Harga emas spot pada 5 Januari pagi langsung melonjak, kembali kuat menembus di atas level 4400 dolar AS, dengan kenaikan intraday sempat membesar hingga 1,6%, menyentuh tertinggi di 4420 dolar AS/ons.
Sementara itu, performa perak spot jauh lebih kuat, sempat melonjak lebih dari 4,47% dalam hari yang sama, dan harga berhasil menembus di atas 76 dolar AS/ons. Pasar logam mulia sedang mengalami tren baru yang didorong oleh faktor geopolitik, ekspektasi kebijakan moneter, dan ketidakseimbangan pasokan dan permintaan secara struktural.
01 Dinamika Pasar
Minggu pertama tahun baru, pasar logam mulia global mengalami volatilitas yang tajam. Pada 5 Januari, harga emas spot (London Gold) dalam perdagangan pagi secara kuat menembus level psikologis 4400 dolar AS, tercatat di 4400,530 dolar AS/ons, dengan kenaikan harian sebesar 1,59%.
Pada waktu yang sama, kontrak berjangka emas COMEX mengikuti kenaikan, dengan kenaikan sebesar 1,55%.
Kenaikan harga perak lebih cepat, harga perak spot menembus 76 dolar AS/ons, dengan kenaikan intraday mencapai 4,47%. Perbedaan kenaikan ini mencerminkan logika pendorong yang berbeda dari kedua logam mulia tersebut.
Permintaan safe haven pasar tiba-tiba meningkat, yang terkait langsung dengan aksi militer Amerika Serikat terhadap Venezuela baru-baru ini. Peristiwa geopolitik ini memecah ekspektasi ketenangan pasar, mendorong dana mengalir cepat ke aset safe haven tradisional.
02 Logika Emas
Kembalinya emas ke level 4400 dolar AS kali ini didorong oleh dua faktor utama: meningkatnya ketegangan geopolitik dan ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga Federal Reserve pada 2026.
Analis berpendapat, konflik geopolitik menambah daya tarik baru bagi kenaikan logam mulia. Riset CITIC Securities menyebutkan, aksi militer AS terhadap Venezuela baru-baru ini membuat situasi internasional semakin tegang, memperkuat pola pasar bullish emas.
Dari sudut pandang analisis teknikal, harga emas saat ini berada di posisi kunci. Analis dari Yongan Futures menyebutkan, harga London Gold di sekitar 4150 - 4250 dolar AS/ons memiliki support, sementara di sekitar 4450 - 4550 dolar AS/ons menjadi area tekanan.
Dalam jangka pendek, pasar perlu memperhatikan dua peristiwa utama: pertama, kemungkinan rebalancing indeks komoditas Bloomberg dari 8 hingga 14 Januari yang dapat memicu “penjualan teknikal” oleh dana pasif; kedua, data non-pertanian AS bulan Desember yang akan dirilis pada 9 Januari, yang semuanya berpotensi besar mempengaruhi harga emas.
03 Logika Perak
Berbeda dengan atribut safe haven emas, lonjakan perak kali ini di atas 76 dolar AS didorong oleh dua faktor utama: permintaan industri dan kekurangan pasokan.
Pasar perak global telah mengalami kekurangan pasokan selama lima tahun berturut-turut, dan diperkirakan tahun 2025 akan menjadi tahun kelima defisit struktural. Ketidakseimbangan pasokan dan permintaan jangka panjang ini memberikan dasar yang kokoh bagi harga perak.
Permintaan industri menjadi motor utama pertumbuhan perak. Pada 2025, AS telah menetapkan perak sebagai mineral kunci, mengakui peran tak tergantikan dalam infrastruktur energi bersih.
Perlu dicatat, infrastruktur kecerdasan buatan (AI) sedang menjadi titik pertumbuhan baru bagi permintaan perak. Server yang dirancang untuk beban kerja AI mengkonsumsi dua hingga tiga kali lipat jumlah perak dibandingkan pusat data tradisional.
Pasokan perak menunjukkan karakteristik rigid yang jelas. Sekitar 70% - 80% dari perak diperoleh sebagai produk sampingan dari penambangan emas, tembaga, timbal, dan seng, yang menyebabkan meskipun harga perak naik, insentif langsung bagi penambang untuk meningkatkan produksi perak tetap minim.
04 Hubungan Emas dan Perak
Dalam jangka panjang, perak selalu diperdagangkan sebagai logam mulia sekunder, dan pergerakan harganya sebagian besar mencerminkan tren emas. Namun, tahun 2025 menandai titik balik struktural.
Perak semakin banyak didorong oleh faktor fundamentalnya sendiri, bukan hanya mengikuti sentimen investor atau harga emas. Divergensi ini mencerminkan perubahan mekanisme pasar yang lebih dalam.
Saat ini, rasio emas terhadap perak (dalam dolar AS) sekitar 65 : 1, jauh dari rata-rata historis 80 - 90 : 1. Secara historis, saat pasar logam mulia memasuki fase bullish, kenaikan perak biasanya lebih kuat daripada emas, dan dinamika ini kembali terlihat di 2025.
Analis memperkirakan, 70 dolar AS bisa menjadi level baru bagi perak, bukan sekadar puncak sementara. Riset dari Citigroup memprediksi, jika fundamental permintaan industri tetap stabil, perak akan terus mengungguli emas.
05 Prospek Pasar
Untuk prospek pasar perak tahun 2026, terdapat perbedaan pandangan di antara para analis, namun secara umum cenderung optimistis. Analis konservatif seperti Peter Kraus berpendapat, 50 dolar AS telah membentuk dasar baru, dan prediksi di kisaran 70 dolar AS untuk 2026.
Pandangan yang lebih optimis datang dari pengamat seperti Frank Holmes, yang mewakili investor global AS, mereka memperkirakan harga perak akan menguji level 100 dolar AS di 2026, dengan permintaan dari investor ritel berpotensi menjadi pendorong utama percepatan kenaikan harga.
Tentu saja, pasar juga menghadapi risiko penurunan. Perlambatan ekonomi global dapat menekan permintaan industri, dan koreksi likuiditas tak terduga bisa memicu penurunan cepat. Investor perlu memantau tren impor India, aliran ETF, dan perubahan sentimen pasar secara ketat.
Di platform Gate, investor dapat berpartisipasi dalam pasar perak melalui token seperti SLVON yang memenuhi syarat aset riil. SLVON didukung oleh perak fisik, merupakan token RWA yang diterbitkan oleh Ondo, mendukung transfer dan transaksi di atas rantai.
Logam Mulia
Harga Saat Ini
Kenaikan Harian
Faktor Utama
Level Resistance Kunci
Prospek Pasar
Emas
4400.53 dolar/ons
+1.59%
Ketegangan geopolitik, ekspektasi penurunan suku bunga
4450-4550 dolar
Menengah didukung oleh peningkatan situasi
Perak
Menembus 76 dolar/ons
+4.47%
Permintaan industri kuat, kekurangan pasokan
Area 78 dolar
Penyesuaian struktural, 70 dolar bisa jadi level baru
06 Jalur Investasi
Di platform Gate, investor memiliki berbagai cara untuk berpartisipasi dalam tren logam mulia ini. Selain perdagangan langsung dan token RWA yang didukung aset fisik, Gate juga meluncurkan berbagai kegiatan trading terkait.
Saat ini, Gate mengadakan “Trading Champion Silver”, dengan total hadiah 100.000 USDT, mendorong pengguna untuk trading kontrak berjangka SLVON/USDT secara perpetual. Pengguna yang melakukan trading kontrak berjangka perak pertama kali akan mendapatkan airdrop sebesar 10 USDT.
Bagi investor yang mencari alokasi jangka panjang, penting untuk memahami perbedaan atribut emas dan perak. Emas lebih berfungsi sebagai pelindung modal dan safe haven, sementara perak memiliki atribut ganda sebagai safe haven dan pertumbuhan industri.
Perlu juga diperhatikan, pertarungan aset lindung nilai antara cryptocurrency dan logam mulia. Beberapa analis percaya, setelah mengalami konsolidasi di 2025, Bitcoin mungkin akan menembus di 2026, dengan kelangkaan struktural dan adopsi institusional yang mempercepat, menjadikannya pesaing kuat logam mulia.
Performa pasar logam mulia yang kuat di awal 2026 bukan hanya mencerminkan peristiwa jangka pendek, tetapi juga awal dari tren struktural jangka panjang. Atribut safe haven emas dan nilai industri perak dinilai ulang dalam konteks era baru.
Bagi investor yang mengikuti platform Gate, kunci utamanya adalah memahami faktor pendorong dasar ini dan berpartisipasi di pasar dengan alat yang tepat, sambil mengelola risiko secara efektif. Baik token yang didukung aset fisik tradisional maupun metode trading inovatif menyediakan berbagai jalur masuk ke pasar ini.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Emas dan perak spot melonjak bersama: sinyal kembali ke $4400 dan menembus $76
Harga emas spot pada 5 Januari pagi langsung melonjak, kembali kuat menembus di atas level 4400 dolar AS, dengan kenaikan intraday sempat membesar hingga 1,6%, menyentuh tertinggi di 4420 dolar AS/ons.
Sementara itu, performa perak spot jauh lebih kuat, sempat melonjak lebih dari 4,47% dalam hari yang sama, dan harga berhasil menembus di atas 76 dolar AS/ons. Pasar logam mulia sedang mengalami tren baru yang didorong oleh faktor geopolitik, ekspektasi kebijakan moneter, dan ketidakseimbangan pasokan dan permintaan secara struktural.
01 Dinamika Pasar
Minggu pertama tahun baru, pasar logam mulia global mengalami volatilitas yang tajam. Pada 5 Januari, harga emas spot (London Gold) dalam perdagangan pagi secara kuat menembus level psikologis 4400 dolar AS, tercatat di 4400,530 dolar AS/ons, dengan kenaikan harian sebesar 1,59%.
Pada waktu yang sama, kontrak berjangka emas COMEX mengikuti kenaikan, dengan kenaikan sebesar 1,55%.
Kenaikan harga perak lebih cepat, harga perak spot menembus 76 dolar AS/ons, dengan kenaikan intraday mencapai 4,47%. Perbedaan kenaikan ini mencerminkan logika pendorong yang berbeda dari kedua logam mulia tersebut.
Permintaan safe haven pasar tiba-tiba meningkat, yang terkait langsung dengan aksi militer Amerika Serikat terhadap Venezuela baru-baru ini. Peristiwa geopolitik ini memecah ekspektasi ketenangan pasar, mendorong dana mengalir cepat ke aset safe haven tradisional.
02 Logika Emas
Kembalinya emas ke level 4400 dolar AS kali ini didorong oleh dua faktor utama: meningkatnya ketegangan geopolitik dan ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga Federal Reserve pada 2026.
Analis berpendapat, konflik geopolitik menambah daya tarik baru bagi kenaikan logam mulia. Riset CITIC Securities menyebutkan, aksi militer AS terhadap Venezuela baru-baru ini membuat situasi internasional semakin tegang, memperkuat pola pasar bullish emas.
Dari sudut pandang analisis teknikal, harga emas saat ini berada di posisi kunci. Analis dari Yongan Futures menyebutkan, harga London Gold di sekitar 4150 - 4250 dolar AS/ons memiliki support, sementara di sekitar 4450 - 4550 dolar AS/ons menjadi area tekanan.
Dalam jangka pendek, pasar perlu memperhatikan dua peristiwa utama: pertama, kemungkinan rebalancing indeks komoditas Bloomberg dari 8 hingga 14 Januari yang dapat memicu “penjualan teknikal” oleh dana pasif; kedua, data non-pertanian AS bulan Desember yang akan dirilis pada 9 Januari, yang semuanya berpotensi besar mempengaruhi harga emas.
03 Logika Perak
Berbeda dengan atribut safe haven emas, lonjakan perak kali ini di atas 76 dolar AS didorong oleh dua faktor utama: permintaan industri dan kekurangan pasokan.
Pasar perak global telah mengalami kekurangan pasokan selama lima tahun berturut-turut, dan diperkirakan tahun 2025 akan menjadi tahun kelima defisit struktural. Ketidakseimbangan pasokan dan permintaan jangka panjang ini memberikan dasar yang kokoh bagi harga perak.
Permintaan industri menjadi motor utama pertumbuhan perak. Pada 2025, AS telah menetapkan perak sebagai mineral kunci, mengakui peran tak tergantikan dalam infrastruktur energi bersih.
Perlu dicatat, infrastruktur kecerdasan buatan (AI) sedang menjadi titik pertumbuhan baru bagi permintaan perak. Server yang dirancang untuk beban kerja AI mengkonsumsi dua hingga tiga kali lipat jumlah perak dibandingkan pusat data tradisional.
Pasokan perak menunjukkan karakteristik rigid yang jelas. Sekitar 70% - 80% dari perak diperoleh sebagai produk sampingan dari penambangan emas, tembaga, timbal, dan seng, yang menyebabkan meskipun harga perak naik, insentif langsung bagi penambang untuk meningkatkan produksi perak tetap minim.
04 Hubungan Emas dan Perak
Dalam jangka panjang, perak selalu diperdagangkan sebagai logam mulia sekunder, dan pergerakan harganya sebagian besar mencerminkan tren emas. Namun, tahun 2025 menandai titik balik struktural.
Perak semakin banyak didorong oleh faktor fundamentalnya sendiri, bukan hanya mengikuti sentimen investor atau harga emas. Divergensi ini mencerminkan perubahan mekanisme pasar yang lebih dalam.
Saat ini, rasio emas terhadap perak (dalam dolar AS) sekitar 65 : 1, jauh dari rata-rata historis 80 - 90 : 1. Secara historis, saat pasar logam mulia memasuki fase bullish, kenaikan perak biasanya lebih kuat daripada emas, dan dinamika ini kembali terlihat di 2025.
Analis memperkirakan, 70 dolar AS bisa menjadi level baru bagi perak, bukan sekadar puncak sementara. Riset dari Citigroup memprediksi, jika fundamental permintaan industri tetap stabil, perak akan terus mengungguli emas.
05 Prospek Pasar
Untuk prospek pasar perak tahun 2026, terdapat perbedaan pandangan di antara para analis, namun secara umum cenderung optimistis. Analis konservatif seperti Peter Kraus berpendapat, 50 dolar AS telah membentuk dasar baru, dan prediksi di kisaran 70 dolar AS untuk 2026.
Pandangan yang lebih optimis datang dari pengamat seperti Frank Holmes, yang mewakili investor global AS, mereka memperkirakan harga perak akan menguji level 100 dolar AS di 2026, dengan permintaan dari investor ritel berpotensi menjadi pendorong utama percepatan kenaikan harga.
Tentu saja, pasar juga menghadapi risiko penurunan. Perlambatan ekonomi global dapat menekan permintaan industri, dan koreksi likuiditas tak terduga bisa memicu penurunan cepat. Investor perlu memantau tren impor India, aliran ETF, dan perubahan sentimen pasar secara ketat.
Di platform Gate, investor dapat berpartisipasi dalam pasar perak melalui token seperti SLVON yang memenuhi syarat aset riil. SLVON didukung oleh perak fisik, merupakan token RWA yang diterbitkan oleh Ondo, mendukung transfer dan transaksi di atas rantai.
06 Jalur Investasi
Di platform Gate, investor memiliki berbagai cara untuk berpartisipasi dalam tren logam mulia ini. Selain perdagangan langsung dan token RWA yang didukung aset fisik, Gate juga meluncurkan berbagai kegiatan trading terkait.
Saat ini, Gate mengadakan “Trading Champion Silver”, dengan total hadiah 100.000 USDT, mendorong pengguna untuk trading kontrak berjangka SLVON/USDT secara perpetual. Pengguna yang melakukan trading kontrak berjangka perak pertama kali akan mendapatkan airdrop sebesar 10 USDT.
Bagi investor yang mencari alokasi jangka panjang, penting untuk memahami perbedaan atribut emas dan perak. Emas lebih berfungsi sebagai pelindung modal dan safe haven, sementara perak memiliki atribut ganda sebagai safe haven dan pertumbuhan industri.
Perlu juga diperhatikan, pertarungan aset lindung nilai antara cryptocurrency dan logam mulia. Beberapa analis percaya, setelah mengalami konsolidasi di 2025, Bitcoin mungkin akan menembus di 2026, dengan kelangkaan struktural dan adopsi institusional yang mempercepat, menjadikannya pesaing kuat logam mulia.
Performa pasar logam mulia yang kuat di awal 2026 bukan hanya mencerminkan peristiwa jangka pendek, tetapi juga awal dari tren struktural jangka panjang. Atribut safe haven emas dan nilai industri perak dinilai ulang dalam konteks era baru.
Bagi investor yang mengikuti platform Gate, kunci utamanya adalah memahami faktor pendorong dasar ini dan berpartisipasi di pasar dengan alat yang tepat, sambil mengelola risiko secara efektif. Baik token yang didukung aset fisik tradisional maupun metode trading inovatif menyediakan berbagai jalur masuk ke pasar ini.