Zone Rally Base Rally): Kekuatan beli berlanjut, istirahat lalu naik lagi
DBD (Supply Zone Drop Base Drop): Kekuatan jual berlanjut, istirahat lalu turun lagi
Bagian 5: Poin penting untuk investor
1. Demand Supply bukan satu-satunya indikator
Ini adalah dasar, tetapi harus dikombinasikan dengan faktor lain seperti berita, kondisi makroekonomi, kepercayaan pasar.
2. Faktor yang mempengaruhi Demand atau Supply muncul setiap hari
Berita, kinerja, pengumuman kebijakan - semua ini menyebabkan grafik berubah.
3. Demand Supply tidak bisa memprediksi masa depan 100%
Hanya memberi gambaran keseimbangan saat ini dan tren-nya. Jangan percaya bahwa tren akan terus berlanjut.
4. Keterampilan membaca Demand Supply
Semakin banyak pengalaman, semakin akurat dalam membaca pasar.
Kesimpulan
Demand Supply bukan hal yang misterius. Ini adalah hukum dasar pasar: ketika orang ingin membeli lebih banyak daripada yang ingin menjual, harga akan naik. Sebaliknya, harga akan turun.
Investor yang memahami mekanisme ini dapat:
Satu-satunya yang diperlukan adalah latihan - melihat harga nyata, volume nyata, berita nyata, dan belajar bagaimana Demand Supply merespons. Dari situ, investasi tidak lagi menjadi perjudian, melainkan pengambilan keputusan yang berlandaskan prinsip.