Komunitas Aave sedang memanas karena pertanyaan penting: siapa yang harus mengendalikan antarmuka front-end dan mendapatkan bagian dari biaya yang dihasilkannya? Drama ini dimulai ketika Aave Labs mengganti Paraswap dengan CoWSwap di app.aave.com, sebuah langkah yang tampaknya teknis tetapi ternyata memiliki implikasi keuangan serius bagi DAO.
Angka-angka yang Penting
Di sinilah menariknya. Integrasi CoWSwap memperkenalkan antara 15 hingga 25 basis poin dalam biaya front-end—terdengar kecil sampai Anda menyadari bahwa uang sebelumnya mengalir langsung ke kas DAO Aave. Sekarang tidak lagi. Pelacakan on-chain menunjukkan bahwa CoWSwap mendistribusikan biaya mitra ini setiap minggu ke berbagai jaringan, dengan potensi tahunan mencapai jutaan dolar. Itu uang nyata yang keluar dari kantong.
Dua Kubu, Satu Masalah
DAO Aave terbagi. Di satu sisi, EzR3aL dari Orbit menyoroti masalah ini sejak awal, menunjukkan hal yang jelas: perubahan routing seharusnya tidak berarti kehilangan pendapatan protokol. Lebih tajam lagi, Marc Zeller dari ACI mengangkat kekhawatiran lain—arsitektur solver CoWSwap bergantung pada pinjaman kilat eksternal gratis alih-alih memanfaatkan infrastruktur Aave sendiri. Ini bukan hanya masalah biaya; ini tentang solver yang melewati Aave sama sekali, yang memperburuk kerugian pendapatan bagi DAO.
Aave Labs membalas dengan argumen sederhana: antarmuka app.aave.com berjalan secara independen, didanai dan dipelihara di luar tata kelola DAO. Mereka mengatakan ini bukan aset protokol, jadi DAO tidak memiliki ekonomi dari antarmuka tersebut. Mereka juga mengingatkan bahwa surplus Paraswap tidak pernah dijamin—mengubah routing, dan surplus secara alami menguap. Sementara itu, front-end lain tetap tanpa izin; siapa pun bisa membangun sendiri dan mengarahkan sesuai keinginan mereka.
Apa yang Terjadi Selanjutnya
Ketegangan inti tetap belum terselesaikan: haruskah front-end yang terkait dengan merek Aave menghasilkan pendapatan untuk DAO atau beroperasi sebagai produk independen? Aave Labs kini bergerak menuju pemisahan yang lebih jelas antara ekonomi tata kelola protokol dan keputusan produk yang didanai secara independen. Tetapi pertanyaan yang lebih luas tetap ada—seberapa banyak kontrol yang sebenarnya dimiliki DAO atas antarmuka yang dibangun di sekitar protokolnya, dan apa artinya bagi model pendapatan di masa depan?
Bagi komunitas DAO, ini menjadi pertanyaan template: seiring pertumbuhan protokol dan ekosistemnya, di mana batas-batas antara aset protokol yang dikendalikan dan produk yang dioperasikan secara independen?
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Aave DAO Menghadapi Kerugian Pendapatan karena Integrasi Swap Baru Mengalihkan Pendapatan Biaya ke Tempat Lain
Komunitas Aave sedang memanas karena pertanyaan penting: siapa yang harus mengendalikan antarmuka front-end dan mendapatkan bagian dari biaya yang dihasilkannya? Drama ini dimulai ketika Aave Labs mengganti Paraswap dengan CoWSwap di app.aave.com, sebuah langkah yang tampaknya teknis tetapi ternyata memiliki implikasi keuangan serius bagi DAO.
Angka-angka yang Penting
Di sinilah menariknya. Integrasi CoWSwap memperkenalkan antara 15 hingga 25 basis poin dalam biaya front-end—terdengar kecil sampai Anda menyadari bahwa uang sebelumnya mengalir langsung ke kas DAO Aave. Sekarang tidak lagi. Pelacakan on-chain menunjukkan bahwa CoWSwap mendistribusikan biaya mitra ini setiap minggu ke berbagai jaringan, dengan potensi tahunan mencapai jutaan dolar. Itu uang nyata yang keluar dari kantong.
Dua Kubu, Satu Masalah
DAO Aave terbagi. Di satu sisi, EzR3aL dari Orbit menyoroti masalah ini sejak awal, menunjukkan hal yang jelas: perubahan routing seharusnya tidak berarti kehilangan pendapatan protokol. Lebih tajam lagi, Marc Zeller dari ACI mengangkat kekhawatiran lain—arsitektur solver CoWSwap bergantung pada pinjaman kilat eksternal gratis alih-alih memanfaatkan infrastruktur Aave sendiri. Ini bukan hanya masalah biaya; ini tentang solver yang melewati Aave sama sekali, yang memperburuk kerugian pendapatan bagi DAO.
Aave Labs membalas dengan argumen sederhana: antarmuka app.aave.com berjalan secara independen, didanai dan dipelihara di luar tata kelola DAO. Mereka mengatakan ini bukan aset protokol, jadi DAO tidak memiliki ekonomi dari antarmuka tersebut. Mereka juga mengingatkan bahwa surplus Paraswap tidak pernah dijamin—mengubah routing, dan surplus secara alami menguap. Sementara itu, front-end lain tetap tanpa izin; siapa pun bisa membangun sendiri dan mengarahkan sesuai keinginan mereka.
Apa yang Terjadi Selanjutnya
Ketegangan inti tetap belum terselesaikan: haruskah front-end yang terkait dengan merek Aave menghasilkan pendapatan untuk DAO atau beroperasi sebagai produk independen? Aave Labs kini bergerak menuju pemisahan yang lebih jelas antara ekonomi tata kelola protokol dan keputusan produk yang didanai secara independen. Tetapi pertanyaan yang lebih luas tetap ada—seberapa banyak kontrol yang sebenarnya dimiliki DAO atas antarmuka yang dibangun di sekitar protokolnya, dan apa artinya bagi model pendapatan di masa depan?
Bagi komunitas DAO, ini menjadi pertanyaan template: seiring pertumbuhan protokol dan ekosistemnya, di mana batas-batas antara aset protokol yang dikendalikan dan produk yang dioperasikan secara independen?