Menurut proyeksi IMF, kekuatan ekonomi dunia akan mengalami pergeseran dramatis. Pada tahun 2030, peringkat baru dari 10 besar ekonomi di dunia akan mencerminkan kenaikan signifikan dari negara-negara yang sedang berkembang, sementara kekuatan industri tradisional mengkonsolidasikan posisi mereka.
Peringkat yang Diproyeksikan dan Jejak Pertumbuhan
Tiongkok mempertahankan posisi terdepan dengan PDB diperkirakan sebesar $40 triliun, yang mewakili pertumbuhan 177% dari tingkat saat ini. India mengikuti dengan dekat dengan $36,8 triliun, meskipun tingkat pertumbuhannya sebesar 387% jauh melampaui Tiongkok, menandakan momentum luar biasa di Asia Selatan.
Amerika Serikat mengamankan posisi ketiga dengan PDB diperkirakan sebesar $11,6 triliun dan pertumbuhan moderat sebesar 60%—kecepatan yang cukup besar tetapi lebih lambat dibandingkan negara-negara berkembang lainnya.
Lonjakan Pasar Baru
Yang sangat mencolok adalah munculnya pemain baru dalam peringkat 10 besar ekonomi dunia. Mesir diperkirakan akan mencapai $7 triliun dengan pertumbuhan eksplosif sebesar 583%—tertinggi di antara semua negara yang tercantum. Turki mengantisipasi PDB sebesar $6,9 triliun dengan ekspansi 314%, sementara Indonesia mencapai angka PDB yang sama dengan pertumbuhan 216%. Angka-angka ini menegaskan bagaimana ekonomi yang sedang berkembang dengan cepat menyempitkan jarak dengan pusat-pusat yang sudah mapan.
Brasil mengikuti dengan $5,4 triliun dan pertumbuhan 169%, melengkapi gelombang baru kekuatan ekonomi yang masuk ke kelompok elit ini.
Kekuatan Tradisional Mempertahankan Posisi
Proyeksi PDB Rusia sebesar $3,9 triliun mewakili pertumbuhan 98%, mempertahankan posisinya di 10 besar dunia. Jerman dan Jepang, meskipun masih berpengaruh, menunjukkan trajektori yang lebih modest—$2,7 triliun dengan pertumbuhan 64% dan $1,8 triliun dengan pertumbuhan 33% secara berturut-turut.
Apa Artinya Ini untuk Tatanan Global
Pengurutan ulang 10 besar ekonomi dunia ini pada tahun 2030 menggambarkan pergeseran fundamental dalam gravitasi ekonomi menuju pasar yang sedang berkembang. Negara-negara dengan populasi yang lebih muda, produktivitas yang meningkat, dan basis konsumen yang berkembang sedang memanfaatkan peluang baru, sementara ekonomi matang menghadapi tantangan demografis dan struktural. Data ini menunjukkan bahwa ini bukan fluktuasi sementara tetapi penyesuaian struktural kekuatan ekonomi global.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Bagaimana Pasar Berkembang Membentuk Ulang 10 Ekonomi Teratas Dunia Menjelang 2030
Menurut proyeksi IMF, kekuatan ekonomi dunia akan mengalami pergeseran dramatis. Pada tahun 2030, peringkat baru dari 10 besar ekonomi di dunia akan mencerminkan kenaikan signifikan dari negara-negara yang sedang berkembang, sementara kekuatan industri tradisional mengkonsolidasikan posisi mereka.
Peringkat yang Diproyeksikan dan Jejak Pertumbuhan
Tiongkok mempertahankan posisi terdepan dengan PDB diperkirakan sebesar $40 triliun, yang mewakili pertumbuhan 177% dari tingkat saat ini. India mengikuti dengan dekat dengan $36,8 triliun, meskipun tingkat pertumbuhannya sebesar 387% jauh melampaui Tiongkok, menandakan momentum luar biasa di Asia Selatan.
Amerika Serikat mengamankan posisi ketiga dengan PDB diperkirakan sebesar $11,6 triliun dan pertumbuhan moderat sebesar 60%—kecepatan yang cukup besar tetapi lebih lambat dibandingkan negara-negara berkembang lainnya.
Lonjakan Pasar Baru
Yang sangat mencolok adalah munculnya pemain baru dalam peringkat 10 besar ekonomi dunia. Mesir diperkirakan akan mencapai $7 triliun dengan pertumbuhan eksplosif sebesar 583%—tertinggi di antara semua negara yang tercantum. Turki mengantisipasi PDB sebesar $6,9 triliun dengan ekspansi 314%, sementara Indonesia mencapai angka PDB yang sama dengan pertumbuhan 216%. Angka-angka ini menegaskan bagaimana ekonomi yang sedang berkembang dengan cepat menyempitkan jarak dengan pusat-pusat yang sudah mapan.
Brasil mengikuti dengan $5,4 triliun dan pertumbuhan 169%, melengkapi gelombang baru kekuatan ekonomi yang masuk ke kelompok elit ini.
Kekuatan Tradisional Mempertahankan Posisi
Proyeksi PDB Rusia sebesar $3,9 triliun mewakili pertumbuhan 98%, mempertahankan posisinya di 10 besar dunia. Jerman dan Jepang, meskipun masih berpengaruh, menunjukkan trajektori yang lebih modest—$2,7 triliun dengan pertumbuhan 64% dan $1,8 triliun dengan pertumbuhan 33% secara berturut-turut.
Apa Artinya Ini untuk Tatanan Global
Pengurutan ulang 10 besar ekonomi dunia ini pada tahun 2030 menggambarkan pergeseran fundamental dalam gravitasi ekonomi menuju pasar yang sedang berkembang. Negara-negara dengan populasi yang lebih muda, produktivitas yang meningkat, dan basis konsumen yang berkembang sedang memanfaatkan peluang baru, sementara ekonomi matang menghadapi tantangan demografis dan struktural. Data ini menunjukkan bahwa ini bukan fluktuasi sementara tetapi penyesuaian struktural kekuatan ekonomi global.