Support, resistance, channel lines, five-wave theory... Hal-hal ini dalam praktik hanyalah alat terbaik yang digunakan oleh bandar untuk menciptakan tipu-tipu.
Dengan memperhatikan chart secara seksama, Anda akan menyadari bahwa pola-pola yang mengikuti standar buku pelajaran—seperti pembalikan V klasik, double top, converging triangle—semakin indah semakin bisa menipu. Mengapa? Karena bandar-bandar sudah memahami teori ini dengan baik, semua yang pernah mengikuti chart tahu bahwa grafik teknikal pada dasarnya digunakan untuk menipu trader ritel.
Namun, ada juga hal-hal yang tidak bisa dihindari oleh bandar. Beberapa aturan dasar di pasar ini adalah mutlak: pusat, level, tren, dan konsolidasi. Hal-hal ini bukanlah teknik yang diciptakan oleh seseorang, melainkan hukum operasional pasar itu sendiri. Sama seperti tidak ada yang bisa menghindari kelahiran, kematian, dan usia, setiap peserta—termasuk bandar—pasti beroperasi dalam kerangka ini.
Jadi, nilai sebenarnya dari sistem analisis teknikal bukan terletak pada berbagai indikator dan pola yang beragam, melainkan pada pemahaman esensi matematis dari pergerakan pasar. Bagi trader yang sama sekali tidak memiliki informasi internal, menguasai aturan dasar ini adalah poin kompetisi yang relatif adil. Daripada mengejar pola-pola klasik, lebih baik fokus memahami logika internal pasar—itulah senjata nyata agar tidak tertipu.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
20 Suka
Hadiah
20
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
New_Ser_Ngmi
· 6jam yang lalu
Benar sekali, analisis teknikal itu sudah terlalu sering dipakai, para trader ritel masih saja terpaku pada level support dan resistance
Lihat AsliBalas0
PessimisticLayer
· 01-05 08:00
Benar sekali, bentuk buku teks itu benar-benar seperti saringan, semakin sempurna semakin palsu. Saya sudah tidak lagi mempercayai teori lima gelombang, semuanya jebakan.
Lihat AsliBalas0
CoffeeOnChain
· 01-05 08:00
Berbicara secara mendalam, pola V reversal memang mudah disalahgunakan, tetapi pusat dan level memang tidak bisa dihindari
Lihat AsliBalas0
ForkLibertarian
· 01-05 07:59
Yang pernah melakukan manipulasi pasar pasti mengerti, semakin cantik pola-nya semakin berbahaya, jangan bicara tentang teori lima gelombang, semuanya hanyalah trik para bandar untuk menipu para investor kecil
Lihat AsliBalas0
WagmiWarrior
· 01-05 07:56
Yang pernah bermain di pasar tahu, penipuan garis seperti ini yang terjadi, jangan lagi fokus pada grafik yang indah itu
Lihat AsliBalas0
OnChainSleuth
· 01-05 07:36
Benar sekali, gambar-gambar yang indah itu sebenarnya dibuat untuk menjerat para investor ritel
Support, resistance, channel lines, five-wave theory... Hal-hal ini dalam praktik hanyalah alat terbaik yang digunakan oleh bandar untuk menciptakan tipu-tipu.
Dengan memperhatikan chart secara seksama, Anda akan menyadari bahwa pola-pola yang mengikuti standar buku pelajaran—seperti pembalikan V klasik, double top, converging triangle—semakin indah semakin bisa menipu. Mengapa? Karena bandar-bandar sudah memahami teori ini dengan baik, semua yang pernah mengikuti chart tahu bahwa grafik teknikal pada dasarnya digunakan untuk menipu trader ritel.
Namun, ada juga hal-hal yang tidak bisa dihindari oleh bandar. Beberapa aturan dasar di pasar ini adalah mutlak: pusat, level, tren, dan konsolidasi. Hal-hal ini bukanlah teknik yang diciptakan oleh seseorang, melainkan hukum operasional pasar itu sendiri. Sama seperti tidak ada yang bisa menghindari kelahiran, kematian, dan usia, setiap peserta—termasuk bandar—pasti beroperasi dalam kerangka ini.
Jadi, nilai sebenarnya dari sistem analisis teknikal bukan terletak pada berbagai indikator dan pola yang beragam, melainkan pada pemahaman esensi matematis dari pergerakan pasar. Bagi trader yang sama sekali tidak memiliki informasi internal, menguasai aturan dasar ini adalah poin kompetisi yang relatif adil. Daripada mengejar pola-pola klasik, lebih baik fokus memahami logika internal pasar—itulah senjata nyata agar tidak tertipu.