Sebuah Hipotesis Provokatif dalam Fokus Komunitas Krypto
Dalam sebuah Twitter Space terbaru, David Schwartz, Chief Technology Officer Ripple, membahas sebuah eksperimen pemikiran yang berani: Bisakah XRP secara jangka panjang mengambil alih peran US-Dolar sebagai mata uang cadangan dunia? Ahli teknologi ini mengakui bahwa ini adalah skenario ekstrem, tetapi membela hipotesis tersebut dengan argumen geopolitik yang mengejutkan dan cukup masuk akal.
Mengapa Dolar Kehilangan Dominansinya
Hipotesis utama Schwartz adalah: US-Dolar tidak akan menjadi mata uang cadangan dunia selamanya. Banyak negara di seluruh dunia sudah mulai mencari alternatif. Alasannya terletak pada distribusi manfaat ekonomi yang tidak merata – selama beberapa dekade, ekonomi AS mendapatkan keuntungan berlebih dari hegemoni mata uangnya.
Dilema Negara-Negara Kecil
Di sinilah Schwartz mengemukakan argumen yang menarik: Sementara negara besar ingin menjadikan mata uang mereka sebagai cadangan global, negara kecil dan menengah tahu bahwa mata uang mereka tidak akan pernah mencapai posisi tersebut. Oleh karena itu, mereka tidak tertarik jika negara pesaing (misalnya AS) mendapatkan manfaat tidak adil dari sistem ini. Solusinya? Sebuah mata uang digital netral yang tidak dikendalikan oleh siapapun sebagai mata uang cadangan dunia.
XRP sebagai Kompromi Netral
Di sinilah XRP masuk. Berbeda dengan mata uang nasional, XRP tidak dikendalikan oleh satu pemerintah atau kekuatan geopolitik manapun. Ini menjadikannya sebagai kompromi potensial bagi negara-negara yang menginginkan sistem cadangan yang adil dan terdesentralisasi – tanpa memberi keuntungan kepada pesaing.
Diskusi tentang Regulasi dan Masa Depan
Dalam diskusi Twitter Space, beberapa analis XRP dan profesional kripto yang sudah mapan turut serta. Salah satu topik utama adalah ketegangan yang terus berlangsung antara SEC dan Ripple, yang banyak peserta anggap sebagai kampanye regulasi yang ditujukan untuk melawan industri kripto.
Meskipun skenario Schwartz terdengar ambisius, setidaknya menunjukkan seberapa serius para pemimpin industri memandang potensi perubahan besar dalam sistem keuangan global – dan peran aset digital terdesentralisasi yang mungkin dimainkan.
Catatan: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi. Lakukan riset mandiri sebelum membuat keputusan investasi. Tanggung jawab atas semua transaksi dengan aset kripto berada di tangan Anda sendiri.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
XRP sebagai mata uang cadangan global: Mengapa CTO Ripple Schwartz percaya pada skenario ini
Sebuah Hipotesis Provokatif dalam Fokus Komunitas Krypto
Dalam sebuah Twitter Space terbaru, David Schwartz, Chief Technology Officer Ripple, membahas sebuah eksperimen pemikiran yang berani: Bisakah XRP secara jangka panjang mengambil alih peran US-Dolar sebagai mata uang cadangan dunia? Ahli teknologi ini mengakui bahwa ini adalah skenario ekstrem, tetapi membela hipotesis tersebut dengan argumen geopolitik yang mengejutkan dan cukup masuk akal.
Mengapa Dolar Kehilangan Dominansinya
Hipotesis utama Schwartz adalah: US-Dolar tidak akan menjadi mata uang cadangan dunia selamanya. Banyak negara di seluruh dunia sudah mulai mencari alternatif. Alasannya terletak pada distribusi manfaat ekonomi yang tidak merata – selama beberapa dekade, ekonomi AS mendapatkan keuntungan berlebih dari hegemoni mata uangnya.
Dilema Negara-Negara Kecil
Di sinilah Schwartz mengemukakan argumen yang menarik: Sementara negara besar ingin menjadikan mata uang mereka sebagai cadangan global, negara kecil dan menengah tahu bahwa mata uang mereka tidak akan pernah mencapai posisi tersebut. Oleh karena itu, mereka tidak tertarik jika negara pesaing (misalnya AS) mendapatkan manfaat tidak adil dari sistem ini. Solusinya? Sebuah mata uang digital netral yang tidak dikendalikan oleh siapapun sebagai mata uang cadangan dunia.
XRP sebagai Kompromi Netral
Di sinilah XRP masuk. Berbeda dengan mata uang nasional, XRP tidak dikendalikan oleh satu pemerintah atau kekuatan geopolitik manapun. Ini menjadikannya sebagai kompromi potensial bagi negara-negara yang menginginkan sistem cadangan yang adil dan terdesentralisasi – tanpa memberi keuntungan kepada pesaing.
Diskusi tentang Regulasi dan Masa Depan
Dalam diskusi Twitter Space, beberapa analis XRP dan profesional kripto yang sudah mapan turut serta. Salah satu topik utama adalah ketegangan yang terus berlangsung antara SEC dan Ripple, yang banyak peserta anggap sebagai kampanye regulasi yang ditujukan untuk melawan industri kripto.
Meskipun skenario Schwartz terdengar ambisius, setidaknya menunjukkan seberapa serius para pemimpin industri memandang potensi perubahan besar dalam sistem keuangan global – dan peran aset digital terdesentralisasi yang mungkin dimainkan.
Catatan: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi. Lakukan riset mandiri sebelum membuat keputusan investasi. Tanggung jawab atas semua transaksi dengan aset kripto berada di tangan Anda sendiri.