Keadaan Memalukan Dolar Australia: Takdir Mata Uang Komoditas
Sebagai mata uang perdagangan kelima terbesar di dunia, dolar Australia pernah menarik banyak investor karena tingkat pengembalian tinggi dan likuiditas yang kuat. Namun, selama hampir sepuluh tahun terakhir, mata uang komoditas ini terjebak dalam tren depresiasi jangka panjang.
Dolar Australia disebut sebagai “mata uang komoditas” karena ketergantungan ekonomi Australia terhadap ekspor bahan mentah seperti besi, batu bara, tembaga, dan lain-lain. Ini berarti pergerakan dolar Australia sangat terkait erat dengan pasokan dan permintaan di pasar komoditas global. Ketika harga komoditas berfluktuasi, nilai tukar dolar Australia sering mengalami perubahan drastis.
Dari awal 2013 hingga 2023, dolar Australia terhadap dolar AS mengalami depresiasi lebih dari 35%, sementara indeks dolar AS naik sebesar 28,35%. Ini tidak hanya mencerminkan kelemahan relatif dolar Australia, tetapi juga mengungkapkan kenyataan perlambatan pertumbuhan ekonomi Australia. Sebaliknya, euro, yen Jepang, dan dolar Kanada juga menunjukkan tren depresiasi terhadap dolar AS, menandakan bahwa ini adalah proses penetapan ulang harga mata uang global yang didominasi oleh kekuatan dolar AS.
Tekanan Bertumpuk: Penyebab Mendalam dari Pelemahan Dolar Australia
Dampak Kebijakan Tarif AS
Pada kuartal keempat 2024, dolar Australia terhadap dolar AS turun sebesar 9,2% sepanjang tahun. Memasuki 2025, perubahan kebijakan perdagangan AS semakin memperburuk posisi dolar Australia. Ketika kebijakan tarif meningkat, ekspektasi pertumbuhan perdagangan global menurun, dan Australia sebagai ekonomi yang sangat bergantung pada ekspor menjadi yang paling terdampak. Penurunan permintaan bahan mentah dan energi secara langsung melemahkan sifat mata uang komoditas dari dolar Australia.
Pengurangan Daya Tarik Selisih Suku Bunga
Dulu sebagai perwakilan mata uang dengan tingkat bunga tinggi, dolar Australia menarik melalui suku bunga acuan yang tinggi. Namun, seiring berjalannya siklus pengencangan likuiditas global, keunggulan selisih suku bunga ini perlahan memudar. Perubahan posisi selisih suku bunga antara AS dan Australia menyebabkan arus keluar besar-besaran dana, dan daya tarik relatif aset Australia menurun secara signifikan.
Keterbatasan Pertumbuhan Ekonomi Domestik
Bank Sentral Australia(RBA) menghadapi dilema antara inflasi dan perlambatan pertumbuhan. Pada 2024, kinerja ekonomi Australia menunjukkan kelemahan, dengan pertumbuhan GDP jauh di bawah rata-rata historis. Kurangnya ketahanan ekonomi ini semakin mengurangi kepercayaan pasar terhadap apresiasi jangka panjang dolar Australia.
Pada akhir Januari 2025, dolar Australia terhadap dolar AS sempat turun ke 0,5933, menyentuh level terendah dalam lima tahun, mencerminkan pesimisme pasar terhadap prospek ekonomi Australia.
Tanda-Tanda Pemulihan: Prediksi Pergerakan Dolar Australia sebagai Titik Balik
Daya Tarik Harga Komoditas yang Berbalik
Meskipun dolar Australia dalam tren penurunan jangka panjang, sinyal positif mulai muncul di pertengahan hingga akhir 2025. Sejak April, dolar Australia terhadap dolar AS mulai berhenti turun dan perlahan menguat. Hingga September, harga bijih besi dan emas melonjak tajam, memberikan dukungan kuat bagi dolar Australia.
Pada 10 September, AUD/USD menyentuh 0,6636, tertinggi sejak November 2024. Terobosan ini menunjukkan bahwa dalam kondisi tertentu, dolar Australia masih memiliki potensi rebound.
Ekspektasi Perubahan Kebijakan Federal Reserve
Federal Reserve AS mengumumkan penurunan suku bunga pada Oktober dan mengindikasikan kemungkinan pelonggaran lebih lanjut. Ketika Fed memasuki siklus penurunan suku bunga, dolar AS biasanya akan mengalami tekanan depresiasi, sementara dolar Australia cenderung mendapat dorongan. Dalam skenario ini, dana mulai mengalir kembali ke aset berpenghasilan tinggi, dan daya tarik dolar Australia pulih.
Tiga Variabel Utama dalam Prediksi Pergerakan Dolar Australia
Variabel Pertama: Sikap Kebijakan Bank Sentral Australia
RBA pada November 2025 mempertahankan suku bunga di 3,6% dan mengeluarkan sinyal kehati-hatian. Meskipun inflasi secara bertahap menurun dan mendekati target, bank sentral menegaskan bahwa mereka akan mempertimbangkan penurunan suku bunga lebih lanjut hanya setelah memastikan inflasi berada di jalur penurunan yang berkelanjutan.
Sikap hati-hati ini justru memberi dukungan jangka pendek bagi dolar Australia. Jika RBA tetap bersikap hawkish di tengah banyak bank sentral global yang menurunkan suku bunga, dolar Australia akan lebih menarik dibanding mata uang lain.
Variabel Kedua: Kekuatan Pergerakan Dolar AS
Indeks dolar(DXY) setelah rebound dari titik terendah sekitar 96 musim panas ini menunjukkan ketahanan yang melebihi ekspektasi, sudah menguat sekitar 3%. Jika dolar AS terus menguat dan menembus level psikologis 100, ruang kenaikan dolar Australia akan sangat terbatas. Sebaliknya, jika Federal Reserve lebih agresif dalam menurunkan suku bunga, dolar AS akan menghadapi tekanan lebih besar, dan dolar Australia berpeluang menguat.
Variabel Ketiga: Kekuatan Pemulihan Ekonomi China
Ekonomi Australia sangat bergantung pada pasar China, yang merupakan pembeli utama bahan mentah seperti bijih besi, batu bara, dan gas alam. Kinerja ekonomi China secara langsung menentukan permintaan dan harga komoditas tersebut.
Ketika ekonomi China menunjukkan pertumbuhan yang kuat, volume dan harga ekspor bahan mentah meningkat, memberi dukungan signifikan bagi dolar Australia. Sebaliknya, jika pasar properti China terus lesu dan memperlambat pertumbuhan ekonomi, basis permintaan bagi dolar Australia akan berkurang.
Perbedaan Prediksi Pergerakan Dolar Australia oleh Berbagai Lembaga
Untuk akhir 2025, pandangan lembaga keuangan berbeda secara mencolok. Morgan Stanley cukup optimis, memperkirakan AUD/USD bisa mencapai 0,72 pada akhir tahun. Prediksi ini didasarkan pada kemungkinan RBA tetap hawkish dan dukungan dari harga komoditas.
UBS lebih konservatif, menyatakan meskipun ekonomi domestik Australia cukup tahan banting, ketidakpastian berkelanjutan di perdagangan global dan potensi perubahan kebijakan Fed akan membatasi kenaikan dolar Australia, memperkirakan kurs akhir tahun sekitar 0,68.
Tim ekonom Commonwealth Bank Australia mengemukakan pandangan yang lebih menantang: pemulihan dolar Australia mungkin hanya sementara. Mereka memperkirakan AUD/USD mencapai puncaknya pada Maret 2026, tetapi kemungkinan kembali turun menjelang akhir tahun. Alasannya, pertumbuhan ekonomi AS akhirnya akan melampaui negara-negara utama lain, mendukung penguatan dolar AS kembali.
Prediksi Pergerakan Dolar Australia: Prospek Tiga Pasangan Mata Uang
Analisis Teknikal dan Fundamental AUD/USD
AUD/USD saat ini berkisar di sekitar 0,65. Level resistensi utama di 0,6450; jika mampu bertahan di atasnya, potensi menuju 0,6500 secara psikologis cukup terbuka. Support di sekitar 0,6370.
Dalam jangka pendek, data inflasi dan pertumbuhan ekonomi akan menjadi faktor utama. Jika CPI Australia terus menurun dan data ekonomi stabil, dolar Australia berpotensi menguji resistensi atas. Sebaliknya, jika data AS kuat dan dolar menguat, dolar Australia bisa kembali ke sekitar 0,63.
Pengaruh Perdagangan Lintas Batas AUD/CNY
Pergerakan AUD/CNY sangat mengikuti AUD/USD, tetapi karena fluktuasi RMB relatif lebih stabil, penurunannya biasanya sedikit lebih kecil. Dalam jangka pendek, diperkirakan akan berfluktuasi di kisaran 4,6-4,75.
Jika RMB melemah karena tekanan ekonomi domestik, AUD/CNY bisa naik ke sekitar 4,8 dalam waktu singkat. Pergerakan ini mencerminkan kestabilan hubungan dagang China-Australia dan independensi relatif kebijakan RMB.
Pergerakan AUD/MYR dan Perbedaan Ekonomi Regional
Fluktuasi AUD/MYR dipengaruhi oleh kekuatan relatif ekonomi kedua negara. Dalam kondisi ketidakpastian ekonomi global, diperkirakan berkisar antara 3,0-3,15.
Jika data ekonomi Australia terus melemah, AUD mungkin menguji support di sekitar 3,0. Stabilitas relatif ringgit berasal dari kebijakan moneter Malaysia yang stabil dan diversifikasi ekspor.
Strategi Investasi Berdasarkan Prediksi Pergerakan Dolar Australia
Strategi Jangka Pendek: Operasi Rentang dan Breakout
Dalam kisaran 0,6370-0,6450, investor dapat menerapkan strategi trading rentang. Saat harga mendekati support di 0,6370, pertimbangkan posisi long kecil dengan target resistance di atas. Jika menembus resistance 0,6450, bisa menambah posisi dan menargetkan 0,6500.
Sebaliknya, jika menembus support, pertimbangkan posisi short dengan target di 0,6336 atau bahkan 0,6300. Penting untuk mengurangi posisi sebelum rilis data penting seperti GDP AS, data non-pertanian, dan CPI Australia untuk menghindari volatilitas ekstrem.
Strategi Menengah: Trend Following dan Kebijakan
Dalam 1-3 minggu ke depan, faktor utama adalah kebijakan bank sentral dan arah dolar AS. Jika ekspektasi penurunan suku bunga Fed meningkat dan ketegangan perdagangan mereda, AUD bisa menembus 0,6550-0,6600. Dalam skenario ini, breakout di atas MA 200 hari di 0,6464 akan menjadi sinyal pembalikan.
Sebaliknya, jika data ekonomi AS kuat dan Fed menunda penurunan suku bunga, dolar AS akan menguat lagi, dan AUD bisa turun ke sekitar 0,6250. Perhatikan juga risiko inflasi Australia kembali meningkat atau ketegangan geopolitik yang memicu permintaan safe haven.
Strategi Jangka Panjang: Diversifikasi dan Kesabaran
Bagi investor yang optimistis terhadap prospek jangka panjang dolar Australia, saat ini adalah peluang untuk melakukan pembelian bertahap di level rendah. Dengan memanfaatkan kekuatan waktu untuk meredam volatilitas pasar, menunggu konfirmasi tren kenaikan sebelum menambah posisi dapat mengurangi risiko secara efektif.
Kesimpulan Inti Prediksi Pergerakan Dolar Australia
AUD saat ini berada di persimpangan antara analisis teknikal dan fundamental. Dari tren historis, dolar Australia sedang mencari peluang keluar dari tekanan depresiasi jangka panjang. Rebound harga komoditas, ekspektasi penurunan suku bunga Fed, dan sikap hawkish relatif RBA secara bersama-sama memberi potensi rebound bagi dolar Australia.
Namun, keberlanjutan faktor-faktor positif ini masih harus diamati. Ketahanan ekonomi AS, kondisi perdagangan global, dan kekuatan pemulihan ekonomi China tetap menjadi variabel. Dalam menyusun strategi prediksi pergerakan AUD, investor harus memperhatikan data ekonomi utama dan sinyal kebijakan bank sentral secara ketat, serta menyesuaikan posisi secara fleksibel untuk menangkap peluang rebound dolar Australia.
Pasar valuta asing mengandung risiko, dan setiap keputusan investasi harus didasarkan pada penilaian risiko pribadi secara matang.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Perkiraan Pergerakan AUD: Dari Situasi Depresiasi ke Peluang Rebound - Sebuah Tinjauan Menyeluruh
Keadaan Memalukan Dolar Australia: Takdir Mata Uang Komoditas
Sebagai mata uang perdagangan kelima terbesar di dunia, dolar Australia pernah menarik banyak investor karena tingkat pengembalian tinggi dan likuiditas yang kuat. Namun, selama hampir sepuluh tahun terakhir, mata uang komoditas ini terjebak dalam tren depresiasi jangka panjang.
Dolar Australia disebut sebagai “mata uang komoditas” karena ketergantungan ekonomi Australia terhadap ekspor bahan mentah seperti besi, batu bara, tembaga, dan lain-lain. Ini berarti pergerakan dolar Australia sangat terkait erat dengan pasokan dan permintaan di pasar komoditas global. Ketika harga komoditas berfluktuasi, nilai tukar dolar Australia sering mengalami perubahan drastis.
Dari awal 2013 hingga 2023, dolar Australia terhadap dolar AS mengalami depresiasi lebih dari 35%, sementara indeks dolar AS naik sebesar 28,35%. Ini tidak hanya mencerminkan kelemahan relatif dolar Australia, tetapi juga mengungkapkan kenyataan perlambatan pertumbuhan ekonomi Australia. Sebaliknya, euro, yen Jepang, dan dolar Kanada juga menunjukkan tren depresiasi terhadap dolar AS, menandakan bahwa ini adalah proses penetapan ulang harga mata uang global yang didominasi oleh kekuatan dolar AS.
Tekanan Bertumpuk: Penyebab Mendalam dari Pelemahan Dolar Australia
Dampak Kebijakan Tarif AS
Pada kuartal keempat 2024, dolar Australia terhadap dolar AS turun sebesar 9,2% sepanjang tahun. Memasuki 2025, perubahan kebijakan perdagangan AS semakin memperburuk posisi dolar Australia. Ketika kebijakan tarif meningkat, ekspektasi pertumbuhan perdagangan global menurun, dan Australia sebagai ekonomi yang sangat bergantung pada ekspor menjadi yang paling terdampak. Penurunan permintaan bahan mentah dan energi secara langsung melemahkan sifat mata uang komoditas dari dolar Australia.
Pengurangan Daya Tarik Selisih Suku Bunga
Dulu sebagai perwakilan mata uang dengan tingkat bunga tinggi, dolar Australia menarik melalui suku bunga acuan yang tinggi. Namun, seiring berjalannya siklus pengencangan likuiditas global, keunggulan selisih suku bunga ini perlahan memudar. Perubahan posisi selisih suku bunga antara AS dan Australia menyebabkan arus keluar besar-besaran dana, dan daya tarik relatif aset Australia menurun secara signifikan.
Keterbatasan Pertumbuhan Ekonomi Domestik
Bank Sentral Australia(RBA) menghadapi dilema antara inflasi dan perlambatan pertumbuhan. Pada 2024, kinerja ekonomi Australia menunjukkan kelemahan, dengan pertumbuhan GDP jauh di bawah rata-rata historis. Kurangnya ketahanan ekonomi ini semakin mengurangi kepercayaan pasar terhadap apresiasi jangka panjang dolar Australia.
Pada akhir Januari 2025, dolar Australia terhadap dolar AS sempat turun ke 0,5933, menyentuh level terendah dalam lima tahun, mencerminkan pesimisme pasar terhadap prospek ekonomi Australia.
Tanda-Tanda Pemulihan: Prediksi Pergerakan Dolar Australia sebagai Titik Balik
Daya Tarik Harga Komoditas yang Berbalik
Meskipun dolar Australia dalam tren penurunan jangka panjang, sinyal positif mulai muncul di pertengahan hingga akhir 2025. Sejak April, dolar Australia terhadap dolar AS mulai berhenti turun dan perlahan menguat. Hingga September, harga bijih besi dan emas melonjak tajam, memberikan dukungan kuat bagi dolar Australia.
Pada 10 September, AUD/USD menyentuh 0,6636, tertinggi sejak November 2024. Terobosan ini menunjukkan bahwa dalam kondisi tertentu, dolar Australia masih memiliki potensi rebound.
Ekspektasi Perubahan Kebijakan Federal Reserve
Federal Reserve AS mengumumkan penurunan suku bunga pada Oktober dan mengindikasikan kemungkinan pelonggaran lebih lanjut. Ketika Fed memasuki siklus penurunan suku bunga, dolar AS biasanya akan mengalami tekanan depresiasi, sementara dolar Australia cenderung mendapat dorongan. Dalam skenario ini, dana mulai mengalir kembali ke aset berpenghasilan tinggi, dan daya tarik dolar Australia pulih.
Tiga Variabel Utama dalam Prediksi Pergerakan Dolar Australia
Variabel Pertama: Sikap Kebijakan Bank Sentral Australia
RBA pada November 2025 mempertahankan suku bunga di 3,6% dan mengeluarkan sinyal kehati-hatian. Meskipun inflasi secara bertahap menurun dan mendekati target, bank sentral menegaskan bahwa mereka akan mempertimbangkan penurunan suku bunga lebih lanjut hanya setelah memastikan inflasi berada di jalur penurunan yang berkelanjutan.
Sikap hati-hati ini justru memberi dukungan jangka pendek bagi dolar Australia. Jika RBA tetap bersikap hawkish di tengah banyak bank sentral global yang menurunkan suku bunga, dolar Australia akan lebih menarik dibanding mata uang lain.
Variabel Kedua: Kekuatan Pergerakan Dolar AS
Indeks dolar(DXY) setelah rebound dari titik terendah sekitar 96 musim panas ini menunjukkan ketahanan yang melebihi ekspektasi, sudah menguat sekitar 3%. Jika dolar AS terus menguat dan menembus level psikologis 100, ruang kenaikan dolar Australia akan sangat terbatas. Sebaliknya, jika Federal Reserve lebih agresif dalam menurunkan suku bunga, dolar AS akan menghadapi tekanan lebih besar, dan dolar Australia berpeluang menguat.
Variabel Ketiga: Kekuatan Pemulihan Ekonomi China
Ekonomi Australia sangat bergantung pada pasar China, yang merupakan pembeli utama bahan mentah seperti bijih besi, batu bara, dan gas alam. Kinerja ekonomi China secara langsung menentukan permintaan dan harga komoditas tersebut.
Ketika ekonomi China menunjukkan pertumbuhan yang kuat, volume dan harga ekspor bahan mentah meningkat, memberi dukungan signifikan bagi dolar Australia. Sebaliknya, jika pasar properti China terus lesu dan memperlambat pertumbuhan ekonomi, basis permintaan bagi dolar Australia akan berkurang.
Perbedaan Prediksi Pergerakan Dolar Australia oleh Berbagai Lembaga
Untuk akhir 2025, pandangan lembaga keuangan berbeda secara mencolok. Morgan Stanley cukup optimis, memperkirakan AUD/USD bisa mencapai 0,72 pada akhir tahun. Prediksi ini didasarkan pada kemungkinan RBA tetap hawkish dan dukungan dari harga komoditas.
UBS lebih konservatif, menyatakan meskipun ekonomi domestik Australia cukup tahan banting, ketidakpastian berkelanjutan di perdagangan global dan potensi perubahan kebijakan Fed akan membatasi kenaikan dolar Australia, memperkirakan kurs akhir tahun sekitar 0,68.
Tim ekonom Commonwealth Bank Australia mengemukakan pandangan yang lebih menantang: pemulihan dolar Australia mungkin hanya sementara. Mereka memperkirakan AUD/USD mencapai puncaknya pada Maret 2026, tetapi kemungkinan kembali turun menjelang akhir tahun. Alasannya, pertumbuhan ekonomi AS akhirnya akan melampaui negara-negara utama lain, mendukung penguatan dolar AS kembali.
Prediksi Pergerakan Dolar Australia: Prospek Tiga Pasangan Mata Uang
Analisis Teknikal dan Fundamental AUD/USD
AUD/USD saat ini berkisar di sekitar 0,65. Level resistensi utama di 0,6450; jika mampu bertahan di atasnya, potensi menuju 0,6500 secara psikologis cukup terbuka. Support di sekitar 0,6370.
Dalam jangka pendek, data inflasi dan pertumbuhan ekonomi akan menjadi faktor utama. Jika CPI Australia terus menurun dan data ekonomi stabil, dolar Australia berpotensi menguji resistensi atas. Sebaliknya, jika data AS kuat dan dolar menguat, dolar Australia bisa kembali ke sekitar 0,63.
Pengaruh Perdagangan Lintas Batas AUD/CNY
Pergerakan AUD/CNY sangat mengikuti AUD/USD, tetapi karena fluktuasi RMB relatif lebih stabil, penurunannya biasanya sedikit lebih kecil. Dalam jangka pendek, diperkirakan akan berfluktuasi di kisaran 4,6-4,75.
Jika RMB melemah karena tekanan ekonomi domestik, AUD/CNY bisa naik ke sekitar 4,8 dalam waktu singkat. Pergerakan ini mencerminkan kestabilan hubungan dagang China-Australia dan independensi relatif kebijakan RMB.
Pergerakan AUD/MYR dan Perbedaan Ekonomi Regional
Fluktuasi AUD/MYR dipengaruhi oleh kekuatan relatif ekonomi kedua negara. Dalam kondisi ketidakpastian ekonomi global, diperkirakan berkisar antara 3,0-3,15.
Jika data ekonomi Australia terus melemah, AUD mungkin menguji support di sekitar 3,0. Stabilitas relatif ringgit berasal dari kebijakan moneter Malaysia yang stabil dan diversifikasi ekspor.
Strategi Investasi Berdasarkan Prediksi Pergerakan Dolar Australia
Strategi Jangka Pendek: Operasi Rentang dan Breakout
Dalam kisaran 0,6370-0,6450, investor dapat menerapkan strategi trading rentang. Saat harga mendekati support di 0,6370, pertimbangkan posisi long kecil dengan target resistance di atas. Jika menembus resistance 0,6450, bisa menambah posisi dan menargetkan 0,6500.
Sebaliknya, jika menembus support, pertimbangkan posisi short dengan target di 0,6336 atau bahkan 0,6300. Penting untuk mengurangi posisi sebelum rilis data penting seperti GDP AS, data non-pertanian, dan CPI Australia untuk menghindari volatilitas ekstrem.
Strategi Menengah: Trend Following dan Kebijakan
Dalam 1-3 minggu ke depan, faktor utama adalah kebijakan bank sentral dan arah dolar AS. Jika ekspektasi penurunan suku bunga Fed meningkat dan ketegangan perdagangan mereda, AUD bisa menembus 0,6550-0,6600. Dalam skenario ini, breakout di atas MA 200 hari di 0,6464 akan menjadi sinyal pembalikan.
Sebaliknya, jika data ekonomi AS kuat dan Fed menunda penurunan suku bunga, dolar AS akan menguat lagi, dan AUD bisa turun ke sekitar 0,6250. Perhatikan juga risiko inflasi Australia kembali meningkat atau ketegangan geopolitik yang memicu permintaan safe haven.
Strategi Jangka Panjang: Diversifikasi dan Kesabaran
Bagi investor yang optimistis terhadap prospek jangka panjang dolar Australia, saat ini adalah peluang untuk melakukan pembelian bertahap di level rendah. Dengan memanfaatkan kekuatan waktu untuk meredam volatilitas pasar, menunggu konfirmasi tren kenaikan sebelum menambah posisi dapat mengurangi risiko secara efektif.
Kesimpulan Inti Prediksi Pergerakan Dolar Australia
AUD saat ini berada di persimpangan antara analisis teknikal dan fundamental. Dari tren historis, dolar Australia sedang mencari peluang keluar dari tekanan depresiasi jangka panjang. Rebound harga komoditas, ekspektasi penurunan suku bunga Fed, dan sikap hawkish relatif RBA secara bersama-sama memberi potensi rebound bagi dolar Australia.
Namun, keberlanjutan faktor-faktor positif ini masih harus diamati. Ketahanan ekonomi AS, kondisi perdagangan global, dan kekuatan pemulihan ekonomi China tetap menjadi variabel. Dalam menyusun strategi prediksi pergerakan AUD, investor harus memperhatikan data ekonomi utama dan sinyal kebijakan bank sentral secara ketat, serta menyesuaikan posisi secara fleksibel untuk menangkap peluang rebound dolar Australia.
Pasar valuta asing mengandung risiko, dan setiap keputusan investasi harus didasarkan pada penilaian risiko pribadi secara matang.