Bayangkan ini: seluruh kekayaan emas yang telah dikumpulkan manusia sepanjang sejarah —lebih dari 216.265 ton yang telah ditambang hingga hari ini— cukup muat dalam sebuah kubus berukuran hanya 22 meter per sisi. Untuk memvisualisasikannya dengan lebih baik, ini setara dengan ukuran sebuah gedung sekitar tujuh lantai.
Meskipun tampak melimpah dalam bentuk cincin, teknologi, dan portofolio investasi, kenyataannya emas sangat langka dalam volume fisik. Faktor kelangkaan ini justru yang membuatnya menjadi aset yang sangat diminati dan berharga di pasar global.
Sebuah fakta yang patut dipertimbangkan: hampir dua pertiga dari emas dunia hanya ditambang setelah tahun 1950. Angka ini mencerminkan kemajuan teknologi dalam penambangan serta penemuan cadangan baru di seluruh dunia, menunjukkan bagaimana permintaan global mendorong pencarian intensif terhadap sumber daya strategis ini.
Mengapa emas tetap menjadi pilihan cerdas untuk melindungi modal Anda?
Perlindungan terhadap erosi daya beli
Secara historis, emas berfungsi sebagai perisai terhadap inflasi. Ketika mata uang kehilangan nilai dan biaya hidup meningkat, emas cenderung mempertahankan daya belinya atau bahkan mengapresiasi. Ini berlawanan dengan banyak aset tradisional lainnya.
Kebebasan dari institusi keuangan
Berbeda dengan saham atau obligasi, emas adalah aset nyata yang tidak terkait dengan bank sentral, institusi keuangan, atau kebijakan suku bunga apa pun. Nilainya melekat secara inheren, tidak bergantung pada keputusan eksternal.
Keseimbangan dan stabilitas dalam portofolio Anda
Memasukkan emas dalam strategi investasi yang terdiversifikasi berfungsi sebagai penyeimbang. Saat banyak aset mengalami krisis pasar, emas sering menunjukkan kekuatan, mengurangi volatilitas secara keseluruhan.
Akses tanpa hambatan
Emas hampir bersifat universal. Perdagangannya mudah di mana saja di dunia —Anda dapat membelinya dalam bentuk batangan fisik, koin, atau melalui dana yang diperdagangkan di bursa (ETF). Likuiditasnya tidak menjadi masalah.
Kepercayaan antar generasi
Sejak zaman kuno, emas melambangkan kekayaan, kekuasaan, dan keamanan. Kredibilitas historis ini tetap beroperasi di pasar saat ini, menghasilkan permintaan yang konstan.
Di saat ketidakpastian ekonomi menjadi sorotan, emas terus menjadi jangkar yang dicari banyak orang untuk melindungi kekayaan mereka.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
BERAPA KAPAN EMAS DI DUNIA? JAWABANNYA AKAN MENGUBAH KONDISI KEKAYAAN ANDA
Bayangkan ini: seluruh kekayaan emas yang telah dikumpulkan manusia sepanjang sejarah —lebih dari 216.265 ton yang telah ditambang hingga hari ini— cukup muat dalam sebuah kubus berukuran hanya 22 meter per sisi. Untuk memvisualisasikannya dengan lebih baik, ini setara dengan ukuran sebuah gedung sekitar tujuh lantai.
Meskipun tampak melimpah dalam bentuk cincin, teknologi, dan portofolio investasi, kenyataannya emas sangat langka dalam volume fisik. Faktor kelangkaan ini justru yang membuatnya menjadi aset yang sangat diminati dan berharga di pasar global.
Sebuah fakta yang patut dipertimbangkan: hampir dua pertiga dari emas dunia hanya ditambang setelah tahun 1950. Angka ini mencerminkan kemajuan teknologi dalam penambangan serta penemuan cadangan baru di seluruh dunia, menunjukkan bagaimana permintaan global mendorong pencarian intensif terhadap sumber daya strategis ini.
Mengapa emas tetap menjadi pilihan cerdas untuk melindungi modal Anda?
Perlindungan terhadap erosi daya beli
Secara historis, emas berfungsi sebagai perisai terhadap inflasi. Ketika mata uang kehilangan nilai dan biaya hidup meningkat, emas cenderung mempertahankan daya belinya atau bahkan mengapresiasi. Ini berlawanan dengan banyak aset tradisional lainnya.
Kebebasan dari institusi keuangan
Berbeda dengan saham atau obligasi, emas adalah aset nyata yang tidak terkait dengan bank sentral, institusi keuangan, atau kebijakan suku bunga apa pun. Nilainya melekat secara inheren, tidak bergantung pada keputusan eksternal.
Keseimbangan dan stabilitas dalam portofolio Anda
Memasukkan emas dalam strategi investasi yang terdiversifikasi berfungsi sebagai penyeimbang. Saat banyak aset mengalami krisis pasar, emas sering menunjukkan kekuatan, mengurangi volatilitas secara keseluruhan.
Akses tanpa hambatan
Emas hampir bersifat universal. Perdagangannya mudah di mana saja di dunia —Anda dapat membelinya dalam bentuk batangan fisik, koin, atau melalui dana yang diperdagangkan di bursa (ETF). Likuiditasnya tidak menjadi masalah.
Kepercayaan antar generasi
Sejak zaman kuno, emas melambangkan kekayaan, kekuasaan, dan keamanan. Kredibilitas historis ini tetap beroperasi di pasar saat ini, menghasilkan permintaan yang konstan.
Di saat ketidakpastian ekonomi menjadi sorotan, emas terus menjadi jangkar yang dicari banyak orang untuk melindungi kekayaan mereka.