Saat Anda mengevaluasi cryptocurrency apa pun, salah satu metrik pertama yang akan Anda temui adalah pasokan beredar—pada dasarnya, jumlah total koin yang saat ini ada dan aktif diperdagangkan. Angka ini terus diperbarui seiring masuk atau keluarnya token baru dari pasar melalui berbagai mekanisme.
Bagaimana Pasokan Beredar Terbentuk
Pasokan beredar tidak tetap. Aturan protokol menentukan bagaimana pasokan ini berkembang dari waktu ke waktu. Operasi penambangan, misalnya, secara terus-menerus memasukkan koin baru ke dalam jaringan. Bitcoin menambahkan BTC segar ke dalam peredaran sekitar setiap 10 menit saat penambang memvalidasi transaksi. Sebaliknya, pembakaran token—penghapusan permanen koin dari peredaran—mengurangi jumlahnya. Mekanisme ini berarti pasokan beredar adalah angka yang dinamis, bukan angka statis.
Perbedaan Penting: Pasokan Beredar vs. Pasokan Maksimum
Di sinilah sering terjadi kebingungan: pasokan beredar berbeda dari pasokan maksimum. Bitcoin sangat menggambarkan perbedaan ini. Berdasarkan data terbaru, pasokan beredar Bitcoin adalah 19.971.778 BTC. Namun, pasokan maksimumnya dibatasi tepat di 21 juta koin. Celah ini penting karena memberi tahu Anda berapa banyak ruang yang tersisa untuk penerbitan baru. Sementara penambangan akan terus berlangsung selama bertahun-tahun, akhirnya tidak akan ada lagi bitcoin yang dibuat setelah batas 21 juta tercapai.
Mengapa Ini Penting untuk Keputusan Investasi Anda
Memahami pasokan beredar membantu Anda menilai kelangkaan nyata dan potensi tekanan inflasi. Sebuah koin dengan sebagian besar tokennya sudah beredar menghadapi dinamika yang berbeda dibandingkan dengan yang masih dalam tahap awal rilisnya. Ini adalah dasar untuk menghitung kapitalisasi pasar dan memahami tokenomik—informasi penting sebelum membuat keputusan alokasi crypto apa pun.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Mengapa Pasokan Beredar Penting di Pasar Kripto
Saat Anda mengevaluasi cryptocurrency apa pun, salah satu metrik pertama yang akan Anda temui adalah pasokan beredar—pada dasarnya, jumlah total koin yang saat ini ada dan aktif diperdagangkan. Angka ini terus diperbarui seiring masuk atau keluarnya token baru dari pasar melalui berbagai mekanisme.
Bagaimana Pasokan Beredar Terbentuk
Pasokan beredar tidak tetap. Aturan protokol menentukan bagaimana pasokan ini berkembang dari waktu ke waktu. Operasi penambangan, misalnya, secara terus-menerus memasukkan koin baru ke dalam jaringan. Bitcoin menambahkan BTC segar ke dalam peredaran sekitar setiap 10 menit saat penambang memvalidasi transaksi. Sebaliknya, pembakaran token—penghapusan permanen koin dari peredaran—mengurangi jumlahnya. Mekanisme ini berarti pasokan beredar adalah angka yang dinamis, bukan angka statis.
Perbedaan Penting: Pasokan Beredar vs. Pasokan Maksimum
Di sinilah sering terjadi kebingungan: pasokan beredar berbeda dari pasokan maksimum. Bitcoin sangat menggambarkan perbedaan ini. Berdasarkan data terbaru, pasokan beredar Bitcoin adalah 19.971.778 BTC. Namun, pasokan maksimumnya dibatasi tepat di 21 juta koin. Celah ini penting karena memberi tahu Anda berapa banyak ruang yang tersisa untuk penerbitan baru. Sementara penambangan akan terus berlangsung selama bertahun-tahun, akhirnya tidak akan ada lagi bitcoin yang dibuat setelah batas 21 juta tercapai.
Mengapa Ini Penting untuk Keputusan Investasi Anda
Memahami pasokan beredar membantu Anda menilai kelangkaan nyata dan potensi tekanan inflasi. Sebuah koin dengan sebagian besar tokennya sudah beredar menghadapi dinamika yang berbeda dibandingkan dengan yang masih dalam tahap awal rilisnya. Ini adalah dasar untuk menghitung kapitalisasi pasar dan memahami tokenomik—informasi penting sebelum membuat keputusan alokasi crypto apa pun.