Kehadiran kekayaan tampak acak, sebenarnya ada logika mendalam di baliknya. Selain fluktuasi siklus lingkungan secara umum, pola pikir dan pola tindakan pribadi adalah faktor kunci yang menentukan pertumbuhan kekayaan. Mereka yang terus-menerus mengumpulkan kekayaan, semuanya menguasai kerangka kognitif dan kebiasaan tertentu yang memungkinkan mereka untuk lebih awal menemukan dan menangkap peluang dibandingkan orang lain.



Tentang hubungan antara keberuntungan dan kekayaan

Ada fenomena menarik: orang yang bekerja dengan serius dan bertanggung jawab, berpikiran terbuka, dan senang membantu orang lain, biasanya juga memiliki keberuntungan finansial yang baik. Ini bukan kebetulan. Ketika pola pikir Anda positif dan optimis, persepsi Anda terhadap segala hal akan menjadi lebih tajam, dan Anda akan lebih mudah menarik peluang baik. Sebaliknya, jika selalu pasif dan negatif, peluang terbaik sekalipun di depan mata mudah terabaikan.

Dari sudut pandang sebab-akibat, akumulasi kekayaan mengikuti suatu pola yang pasti. Jika seseorang dapat mempertahankan hati yang baik dan pikiran yang terbuka, mereka akan lebih mudah membuat penilaian rasional dan menangkap peluang pasar yang fleeting. Sedangkan orang yang berpikiran tertutup dan kaku, bahkan jika secara kebetulan memperoleh kekayaan, sulit untuk mempertahankannya dalam jangka panjang. Ini menjelaskan mengapa beberapa orang dapat mulai dari nol dan mengumpulkan kekayaan, menjadi pemimpin di industri; sementara orang-orang dari latar belakang yang lebih baik justru mengalami kemerosotan. Pertumbuhan kekayaan bukanlah masalah keberuntungan, melainkan hasil pasti dari pengakuan dan perilaku pribadi.

Kemampuan kognitif menentukan penguasaan peluang

Sebagian besar orang melewatkan peluang kekayaan karena keterbatasan kognitif. Kita sering hanya melihat keadaan saat ini dari suatu hal, dan tidak mampu meramalkan tren perkembangannya. Pasar penuh dengan contoh seperti ini: banyak orang melihat kinerja aset tertentu saat ini, dan menganggapnya sebagai satu-satunya dasar penilaian, tanpa menyadari kekuatan perubahan yang lebih dalam di baliknya. Meningkatkan kemampuan kognitif dan belajar berpikir dari berbagai dimensi adalah kunci untuk bisa berkompetisi dengan leluasa di pasar.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • 6
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
GateUser-9ad11037vip
· 4jam yang lalu
Memang masuk akal, tapi saya rasa tetap harus melihat peluang besar, pengetahuan yang kuat pun sia-sia jika tidak menangkap peluang besar.
Lihat AsliBalas0
LiquidityOraclevip
· 01-05 12:53
Benar sekali, tapi saya telah melihat terlalu banyak orang dengan pola pikir terbuka yang tetap melewatkan peluang. Intinya tetap harus memiliki kemampuan eksekusi.
Lihat AsliBalas0
VCsSuckMyLiquidityvip
· 01-04 19:50
Kata-kata terdengar bagus tapi tetap tergantung pada keberuntungan, di antara orang-orang yang saya kenal, orang dengan mental terbaik justru mengalami kerugian paling parah...
Lihat AsliBalas0
RegenRestorervip
· 01-04 19:39
Bagus sekali, peningkatan dimensi kognitif memang inti dari semuanya. Tapi jujur saja, banyak orang tahu teori ini tapi tetap tidak bisa menghasilkan uang, karena kurangnya kemampuan eksekusi. Pikiran yang positif ≠ cepat menghasilkan uang, logika ini agak membingungkan. Yang penting tetap harus ada tindakan nyata. Itulah mengapa saya tetap belajar dan bereksperimen di chain, tidak takut melewatkan siklus apapun. Pertahankan pola pikir terbuka, tapi juga harus waspada. Jangan sampai terbuai oleh narasi besar. Bagus, mulai dari mengubah kerangka pikir, tapi jangan cuma ngomong tanpa praktek ya. Kesempatan memang diberikan kepada orang yang sudah siap, masalahnya adalah setelah siap, harus berani mengambil langkah. Masuk akal, tapi mungkin banyak juga contoh yang bertentangan di sekitar kamu? Ceritakan yang pernah kamu lihat? Dalam beberapa tahun terakhir di Web3, 90% orang yang masuk masih kekurangan pola pikir yang terbuka ini. Dari nol ke satu, yang paling sulit bukanlah metodologi, melainkan keberanian dalam pengambilan keputusan. Pola pikir terbuka? Tanyakan dulu pada diri sendiri, saat mengalami kerugian, apakah masih tetap terbuka?
Lihat AsliBalas0
AirdropDreamBreakervip
· 01-04 19:33
Kognisi menentukan segalanya, tetapi kebanyakan orang masih menggunakan otak tahun lalu untuk trading koin tahun ini
Lihat AsliBalas0
MeaninglessGweivip
· 01-04 19:27
Kata-kata terdengar bagus, tapi kenyataannya tergantung kapan kamu masuk pasar.
Lihat AsliBalas0
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)