Ketika kita berbicara tentang futures, ini adalah instrumen keuangan derivatif yang memungkinkan trader untuk membuat taruhan pada pergerakan harga aset tanpa harus memilikinya secara fisik. Tapi apa sebenarnya yang tersembunyi di balik definisi ini? Mengapa investor berpengalaman menggunakannya untuk melindungi portofolio, sementara spekulan melihatnya sebagai jalan menuju keuntungan cepat? Mari kita bahas secara rinci.
Memahami mekanisme: apa itu futures sebenarnya
Secara sederhana, futures adalah kesepakatan antara dua pihak untuk membeli atau menjual aset pada waktu tertentu di masa depan dengan harga yang telah disepakati sebelumnya. Kedengarannya sederhana? Dalam praktiknya, semuanya jauh lebih menarik.
Aset yang dapat diperdagangkan bisa berupa komoditas (minyak, kopi, biji-bijian), indeks saham (misalnya, S&P 500), mata uang kripto (bitcoin), atau bahkan obligasi. Keunggulan utamanya — kontrak ini sepenuhnya distandarisasi: satuan pengukuran, metode perhitungan, jumlah barang, mata uang — semuanya ditentukan secara jelas oleh bursa.
Misalnya, sebuah maskapai penerbangan yang ingin melindungi diri dari fluktuasi harga avtur. Mereka bisa membuat kontrak futures: “Kami setuju membeli 1 juta galon bahan bakar dalam 90 hari dengan harga 3 dolar per galon.” Di sisi lain — distributor bahan bakar yang juga tidak ingin mengambil risiko dan setuju dengan harga tersebut. Kedua pihak mendapatkan kepastian di masa depan.
Di mana futures diperdagangkan: bursa dan peserta
Pasar futures adalah bursa terorganisir di mana berbagai pemain bertemu. Berdasarkan data dari Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC), sebagian besar peserta adalah produsen dan konsumen barang, perusahaan yang menggunakan futures sebagai alat pengelolaan risiko bisnis.
Namun, pasar ini juga hidup berkat kekuatan ketiga — para spekulan. Mereka tidak berniat membeli bahan bakar maupun menjualnya. Tujuan mereka sederhana: jika kontrak naik harga, mereka akan menjualnya dengan harga lebih tinggi. Ini menciptakan likuiditas pasar. Semakin banyak orang yang berdagang, semakin mudah untuk membuka dan menutup posisi dengan cepat.
Semua futures dan opsi komoditas harus diperdagangkan melalui bursa dengan peserta yang terdaftar di CFTC. Ini memastikan tingkat regulasi tertentu, meskipun pasar futures tetap kurang terkendali dibandingkan pasar saham.
Penerapan praktis: bagaimana futures bekerja dalam berbagai skenario
Perlindungan dari fluktuasi harga (hedging)
Petani kedelai tahu bahwa dalam 3 bulan dia harus menjual hasil panennya. Tapi bagaimana jika harga jatuh? Dia bisa menjual kontrak futures untuk hasil panennya di masa depan dengan harga saat ini. Jika harga benar-benar turun, kerugian di futures akan tertutup oleh harga jual fisik yang lebih rendah.
Spekulasi pada pergerakan harga
Trader melihat bahwa S&P 500 tampak undervalued. Dia tidak ingin membeli saham satu per satu — itu memakan waktu. Sebagai gantinya, dia membeli kontrak futures S&P 500. Jika indeks naik 5%, posisi dia bisa meningkat jauh lebih besar berkat leverage.
Posisi short dan taruhan pada penurunan
Investor tidak hanya bisa menunggu kenaikan. Dia bisa menjual kontrak futures tanpa memiliki aset, dengan harapan harga akan turun. Jika harga turun, dia akan menutup posisi dengan keuntungan. Ini adalah instrumen untuk mereka yang melihat pasar overvalued.
Saham, obligasi, dan mata uang kripto: ragam instrumen
Ketika orang mendengar “futures itu”, sering kali mereka hanya membayangkan komoditas. Tapi spektrum ini jauh lebih luas. Bisa berdagang futures pada perusahaan tertentu, ETF (exchange-traded funds), obligasi, bahkan bitcoin.
Futures pada S&P 500 memungkinkan mendapatkan eksposur ke pasar saham AS tanpa membeli saham secara langsung. Futures pada obligasi digunakan untuk mengelola risiko suku bunga. Dan futures pada bitcoin membuka pintu ke dunia mata uang kripto bagi pemain keuangan tradisional.
Leverage: pedang bermata dua
Di sinilah mulai sensasi dan risiko secara bersamaan. Misalnya, Anda punya 1000 dolar. Di pasar saham, Anda bisa membeli saham senilai 2000 dolar (leverage 2:1). Dalam dunia futures, broker sering menawarkan leverage 10:1 atau bahkan 20:1 tergantung kontraknya.
Ini berarti, 1000 dolar Anda bisa mengendalikan aset senilai 10.000 atau 20.000 dolar. Kedengarannya menarik? Berikut perhitungannya: jika harga aset turun 5% dengan leverage 10:1, Anda akan kehilangan 50% dari investasi Anda. Dengan leverage 20:1 — seluruh modal bisa hilang.
CFTC secara terbuka memperingatkan: futures kompleks, volatil, dan tidak disarankan untuk sebagian besar investor individu. Itulah sebabnya aturan margin dan leverage di futures jauh lebih longgar dibandingkan pasar saham. Bursa menetapkan persyaratan margin, dan jika posisi Anda bergerak melawan, broker bisa meminta dana tambahan. Jika tidak ada, posisi akan ditutup dengan kerugian.
Parameter utama kontrak futures
Setiap kontrak didefinisikan secara jelas:
Satuan perdagangan (barrel, ton, galon)
Metode perhitungan (pengiriman fisik atau cash settlement)
Jumlah minimal (tidak semua kontrak satuan 1)
Mata uang kutipan
Persyaratan kualitas (misalnya, kemurnian logam atau angka oktan)
Pemula sering melewatkan satu hal penting: jika Anda memegang kontrak sampai jatuh tempo dan itu adalah pengiriman fisik, Anda bisa diwajibkan menerima pengiriman nyata barang tersebut. Tidak ada yang mau menerima kereta berisi babi di akhir bulan jika tidak siap.
Langkah awal: bagaimana mulai berdagang futures
Memilih broker
Buka akun di broker yang beroperasi di pasar yang Anda inginkan. Broker pasti akan menanyakan pengalaman investasi Anda, penghasilan, dan modal sendiri. Ini bukan sekadar formalitas — ini untuk menentukan risiko yang diizinkan untuk Anda ambil.
Poin penting: biaya dan komisi tidak seragam. Berbagai broker menawarkan layanan berbeda — ada yang memberikan analisis lengkap dan saran, ada yang hanya harga dan grafik. Bandingkan penawaran.
Perdagangan demo sebelum uang nyata
Banyak platform memungkinkan membuka akun demo dengan “uang virtual”. Ini alat berharga untuk belajar. Anda bisa menguji bagaimana margin bekerja secara praktis, bagaimana biaya menggerogoti keuntungan, bagaimana psikologi mempengaruhi pengambilan keputusan dalam situasi stres.
Bahkan trader berpengalaman menggunakan akun demo untuk menguji strategi baru. Luangkan waktu — selama Anda belum merasakan pasar, jangan mulai berinvestasi dengan uang nyata.
Alat dan analitik
Di akun demo, Anda akan mendapatkan akses ke berbagai alat analisis lengkap. Belajar membaca grafik, memahami volume perdagangan, mengikuti berita yang bisa mempengaruhi harga.
Mengapa futures lebih kompleks dari yang terlihat
Pasar futures menawarkan peluang besar, tetapi membutuhkan pemahaman dan disiplin. Aturan margin lebih lunak dibandingkan perdagangan sekuritas, yang menarik spekulan, tetapi juga berbahaya. Risiko berlebih adalah musuh utama.
Jika semua ini terasa terlalu rumit, pertimbangkan alternatifnya. Perdagangan opsi, misalnya, bisa memberi kontrol lebih besar terhadap risiko sambil tetap memiliki potensi keuntungan.
Kesimpulan utama: futures adalah instrumen yang kuat, tetapi bukan untuk pemula tanpa pengalaman. Belajar di akun demo, pahami mekanisme margin dan leverage, mulai dari posisi kecil. Dan ingat — disiplin dalam pengelolaan risiko jauh lebih penting daripada ambisi meraih keuntungan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Futures bukan sekadar kontrak: panduan lengkap untuk trader pemula
Ketika kita berbicara tentang futures, ini adalah instrumen keuangan derivatif yang memungkinkan trader untuk membuat taruhan pada pergerakan harga aset tanpa harus memilikinya secara fisik. Tapi apa sebenarnya yang tersembunyi di balik definisi ini? Mengapa investor berpengalaman menggunakannya untuk melindungi portofolio, sementara spekulan melihatnya sebagai jalan menuju keuntungan cepat? Mari kita bahas secara rinci.
Memahami mekanisme: apa itu futures sebenarnya
Secara sederhana, futures adalah kesepakatan antara dua pihak untuk membeli atau menjual aset pada waktu tertentu di masa depan dengan harga yang telah disepakati sebelumnya. Kedengarannya sederhana? Dalam praktiknya, semuanya jauh lebih menarik.
Aset yang dapat diperdagangkan bisa berupa komoditas (minyak, kopi, biji-bijian), indeks saham (misalnya, S&P 500), mata uang kripto (bitcoin), atau bahkan obligasi. Keunggulan utamanya — kontrak ini sepenuhnya distandarisasi: satuan pengukuran, metode perhitungan, jumlah barang, mata uang — semuanya ditentukan secara jelas oleh bursa.
Misalnya, sebuah maskapai penerbangan yang ingin melindungi diri dari fluktuasi harga avtur. Mereka bisa membuat kontrak futures: “Kami setuju membeli 1 juta galon bahan bakar dalam 90 hari dengan harga 3 dolar per galon.” Di sisi lain — distributor bahan bakar yang juga tidak ingin mengambil risiko dan setuju dengan harga tersebut. Kedua pihak mendapatkan kepastian di masa depan.
Di mana futures diperdagangkan: bursa dan peserta
Pasar futures adalah bursa terorganisir di mana berbagai pemain bertemu. Berdasarkan data dari Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC), sebagian besar peserta adalah produsen dan konsumen barang, perusahaan yang menggunakan futures sebagai alat pengelolaan risiko bisnis.
Namun, pasar ini juga hidup berkat kekuatan ketiga — para spekulan. Mereka tidak berniat membeli bahan bakar maupun menjualnya. Tujuan mereka sederhana: jika kontrak naik harga, mereka akan menjualnya dengan harga lebih tinggi. Ini menciptakan likuiditas pasar. Semakin banyak orang yang berdagang, semakin mudah untuk membuka dan menutup posisi dengan cepat.
Semua futures dan opsi komoditas harus diperdagangkan melalui bursa dengan peserta yang terdaftar di CFTC. Ini memastikan tingkat regulasi tertentu, meskipun pasar futures tetap kurang terkendali dibandingkan pasar saham.
Penerapan praktis: bagaimana futures bekerja dalam berbagai skenario
Perlindungan dari fluktuasi harga (hedging)
Petani kedelai tahu bahwa dalam 3 bulan dia harus menjual hasil panennya. Tapi bagaimana jika harga jatuh? Dia bisa menjual kontrak futures untuk hasil panennya di masa depan dengan harga saat ini. Jika harga benar-benar turun, kerugian di futures akan tertutup oleh harga jual fisik yang lebih rendah.
Spekulasi pada pergerakan harga
Trader melihat bahwa S&P 500 tampak undervalued. Dia tidak ingin membeli saham satu per satu — itu memakan waktu. Sebagai gantinya, dia membeli kontrak futures S&P 500. Jika indeks naik 5%, posisi dia bisa meningkat jauh lebih besar berkat leverage.
Posisi short dan taruhan pada penurunan
Investor tidak hanya bisa menunggu kenaikan. Dia bisa menjual kontrak futures tanpa memiliki aset, dengan harapan harga akan turun. Jika harga turun, dia akan menutup posisi dengan keuntungan. Ini adalah instrumen untuk mereka yang melihat pasar overvalued.
Saham, obligasi, dan mata uang kripto: ragam instrumen
Ketika orang mendengar “futures itu”, sering kali mereka hanya membayangkan komoditas. Tapi spektrum ini jauh lebih luas. Bisa berdagang futures pada perusahaan tertentu, ETF (exchange-traded funds), obligasi, bahkan bitcoin.
Futures pada S&P 500 memungkinkan mendapatkan eksposur ke pasar saham AS tanpa membeli saham secara langsung. Futures pada obligasi digunakan untuk mengelola risiko suku bunga. Dan futures pada bitcoin membuka pintu ke dunia mata uang kripto bagi pemain keuangan tradisional.
Leverage: pedang bermata dua
Di sinilah mulai sensasi dan risiko secara bersamaan. Misalnya, Anda punya 1000 dolar. Di pasar saham, Anda bisa membeli saham senilai 2000 dolar (leverage 2:1). Dalam dunia futures, broker sering menawarkan leverage 10:1 atau bahkan 20:1 tergantung kontraknya.
Ini berarti, 1000 dolar Anda bisa mengendalikan aset senilai 10.000 atau 20.000 dolar. Kedengarannya menarik? Berikut perhitungannya: jika harga aset turun 5% dengan leverage 10:1, Anda akan kehilangan 50% dari investasi Anda. Dengan leverage 20:1 — seluruh modal bisa hilang.
CFTC secara terbuka memperingatkan: futures kompleks, volatil, dan tidak disarankan untuk sebagian besar investor individu. Itulah sebabnya aturan margin dan leverage di futures jauh lebih longgar dibandingkan pasar saham. Bursa menetapkan persyaratan margin, dan jika posisi Anda bergerak melawan, broker bisa meminta dana tambahan. Jika tidak ada, posisi akan ditutup dengan kerugian.
Parameter utama kontrak futures
Setiap kontrak didefinisikan secara jelas:
Pemula sering melewatkan satu hal penting: jika Anda memegang kontrak sampai jatuh tempo dan itu adalah pengiriman fisik, Anda bisa diwajibkan menerima pengiriman nyata barang tersebut. Tidak ada yang mau menerima kereta berisi babi di akhir bulan jika tidak siap.
Langkah awal: bagaimana mulai berdagang futures
Memilih broker
Buka akun di broker yang beroperasi di pasar yang Anda inginkan. Broker pasti akan menanyakan pengalaman investasi Anda, penghasilan, dan modal sendiri. Ini bukan sekadar formalitas — ini untuk menentukan risiko yang diizinkan untuk Anda ambil.
Poin penting: biaya dan komisi tidak seragam. Berbagai broker menawarkan layanan berbeda — ada yang memberikan analisis lengkap dan saran, ada yang hanya harga dan grafik. Bandingkan penawaran.
Perdagangan demo sebelum uang nyata
Banyak platform memungkinkan membuka akun demo dengan “uang virtual”. Ini alat berharga untuk belajar. Anda bisa menguji bagaimana margin bekerja secara praktis, bagaimana biaya menggerogoti keuntungan, bagaimana psikologi mempengaruhi pengambilan keputusan dalam situasi stres.
Bahkan trader berpengalaman menggunakan akun demo untuk menguji strategi baru. Luangkan waktu — selama Anda belum merasakan pasar, jangan mulai berinvestasi dengan uang nyata.
Alat dan analitik
Di akun demo, Anda akan mendapatkan akses ke berbagai alat analisis lengkap. Belajar membaca grafik, memahami volume perdagangan, mengikuti berita yang bisa mempengaruhi harga.
Mengapa futures lebih kompleks dari yang terlihat
Pasar futures menawarkan peluang besar, tetapi membutuhkan pemahaman dan disiplin. Aturan margin lebih lunak dibandingkan perdagangan sekuritas, yang menarik spekulan, tetapi juga berbahaya. Risiko berlebih adalah musuh utama.
Jika semua ini terasa terlalu rumit, pertimbangkan alternatifnya. Perdagangan opsi, misalnya, bisa memberi kontrol lebih besar terhadap risiko sambil tetap memiliki potensi keuntungan.
Kesimpulan utama: futures adalah instrumen yang kuat, tetapi bukan untuk pemula tanpa pengalaman. Belajar di akun demo, pahami mekanisme margin dan leverage, mulai dari posisi kecil. Dan ingat — disiplin dalam pengelolaan risiko jauh lebih penting daripada ambisi meraih keuntungan.