Situasi ekonomi saat ini adalah hal yang perlu dipelajari dan diikuti dengan hati-hati, terutama ketika berbicara tentang inflasi yang merupakan fenomena ekonomi yang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat, mulai dari pembelian kebutuhan pokok hingga perencanaan investasi dan tabungan. Artikel ini akan menyajikan pandangan baru tentang kondisi inflasi, penyebab terjadinya, dan cara beradaptasi secara tepat
Apa itu inflasi
Inflasi adalah kondisi ekonomi di mana harga barang dan jasa cenderung meningkat secara terus-menerus. Dari sudut lain, inflasi juga berarti nilai uang menurun secara berkelanjutan, sehingga untuk membeli barang yang sama, diperlukan uang lebih banyak dari sebelumnya. Dengan kata lain, inflasi adalah fenomena yang menyebabkan harga barang semakin mahal dari waktu ke waktu.
Contoh kehidupan nyata dari inflasi
Bayangkan situasi Pak Korn yang memiliki uang 50 Baht. Pada masa lalu, jumlah ini cukup untuk membeli beberapa piring nasi. Tetapi seiring waktu, harga makanan terus meningkat, sehingga uang 50 Baht-nya hanya cukup untuk satu piring nasi saja. Jika kita melihat ke depan puluhan tahun lagi, harga akan mencapai 100 Baht per piring tentu saja.
Inflasi bukan hanya indikator ekonomi, tetapi juga faktor penting yang harus dipertimbangkan investor dalam pengambilan keputusan investasi di pasar saham, karena perkiraan apakah tingkat inflasi akan naik atau turun sangat berpengaruh besar terhadap kinerja pasar saham.
Siapa yang diuntungkan dari inflasi
Kelompok yang paling diuntungkan dari inflasi adalah pengusaha pribadi, pedagang, atau mereka yang memiliki pendapatan dari uang yang fleksibel untuk menyesuaikan diri, karena mereka dapat menaikkan harga barang secara bebas.
Sebaliknya, pekerja yang menerima gaji tetap berada dalam situasi yang berbeda. Meskipun gaji mereka naik, kenaikannya biasanya lebih rendah dari tingkat inflasi, sehingga daya beli mereka menurun seiring waktu.
Penyebab utama inflasi di dunia modern
Inflasi yang saat ini banyak dipahami memiliki beberapa penyebab. Pertama, setelah ekonomi global perlahan pulih dari pandemi, permintaan barang dan jasa dari konsumen melonjak secara besar-besaran (yang disebut Revenge Spending), terutama dari kelompok orang yang memiliki tabungan besar selama pandemi.
Namun masalahnya, kapasitas produksi tidak mampu mengikuti lonjakan permintaan tersebut. Selain itu, biaya produksi juga meningkat secara tiba-tiba karena harga komoditas di pasar global naik secara signifikan, termasuk minyak mentah, gas alam, batu bara, besi, dan tembaga.
Lebih jauh lagi, masalah kekurangan pasokan (Supply Chain Disruption) menjadi masalah utama, mulai dari kekurangan kontainer pengangkut barang, hingga kekurangan chip semikonduktor dalam produksi perangkat elektronik yang permintaannya meningkat karena era kerja dari rumah.
Komponen yang memicu inflasi: pandangan mendalam
Studi mendalam tentang penyebab inflasi dapat dibagi menjadi tiga poin utama:
Poin pertama: Permintaan barang mendorong kenaikan harga (Demand Pull Inflation)
Ketika konsumen ingin membeli lebih banyak barang dan jasa tetapi pasokan terbatas, penjual akan memanfaatkan peluang ini untuk menaikkan harga.
Poin kedua: Biaya produksi meningkat (Cost Push Inflation)
Ketika produsen menghadapi kenaikan biaya, mereka harus menaikkan harga barang untuk mempertahankan laba.
Poin ketiga: Pencetakan uang oleh pemerintah (Printing Money Inflation)
Ketika pemerintah menambah jumlah uang dalam sistem ekonomi secara besar-besaran, akan menyebabkan inflasi yang tinggi.
Memahami tingkat inflasi di Thailand
Menurut data dari Office of Trade Policy and Strategy pada Januari 2567, indeks harga konsumen adalah 110.3, meningkat 0.3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tingkat inflasi umum (YoY) turun menjadi 1.11%, angka terendah dalam 35 bulan terakhir.
Penurunan tingkat inflasi ini disebabkan oleh penurunan harga di kelompok energi, berkat kebijakan pemerintah untuk mengurangi biaya energi, serta penurunan harga sayur dan daging yang sebagian besar disebabkan oleh peningkatan hasil panen di pasar.
Namun, jika melihat ke masa lalu, Thailand pernah mengalami inflasi tinggi dalam situasi tertentu, seperti pada tahun 2517 yang inflasi mencapai 24.3% akibat krisis minyak yang disebabkan perang di Timur Tengah, atau pada tahun 2541 yang inflasi melewati 7.89% saat nilai tukar Baht melemah tajam.
Inflasi vs Deflasi: persamaan dan perbedaan
Deflasi adalah kondisi yang berlawanan sama sekali dengan inflasi. Di mana harga barang dan jasa menurun secara terus-menerus, bukan naik. Deflasi terjadi ketika permintaan barang menurun, atau jumlah uang yang beredar dalam sistem ekonomi tidak cukup.
Keuntungan dari deflasi mungkin terlihat baik karena harga turun, tetapi sebenarnya deflasi lebih berbahaya bagi ekonomi karena produsen tidak memiliki insentif untuk meningkatkan produksi, yang menyebabkan meningkatnya pengangguran dan perlambatan pertumbuhan ekonomi.
Inflasi
Deflasi
Harga barang dan jasa naik
Harga barang dan jasa turun
Nilai uang menurun
Nilai uang meningkat
Keuntungan: pengusaha, pemilik aset
Keuntungan: penghemat, kreditur
Kerugian: pekerja bergaji tetap
Kerugian: peminjam, investor
Pengaruh inflasi terhadap kehidupan sehari-hari
Ketika inflasi terjadi, dampaknya paling nyata dirasakan di kantong uang masyarakat. Berikut adalah perubahan harga bahan pokok dari tahun 2564 hingga 2567:
Produk
2564
2565
2566
2567
Daging babi merah
137.5 Baht/kg
205 Baht/kg
125 Baht/kg
133.31 Baht/kg
Dada ayam
67.5 Baht/kg
105 Baht/kg
80 Baht/kg
80 Baht/kg
Telur ayam (Ukuran 3)
4.45 Baht/butir
5 Baht/butir
3.83-4 Baht/butir
3.9 Baht/butir
Solar diesel
28.29 Baht/liter
34.94 Baht/liter
33.44 Baht/liter
40.24 Baht/liter
Gasohol 95
28.75 Baht/liter
37.15 Baht/liter
35.08 Baht/liter
39.15 Baht/liter
LPG
318 Baht/tabung
393 Baht/tabung
423 Baht/tabung
423 Baht/tabung
Dari tabel di atas, terlihat bahwa harga bahan pokok, terutama yang terkait energi, meningkat secara signifikan, menyebabkan biaya hidup meningkat berkali-kali lipat.
Dampak terhadap ekonomi global dan kemungkinan stagflasi
Berdasarkan data dari IMF yang diperbarui Januari 2567, ekonomi dunia diperkirakan tumbuh sebesar 3.1% di tahun 2567 dan 3.2% di tahun 2568, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.
Namun, ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa ekonomi mungkin memasuki kondisi stagflasi, yaitu situasi di mana inflasi tinggi tetapi pertumbuhan ekonomi tidak berjalan. Kebijakan moneter yang ketat, pengurangan stimulus fiskal, dan pertumbuhan produktivitas yang rendah semuanya menjadi faktor utama.
Jika Thailand benar-benar memasuki stagflasi, hal ini akan menyebabkan daya beli masyarakat menurun, pengeluaran berkurang, pengusaha menghadapi kesulitan menjual barang, memaksa mereka menurunkan harga, yang mengurangi laba dan menghambat ekspansi bisnis, bahkan memicu PHK massal, meningkatkan tingkat pengangguran, dan menutup usaha. Ini adalah perlambatan ekonomi yang tidak diinginkan siapa pun.
Kelompok bisnis yang diuntungkan dari inflasi
Dalam situasi inflasi, beberapa sektor saham dianggap mendapatkan manfaat. Saham bank, misalnya, cenderung mendapat dampak positif karena kenaikan suku bunga akan meningkatkan laba bersih dari selisih bunga.
Saham asuransi juga menarik karena banyak perusahaan asuransi berinvestasi dalam instrumen berbunga tinggi, sehingga hasil investasinya meningkat.
Sektor makanan, energi, dan komoditas lainnya juga ikut diuntungkan karena inflasi tercermin dalam harga barang. Perusahaan di sektor ini dapat menaikkan harga tanpa banyak perlawanan.
Contohnya, PT. Pertamina (Persero) yang merupakan perusahaan minyak besar di Thailand. Pada semester pertama tahun 2565, pendapatan perusahaan dan jaringan internasional mencapai 1.685.419 juta Baht, dan laba bersih 64.419 juta Baht, meningkat 12.7% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa perusahaan energi mampu menghasilkan laba besar di tengah kondisi inflasi.
Kelebihan dan kekurangan inflasi
( Kelebihan
✅ Mendorong pertumbuhan ekonomi - Ketika harga naik, pengusaha terdorong untuk memperluas bisnis, meningkatkan lapangan kerja, pendapatan masyarakat, dan perputaran uang dalam sistem ekonomi.
✅ Mengurangi pengangguran - Ekonomi yang tumbuh akan meningkatkan kebutuhan investasi dan penciptaan lapangan kerja untuk memenuhi permintaan barang dan jasa.
) Kekurangan
❌ Mengurangi daya beli konsumen - Ketika inflasi tinggi dan cepat, konsumen mampu membeli barang lebih sedikit, sehingga penjualan menurun.
❌ Ketidakseimbangan ekonomi - Jika inflasi terlalu tinggi (Hyper Inflation), akan menyebabkan keruntuhan ekonomi, peningkatan pengangguran, dan perlambatan pertumbuhan GDP.
❌ Nilai tabungan menurun - Mereka yang menyimpan uang tanpa diinvestasikan akan menyadari bahwa nilai uang mereka menyusut, menyebabkan ketidakstabilan ekonomi.
Strategi investasi saat inflasi
Dalam menghadapi inflasi, investor disarankan mempertimbangkan pilihan berikut:
Deposito berjangka dengan bunga tinggi - Membuka rekening deposito berjangka dengan bunga lebih tinggi dari biasanya bisa menjadi pilihan utama. Meskipun hasilnya mungkin tidak sebanding inflasi, ini tetap lebih baik daripada tidak berinvestasi.
Investasi dalam aset yang memiliki nilai intrinsik - Emas adalah pilihan klasik karena harga emas bergerak seiring inflasi. Semakin tinggi inflasi, semakin tinggi pula harga emas.
Properti - Investasi di rumah, tanah, atau properti sewa adalah pilihan yang tidak terlalu dipengaruhi fluktuasi saham. Selain itu, sewa biasanya mengikuti tingkat inflasi, sehingga melindungi dari risiko.
Instrumen utang berbunga variabel - Investasi dalam obligasi floating rate atau inflation-linked bonds dapat memberikan hasil yang menyesuaikan dengan suku bunga dan inflasi.
Saham sektor yang diuntungkan inflasi - Saham bank, asuransi, energi, dan makanan adalah pilihan yang baik selama periode inflasi.
Persiapan masa depan
Dalam mempersiapkan diri menghadapi inflasi, hal utama adalah merencanakan investasi secara tepat dengan menempatkan dana pada aset yang memberikan hasil lebih tinggi dari tingkat inflasi.
Selain itu, hindari berutang yang tidak menghasilkan pendapatan, dan selalu mengikuti berita ekonomi karena inflasi dan dampaknya akan mempengaruhi kehidupan kita semua. Pengetahuan tentang perubahan ekonomi sangat penting dalam pengambilan keputusan keuangan.
Kesimpulan
Situasi inflasi adalah fenomena ekonomi yang kompleks, dengan kelebihan dan kekurangannya. Dalam tingkat yang tepat, inflasi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi jika berlebihan, dapat menyebabkan kondisi hyperinflation yang parah.
Kunci utamanya adalah merencanakan investasi secara hati-hati, memilih aset yang aman, dan selalu mengikuti berita ekonomi. Dengan demikian, investor dapat mengurangi dampak inflasi dan membangun kestabilan keuangan untuk diri sendiri dan keluarga dalam jangka panjang.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Memahami inflasi dan pengaruhnya terhadap tabungan dan investasi
Situasi ekonomi saat ini adalah hal yang perlu dipelajari dan diikuti dengan hati-hati, terutama ketika berbicara tentang inflasi yang merupakan fenomena ekonomi yang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat, mulai dari pembelian kebutuhan pokok hingga perencanaan investasi dan tabungan. Artikel ini akan menyajikan pandangan baru tentang kondisi inflasi, penyebab terjadinya, dan cara beradaptasi secara tepat
Apa itu inflasi
Inflasi adalah kondisi ekonomi di mana harga barang dan jasa cenderung meningkat secara terus-menerus. Dari sudut lain, inflasi juga berarti nilai uang menurun secara berkelanjutan, sehingga untuk membeli barang yang sama, diperlukan uang lebih banyak dari sebelumnya. Dengan kata lain, inflasi adalah fenomena yang menyebabkan harga barang semakin mahal dari waktu ke waktu.
Contoh kehidupan nyata dari inflasi
Bayangkan situasi Pak Korn yang memiliki uang 50 Baht. Pada masa lalu, jumlah ini cukup untuk membeli beberapa piring nasi. Tetapi seiring waktu, harga makanan terus meningkat, sehingga uang 50 Baht-nya hanya cukup untuk satu piring nasi saja. Jika kita melihat ke depan puluhan tahun lagi, harga akan mencapai 100 Baht per piring tentu saja.
Inflasi bukan hanya indikator ekonomi, tetapi juga faktor penting yang harus dipertimbangkan investor dalam pengambilan keputusan investasi di pasar saham, karena perkiraan apakah tingkat inflasi akan naik atau turun sangat berpengaruh besar terhadap kinerja pasar saham.
Siapa yang diuntungkan dari inflasi
Kelompok yang paling diuntungkan dari inflasi adalah pengusaha pribadi, pedagang, atau mereka yang memiliki pendapatan dari uang yang fleksibel untuk menyesuaikan diri, karena mereka dapat menaikkan harga barang secara bebas.
Sebaliknya, pekerja yang menerima gaji tetap berada dalam situasi yang berbeda. Meskipun gaji mereka naik, kenaikannya biasanya lebih rendah dari tingkat inflasi, sehingga daya beli mereka menurun seiring waktu.
Penyebab utama inflasi di dunia modern
Inflasi yang saat ini banyak dipahami memiliki beberapa penyebab. Pertama, setelah ekonomi global perlahan pulih dari pandemi, permintaan barang dan jasa dari konsumen melonjak secara besar-besaran (yang disebut Revenge Spending), terutama dari kelompok orang yang memiliki tabungan besar selama pandemi.
Namun masalahnya, kapasitas produksi tidak mampu mengikuti lonjakan permintaan tersebut. Selain itu, biaya produksi juga meningkat secara tiba-tiba karena harga komoditas di pasar global naik secara signifikan, termasuk minyak mentah, gas alam, batu bara, besi, dan tembaga.
Lebih jauh lagi, masalah kekurangan pasokan (Supply Chain Disruption) menjadi masalah utama, mulai dari kekurangan kontainer pengangkut barang, hingga kekurangan chip semikonduktor dalam produksi perangkat elektronik yang permintaannya meningkat karena era kerja dari rumah.
Komponen yang memicu inflasi: pandangan mendalam
Studi mendalam tentang penyebab inflasi dapat dibagi menjadi tiga poin utama:
Poin pertama: Permintaan barang mendorong kenaikan harga (Demand Pull Inflation)
Ketika konsumen ingin membeli lebih banyak barang dan jasa tetapi pasokan terbatas, penjual akan memanfaatkan peluang ini untuk menaikkan harga.
Poin kedua: Biaya produksi meningkat (Cost Push Inflation)
Ketika produsen menghadapi kenaikan biaya, mereka harus menaikkan harga barang untuk mempertahankan laba.
Poin ketiga: Pencetakan uang oleh pemerintah (Printing Money Inflation)
Ketika pemerintah menambah jumlah uang dalam sistem ekonomi secara besar-besaran, akan menyebabkan inflasi yang tinggi.
Memahami tingkat inflasi di Thailand
Menurut data dari Office of Trade Policy and Strategy pada Januari 2567, indeks harga konsumen adalah 110.3, meningkat 0.3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tingkat inflasi umum (YoY) turun menjadi 1.11%, angka terendah dalam 35 bulan terakhir.
Penurunan tingkat inflasi ini disebabkan oleh penurunan harga di kelompok energi, berkat kebijakan pemerintah untuk mengurangi biaya energi, serta penurunan harga sayur dan daging yang sebagian besar disebabkan oleh peningkatan hasil panen di pasar.
Namun, jika melihat ke masa lalu, Thailand pernah mengalami inflasi tinggi dalam situasi tertentu, seperti pada tahun 2517 yang inflasi mencapai 24.3% akibat krisis minyak yang disebabkan perang di Timur Tengah, atau pada tahun 2541 yang inflasi melewati 7.89% saat nilai tukar Baht melemah tajam.
Inflasi vs Deflasi: persamaan dan perbedaan
Deflasi adalah kondisi yang berlawanan sama sekali dengan inflasi. Di mana harga barang dan jasa menurun secara terus-menerus, bukan naik. Deflasi terjadi ketika permintaan barang menurun, atau jumlah uang yang beredar dalam sistem ekonomi tidak cukup.
Keuntungan dari deflasi mungkin terlihat baik karena harga turun, tetapi sebenarnya deflasi lebih berbahaya bagi ekonomi karena produsen tidak memiliki insentif untuk meningkatkan produksi, yang menyebabkan meningkatnya pengangguran dan perlambatan pertumbuhan ekonomi.
Pengaruh inflasi terhadap kehidupan sehari-hari
Ketika inflasi terjadi, dampaknya paling nyata dirasakan di kantong uang masyarakat. Berikut adalah perubahan harga bahan pokok dari tahun 2564 hingga 2567:
Dari tabel di atas, terlihat bahwa harga bahan pokok, terutama yang terkait energi, meningkat secara signifikan, menyebabkan biaya hidup meningkat berkali-kali lipat.
Dampak terhadap ekonomi global dan kemungkinan stagflasi
Berdasarkan data dari IMF yang diperbarui Januari 2567, ekonomi dunia diperkirakan tumbuh sebesar 3.1% di tahun 2567 dan 3.2% di tahun 2568, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.
Namun, ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa ekonomi mungkin memasuki kondisi stagflasi, yaitu situasi di mana inflasi tinggi tetapi pertumbuhan ekonomi tidak berjalan. Kebijakan moneter yang ketat, pengurangan stimulus fiskal, dan pertumbuhan produktivitas yang rendah semuanya menjadi faktor utama.
Jika Thailand benar-benar memasuki stagflasi, hal ini akan menyebabkan daya beli masyarakat menurun, pengeluaran berkurang, pengusaha menghadapi kesulitan menjual barang, memaksa mereka menurunkan harga, yang mengurangi laba dan menghambat ekspansi bisnis, bahkan memicu PHK massal, meningkatkan tingkat pengangguran, dan menutup usaha. Ini adalah perlambatan ekonomi yang tidak diinginkan siapa pun.
Kelompok bisnis yang diuntungkan dari inflasi
Dalam situasi inflasi, beberapa sektor saham dianggap mendapatkan manfaat. Saham bank, misalnya, cenderung mendapat dampak positif karena kenaikan suku bunga akan meningkatkan laba bersih dari selisih bunga.
Saham asuransi juga menarik karena banyak perusahaan asuransi berinvestasi dalam instrumen berbunga tinggi, sehingga hasil investasinya meningkat.
Sektor makanan, energi, dan komoditas lainnya juga ikut diuntungkan karena inflasi tercermin dalam harga barang. Perusahaan di sektor ini dapat menaikkan harga tanpa banyak perlawanan.
Contohnya, PT. Pertamina (Persero) yang merupakan perusahaan minyak besar di Thailand. Pada semester pertama tahun 2565, pendapatan perusahaan dan jaringan internasional mencapai 1.685.419 juta Baht, dan laba bersih 64.419 juta Baht, meningkat 12.7% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa perusahaan energi mampu menghasilkan laba besar di tengah kondisi inflasi.
Kelebihan dan kekurangan inflasi
( Kelebihan
✅ Mendorong pertumbuhan ekonomi - Ketika harga naik, pengusaha terdorong untuk memperluas bisnis, meningkatkan lapangan kerja, pendapatan masyarakat, dan perputaran uang dalam sistem ekonomi.
✅ Mengurangi pengangguran - Ekonomi yang tumbuh akan meningkatkan kebutuhan investasi dan penciptaan lapangan kerja untuk memenuhi permintaan barang dan jasa.
) Kekurangan
❌ Mengurangi daya beli konsumen - Ketika inflasi tinggi dan cepat, konsumen mampu membeli barang lebih sedikit, sehingga penjualan menurun.
❌ Ketidakseimbangan ekonomi - Jika inflasi terlalu tinggi (Hyper Inflation), akan menyebabkan keruntuhan ekonomi, peningkatan pengangguran, dan perlambatan pertumbuhan GDP.
❌ Nilai tabungan menurun - Mereka yang menyimpan uang tanpa diinvestasikan akan menyadari bahwa nilai uang mereka menyusut, menyebabkan ketidakstabilan ekonomi.
Strategi investasi saat inflasi
Dalam menghadapi inflasi, investor disarankan mempertimbangkan pilihan berikut:
Deposito berjangka dengan bunga tinggi - Membuka rekening deposito berjangka dengan bunga lebih tinggi dari biasanya bisa menjadi pilihan utama. Meskipun hasilnya mungkin tidak sebanding inflasi, ini tetap lebih baik daripada tidak berinvestasi.
Investasi dalam aset yang memiliki nilai intrinsik - Emas adalah pilihan klasik karena harga emas bergerak seiring inflasi. Semakin tinggi inflasi, semakin tinggi pula harga emas.
Properti - Investasi di rumah, tanah, atau properti sewa adalah pilihan yang tidak terlalu dipengaruhi fluktuasi saham. Selain itu, sewa biasanya mengikuti tingkat inflasi, sehingga melindungi dari risiko.
Instrumen utang berbunga variabel - Investasi dalam obligasi floating rate atau inflation-linked bonds dapat memberikan hasil yang menyesuaikan dengan suku bunga dan inflasi.
Saham sektor yang diuntungkan inflasi - Saham bank, asuransi, energi, dan makanan adalah pilihan yang baik selama periode inflasi.
Persiapan masa depan
Dalam mempersiapkan diri menghadapi inflasi, hal utama adalah merencanakan investasi secara tepat dengan menempatkan dana pada aset yang memberikan hasil lebih tinggi dari tingkat inflasi.
Selain itu, hindari berutang yang tidak menghasilkan pendapatan, dan selalu mengikuti berita ekonomi karena inflasi dan dampaknya akan mempengaruhi kehidupan kita semua. Pengetahuan tentang perubahan ekonomi sangat penting dalam pengambilan keputusan keuangan.
Kesimpulan
Situasi inflasi adalah fenomena ekonomi yang kompleks, dengan kelebihan dan kekurangannya. Dalam tingkat yang tepat, inflasi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi jika berlebihan, dapat menyebabkan kondisi hyperinflation yang parah.
Kunci utamanya adalah merencanakan investasi secara hati-hati, memilih aset yang aman, dan selalu mengikuti berita ekonomi. Dengan demikian, investor dapat mengurangi dampak inflasi dan membangun kestabilan keuangan untuk diri sendiri dan keluarga dalam jangka panjang.