Pasar mata uang kripto telah mengalami volatilitas besar akhir pekan lalu setelah AS melakukan operasi militer di Venezuela dan menangkap Presiden Nicolás Maduro. Meskipun Bitcoin awalnya turun tajam, pasar dengan cepat pulih, sementara aset kripto terkait Presiden Donald Trump mencatat kenaikan yang mengesankan.
Operasi Militer Mendadak di Malam Hari
Dini hari Sabtu (waktu AS), pasukan khusus Delta Force AS melakukan operasi kilat di pangkalan militer Ft. Tiuna, pinggiran Caracas. Menurut pemimpin partai penguasa Venezuela Nahum Fernández, Presiden Nicolás Maduro dan istrinya Cilia Flores ditangkap di kediaman mereka dan kemudian langsung dibawa ke New York untuk menghadapi tuduhan federal terkait narkoba dan senjata.
Operasi ini berlangsung setelah berbulan-bulan AS meningkatkan kehadiran militer di kawasan Karibia, termasuk pengiriman kapal induk USS Gerald R. Ford. Presiden Donald Trump mengonfirmasi bahwa dia tidak memberi tahu Kongres sebelumnya, dengan alasan kekhawatiran bocornya informasi.
Dalam konferensi pers hari Sabtu, Trump menyatakan bahwa AS akan “sementara mengelola Venezuela” sampai negara tersebut menjalani proses transisi kekuasaan yang sesuai. Dia juga menekankan bahwa Venezuela memiliki lebih dari 300 miliar barel minyak, dengan nilai total diperkirakan melebihi 17.000 miliar USD berdasarkan harga saat ini.
Respon Pasar Kripto
Segera setelah berita tentang operasi militer diumumkan sekitar pukul 2 pagi (ET), Bitcoin bereaksi negatif, merosot ke level terendah sekitar 89.571 USD. Namun, tekanan jual tidak bertahan lama. Hingga hari Minggu, Bitcoin pulih dan kembali diperdagangkan di atas angka 91.000 USD, menunjukkan bahwa psikologi pasar mulai stabil setelah kejutan awal.
Perkembangan ini mencerminkan karakteristik khas pasar crypto: bereaksi kuat terhadap peristiwa geopolitik mendadak, tetapi juga cepat menyesuaikan diri saat investor menilai ulang risiko dan dampak nyata.
Token Terkait Trump Secara Serentak Mengalami Kenaikan Harga
Berbeda dengan volatilitas Bitcoin, proyek kripto yang terkait dengan nama Trump mendapatkan manfaat nyata dari berita ini:
WLFI (World Liberty Financial) naik lebih dari 16%, mendekati 0,18 USD. TRUMP memecoin naik sekitar 7,5%, mencapai 5,40 USD dan kembali masuk dalam kelompok 100 altcoin dengan kapitalisasi pasar terbesar.
Kenaikan harga ini menunjukkan bahwa aliran dana spekulatif tetap sangat sensitif terhadap peristiwa politik besar, terutama berita yang memperkuat citra kekuasaan dan pengaruh Trump di panggung internasional.
Kontroversi Politik dan Dampak Tidak Langsung ke Pasar
Operasi militer ini juga memicu gelombang perdebatan sengit di dalam negeri AS. Pemimpin Partai Demokrat di Senat, Chuck Schumer, mengkritik tindakan ini sebagai “berani nekat” dan memperingatkan bahwa pengumuman AS mengelola Venezuela bisa “menimbulkan ketakutan di kalangan rakyat AS”. Ketidaksetujuan Demokrat semakin kuat karena tidak adanya persetujuan dari Kongres.
Di platform prediksi politik seperti Kalshi dan Polymarket, kemungkinan Trump akan diadili dalam masa jabatannya saat ini tidak meningkat secara signifikan seperti rumor awal. Bahkan, menurut Polymarket, probabilitas diadili sebelum 31/12/2026 justru menurun sekitar 3% setelah kejadian ini.
Kesimpulan
Peristiwa penangkapan Presiden Venezuela oleh AS bukan hanya kejutan geopolitik, tetapi juga memicu reaksi beragam di pasar keuangan dan kripto. Bitcoin menunjukkan kemampuan pulih cepat setelah volatilitas, sementara token terkait Trump menjadi pusat perhatian aliran dana spekulatif.
Dalam konteks geopolitik yang semakin tidak pasti, pasar crypto sekali lagi membuktikan bahwa ia tidak hanya dipengaruhi oleh faktor teknis atau siklus ekonomi, tetapi juga sangat responsif terhadap kekuasaan politik dan keputusan global.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Trump Tokens Meningkat Setelah Kampanye Militer AS di Venezuela
Pasar mata uang kripto telah mengalami volatilitas besar akhir pekan lalu setelah AS melakukan operasi militer di Venezuela dan menangkap Presiden Nicolás Maduro. Meskipun Bitcoin awalnya turun tajam, pasar dengan cepat pulih, sementara aset kripto terkait Presiden Donald Trump mencatat kenaikan yang mengesankan. Operasi Militer Mendadak di Malam Hari Dini hari Sabtu (waktu AS), pasukan khusus Delta Force AS melakukan operasi kilat di pangkalan militer Ft. Tiuna, pinggiran Caracas. Menurut pemimpin partai penguasa Venezuela Nahum Fernández, Presiden Nicolás Maduro dan istrinya Cilia Flores ditangkap di kediaman mereka dan kemudian langsung dibawa ke New York untuk menghadapi tuduhan federal terkait narkoba dan senjata. Operasi ini berlangsung setelah berbulan-bulan AS meningkatkan kehadiran militer di kawasan Karibia, termasuk pengiriman kapal induk USS Gerald R. Ford. Presiden Donald Trump mengonfirmasi bahwa dia tidak memberi tahu Kongres sebelumnya, dengan alasan kekhawatiran bocornya informasi. Dalam konferensi pers hari Sabtu, Trump menyatakan bahwa AS akan “sementara mengelola Venezuela” sampai negara tersebut menjalani proses transisi kekuasaan yang sesuai. Dia juga menekankan bahwa Venezuela memiliki lebih dari 300 miliar barel minyak, dengan nilai total diperkirakan melebihi 17.000 miliar USD berdasarkan harga saat ini. Respon Pasar Kripto Segera setelah berita tentang operasi militer diumumkan sekitar pukul 2 pagi (ET), Bitcoin bereaksi negatif, merosot ke level terendah sekitar 89.571 USD. Namun, tekanan jual tidak bertahan lama. Hingga hari Minggu, Bitcoin pulih dan kembali diperdagangkan di atas angka 91.000 USD, menunjukkan bahwa psikologi pasar mulai stabil setelah kejutan awal. Perkembangan ini mencerminkan karakteristik khas pasar crypto: bereaksi kuat terhadap peristiwa geopolitik mendadak, tetapi juga cepat menyesuaikan diri saat investor menilai ulang risiko dan dampak nyata. Token Terkait Trump Secara Serentak Mengalami Kenaikan Harga Berbeda dengan volatilitas Bitcoin, proyek kripto yang terkait dengan nama Trump mendapatkan manfaat nyata dari berita ini: WLFI (World Liberty Financial) naik lebih dari 16%, mendekati 0,18 USD. TRUMP memecoin naik sekitar 7,5%, mencapai 5,40 USD dan kembali masuk dalam kelompok 100 altcoin dengan kapitalisasi pasar terbesar. Kenaikan harga ini menunjukkan bahwa aliran dana spekulatif tetap sangat sensitif terhadap peristiwa politik besar, terutama berita yang memperkuat citra kekuasaan dan pengaruh Trump di panggung internasional. Kontroversi Politik dan Dampak Tidak Langsung ke Pasar Operasi militer ini juga memicu gelombang perdebatan sengit di dalam negeri AS. Pemimpin Partai Demokrat di Senat, Chuck Schumer, mengkritik tindakan ini sebagai “berani nekat” dan memperingatkan bahwa pengumuman AS mengelola Venezuela bisa “menimbulkan ketakutan di kalangan rakyat AS”. Ketidaksetujuan Demokrat semakin kuat karena tidak adanya persetujuan dari Kongres. Di platform prediksi politik seperti Kalshi dan Polymarket, kemungkinan Trump akan diadili dalam masa jabatannya saat ini tidak meningkat secara signifikan seperti rumor awal. Bahkan, menurut Polymarket, probabilitas diadili sebelum 31/12/2026 justru menurun sekitar 3% setelah kejadian ini. Kesimpulan Peristiwa penangkapan Presiden Venezuela oleh AS bukan hanya kejutan geopolitik, tetapi juga memicu reaksi beragam di pasar keuangan dan kripto. Bitcoin menunjukkan kemampuan pulih cepat setelah volatilitas, sementara token terkait Trump menjadi pusat perhatian aliran dana spekulatif. Dalam konteks geopolitik yang semakin tidak pasti, pasar crypto sekali lagi membuktikan bahwa ia tidak hanya dipengaruhi oleh faktor teknis atau siklus ekonomi, tetapi juga sangat responsif terhadap kekuasaan politik dan keputusan global.