Ingin menghindari batasan dari bursa tradisional? Perdagangan OTC mungkin jawabanmu—tapi dengan pemahaman terhadap risikonya
Banyak investor sudah mendengar istilah OTC (Over-the-Counter), tetapi tidak banyak yang benar-benar memahaminya. Daripada menunggu pasar dibuka, perdagangan OTC memungkinkanmu melakukan transaksi kapan saja dan di mana saja, terdengar menarik, tetapi tidak sesederhana itu.
Kebenaran tentang OTC: Fleksibilitas tinggi, tapi risiko juga besar
Logika inti dari perdagangan over-the-counter (OTC) sangat sederhana—penjual dan pembeli berkomunikasi langsung, melewati perantara dan bursa. Model ini dapat digunakan di bidang Forex, CFD (Contract for Difference), dan aset kripto.
Terdengar seperti penyelamat untuk perdagangan yang demokratis, tetapi ini juga menjadi masalah. Karena tidak adanya pengawasan dari bursa pusat, pasar OTC tampak begitu bebas. Kamu bisa bertransaksi 24 jam tanpa batas waktu pasar, ini memang keuntungan bagi investor global. Namun, di balik kebebasan ini, tersembunyi risiko penipuan dan masalah likuiditas.
Mengapa OTC begitu populer di pasar keuangan?
Fleksibilitas perdagangan OTC tak tertandingi. Baik itu saham, obligasi, komoditas, maupun aset digital, investor dapat menentukan harga secara bebas berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Sebaliknya, transaksi di bursa tradisional cenderung kaku dan terikat pada order book.
Cara kerja OTC secara praktis adalah seperti ini:
Investor dapat langsung menghubungi penjual dan pembeli melalui platform yang mendukung perdagangan OTC
Tidak perlu melalui bank atau lembaga kliring pusat
Waktu transaksi tidak terbatas, bisa dilakukan kapan saja
Ketentuan transaksi dapat dinegosiasikan secara bebas oleh kedua belah pihak
Model ini sangat disukai oleh investor institusi dan trader besar. Mereka bisa membeli dan menjual aset yang tidak tersedia di bursa standar, seperti obligasi khusus, kontrak derivatif. Selain itu, karena aturan yang lebih longgar, beberapa perusahaan kecil juga memiliki peluang untuk melakukan pendanaan melalui OTC.
Kelebihan dan kekurangan nyata dari perdagangan OTC
Manfaat bagi investor:
✓ Waktu transaksi benar-benar bebas, 24 jam nonstop
✓ Bisa mengakses aset yang tidak tersedia di bursa utama
✓ Regulasi yang longgar, biaya transaksi biasanya lebih rendah
✓ Ketentuan transaksi bisa sepenuhnya disesuaikan
✓ Transaksi besar tidak akan terkena slippage secara signifikan
Tapi, ada harga yang harus dibayar di balik keunggulan ini:
✗ Kurangnya pengawasan dari pemerintah dan lembaga keuangan, risiko penipuan tinggi
✗ Likuiditas aset tidak pasti, mungkin sulit menemukan pembeli
✗ Informasi tidak transparan, mudah tertipu oleh penawaran palsu
✗ Jika terjadi sengketa, tidak ada mekanisme arbitrase yang efektif
✗ Banyak saham perusahaan yang diperdagangkan OTC mengalami volatilitas ekstrem, bahkan bisa menjadi tidak berharga sama sekali
Praktik perdagangan OTC di pasar Forex dan CFD
Dalam perdagangan Forex, model OTC sudah menjadi standar operasional. Kamu tidak melakukan transaksi melalui bursa, melainkan langsung berhadapan dengan broker. Begitu juga dengan CFD (Contract for Difference)—kamu tidak membeli aset nyata, melainkan bertaruh terhadap pergerakan harga.
Apa artinya? Lawan transaksi kamu adalah platform itu sendiri. Jika platform bangkrut atau kabur, dana kamu hilang begitu saja.
Kesimpulan: Apakah OTC cocok untukmu?
Perdagangan OTC memang fleksibel dan bebas, tetapi tingkat kebebasan tinggi berarti risiko juga tinggi. Jika kamu mencari kemudahan dan potensi keuntungan besar, OTC bisa menarik. Tapi jika kamu mengutamakan keamanan dan transparansi, bursa tradisional mungkin lebih cocok.
Sebelum memutuskan untuk terjun ke OTC, tanyakan pada dirimu sendiri:
Apakah aku benar-benar memahami reputasi lawan transaksiku?
Bisakah aku menanggung risiko likuiditas?
Apakah platform ini terdaftar dan sesuai regulasi?
Investasi selalu mengandung risiko, dan OTC tidak terkecuali. Lakukan riset, pilih platform dengan hati-hati, dan hanya investasikan dana yang mampu kamu tanggung—itulah prinsip dasar dalam berpartisipasi di perdagangan OTC.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Apakah perdagangan OTC benar-benar menguntungkan? Risiko dan peluang yang harus diketahui oleh investor
Ingin menghindari batasan dari bursa tradisional? Perdagangan OTC mungkin jawabanmu—tapi dengan pemahaman terhadap risikonya
Banyak investor sudah mendengar istilah OTC (Over-the-Counter), tetapi tidak banyak yang benar-benar memahaminya. Daripada menunggu pasar dibuka, perdagangan OTC memungkinkanmu melakukan transaksi kapan saja dan di mana saja, terdengar menarik, tetapi tidak sesederhana itu.
Kebenaran tentang OTC: Fleksibilitas tinggi, tapi risiko juga besar
Logika inti dari perdagangan over-the-counter (OTC) sangat sederhana—penjual dan pembeli berkomunikasi langsung, melewati perantara dan bursa. Model ini dapat digunakan di bidang Forex, CFD (Contract for Difference), dan aset kripto.
Terdengar seperti penyelamat untuk perdagangan yang demokratis, tetapi ini juga menjadi masalah. Karena tidak adanya pengawasan dari bursa pusat, pasar OTC tampak begitu bebas. Kamu bisa bertransaksi 24 jam tanpa batas waktu pasar, ini memang keuntungan bagi investor global. Namun, di balik kebebasan ini, tersembunyi risiko penipuan dan masalah likuiditas.
Mengapa OTC begitu populer di pasar keuangan?
Fleksibilitas perdagangan OTC tak tertandingi. Baik itu saham, obligasi, komoditas, maupun aset digital, investor dapat menentukan harga secara bebas berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Sebaliknya, transaksi di bursa tradisional cenderung kaku dan terikat pada order book.
Cara kerja OTC secara praktis adalah seperti ini:
Model ini sangat disukai oleh investor institusi dan trader besar. Mereka bisa membeli dan menjual aset yang tidak tersedia di bursa standar, seperti obligasi khusus, kontrak derivatif. Selain itu, karena aturan yang lebih longgar, beberapa perusahaan kecil juga memiliki peluang untuk melakukan pendanaan melalui OTC.
Kelebihan dan kekurangan nyata dari perdagangan OTC
Manfaat bagi investor:
✓ Waktu transaksi benar-benar bebas, 24 jam nonstop
✓ Bisa mengakses aset yang tidak tersedia di bursa utama
✓ Regulasi yang longgar, biaya transaksi biasanya lebih rendah
✓ Ketentuan transaksi bisa sepenuhnya disesuaikan
✓ Transaksi besar tidak akan terkena slippage secara signifikan
Tapi, ada harga yang harus dibayar di balik keunggulan ini:
✗ Kurangnya pengawasan dari pemerintah dan lembaga keuangan, risiko penipuan tinggi
✗ Likuiditas aset tidak pasti, mungkin sulit menemukan pembeli
✗ Informasi tidak transparan, mudah tertipu oleh penawaran palsu
✗ Jika terjadi sengketa, tidak ada mekanisme arbitrase yang efektif
✗ Banyak saham perusahaan yang diperdagangkan OTC mengalami volatilitas ekstrem, bahkan bisa menjadi tidak berharga sama sekali
Praktik perdagangan OTC di pasar Forex dan CFD
Dalam perdagangan Forex, model OTC sudah menjadi standar operasional. Kamu tidak melakukan transaksi melalui bursa, melainkan langsung berhadapan dengan broker. Begitu juga dengan CFD (Contract for Difference)—kamu tidak membeli aset nyata, melainkan bertaruh terhadap pergerakan harga.
Apa artinya? Lawan transaksi kamu adalah platform itu sendiri. Jika platform bangkrut atau kabur, dana kamu hilang begitu saja.
Kesimpulan: Apakah OTC cocok untukmu?
Perdagangan OTC memang fleksibel dan bebas, tetapi tingkat kebebasan tinggi berarti risiko juga tinggi. Jika kamu mencari kemudahan dan potensi keuntungan besar, OTC bisa menarik. Tapi jika kamu mengutamakan keamanan dan transparansi, bursa tradisional mungkin lebih cocok.
Sebelum memutuskan untuk terjun ke OTC, tanyakan pada dirimu sendiri:
Investasi selalu mengandung risiko, dan OTC tidak terkecuali. Lakukan riset, pilih platform dengan hati-hati, dan hanya investasikan dana yang mampu kamu tanggung—itulah prinsip dasar dalam berpartisipasi di perdagangan OTC.