Likuiditas Forex adalah pentingnya yang harus diketahui trader sebelum memasuki pasar

Jika Anda baru memulai trading di pasar Forex, kata liquidity (likuiditas) mungkin terdengar misterius, tetapi sebenarnya ini adalah faktor yang mempengaruhi keuntungan dan kerugian Anda setiap kali Anda menekan tombol order. Artikel ini akan menjelaskan kebingungan tersebut secara jelas.

Liquidity di pasar Forex apa itu? Pahami dengan mudah

Liquidity berarti kemampuan untuk mengubah aset menjadi uang tunai dengan cepat tanpa menyebabkan penurunan harga yang signifikan. Bayangkan Anda ingin menjual barang, jika barang tersebut banyak pembelinya, harga akan turun sedikit (likuiditas tinggi), tetapi jika tidak ada yang mau membeli, Anda harus menurunkan harga secara besar-besaran (likuiditas rendah).

Di pasar Forex yang jumlah trader EUR/USD sangat besar, harga cenderung stabil dan tidak sulit diakses karena selalu ada penjual dan pembeli. Sebaliknya, pasangan mata uang yang jarang diperdagangkan seperti USD/TRY memiliki volume trading yang kecil, sehingga harga meloncat-loncat dan spread (perbedaan antara harga beli dan jual) menjadi lebih lebar.

Mengapa Liquidity penting dalam trading Forex?

Likuiditas tinggi memberikan tiga manfaat utama:

1. Mengurangi biaya trading - Spread yang sempit berarti Anda menghemat uang setiap kali membuka posisi. Jika sering trading, penghematan ini akan terkumpul menjadi jumlah yang besar.

2. Mengurangi risiko Slippage - Saat harga bergerak secara tiba-tiba, order Anda mungkin terisi di harga yang berbeda dari yang diharapkan (slippage). Di pasar dengan liquidity tinggi, fenomena ini terjadi lebih jarang.

3. Kemudahan menutup posisi - Jika Anda ingin keluar dari trading saat ini di pasar dengan liquidity tinggi, Anda akan selalu menemukan pembeli, tidak perlu menunggu lama.

5 sinyal yang menunjukkan pasar Forex memiliki Liquidity tinggi atau rendah

Cara 1: Perhatikan spread (Bid-Ask Spread)

  • Spread sempit = liquidity tinggi (Biasanya EUR/USD sekitar 1-2 pips)
  • Spread lebar = liquidity rendah (Beberapa pasangan bisa 10-50 pips)

Cara 2: Perhatikan volume trading (Volume)

  • Volume trading EUR/USD terbesar di Forex = liquidity sangat baik
  • Volume USD/JPY nomor 2 = liquidity baik
  • Volume GBP/ZAR sangat kecil = liquidity buruk

Cara 3: Amati pergerakan harga

  • Harga bergerak mulus = pasar dalam dan liquidity tinggi
  • Harga meloncat-loncat = pasar dangkal dan liquidity rendah

Cara 4: Periksa Market Depth

  • Banyak lapisan order beli dan jual = liquidity tinggi
  • Hanya beberapa lapisan saja = liquidity rendah

Cara 5: Perhatikan waktu operasional

  • Antara 8:00-17:00 GMT (tumpang tindih London-New York) = puncak liquidity
  • Di luar waktu tersebut, seperti awal Asia dan akhir Amerika = liquidity menurun secara signifikan

Gambaran pasangan mata uang dengan Liquidity tertinggi

EUR/USD menduduki peringkat 1 dengan volume trading terbesar di dunia. Mata uang dari dua ekonomi terbesar ini memiliki liquidity super tinggi, spread biasanya tetap di 0.5-2 pips.

USD/JPY di posisi kedua, Yen Jepang dianggap sebagai mata uang “safe haven” yang selalu dicari investor. Saat pasar sedang cemas, liquidity tetap kuat.

GBP/USD di posisi ketiga, Pound Inggris adalah mata uang bersejarah panjang. Saat sesi London, liquidity sering melonjak.

USD/CHF adalah pasangan yang “safe”, Franc Swiss selalu memiliki liquidity stabil. Hanya saat krisis keuangan global, liquidity meningkat secara signifikan.

AUD/USD penting di Asia, Australia mengekspor banyak emas dan komoditas, sehingga liquidity baik terutama saat sesi Asia-Pasifik.

Sisi gelap Forex: pasangan mata uang dengan Liquidity sangat rendah

USD/SEK (Krona Swedia), meskipun Swedia negara maju, namun krona kurang likuid dibanding pasangan utama, spread bisa melejit.

GBP/ZAR (Rand Afrika Selatan), pasangan ini sangat tidak likuid, spread melebar di berbagai waktu.

USD/TRY (Lira Turki), Lira sering berfluktuasi karena ketidakstabilan ekonomi, menyebabkan liquidity turun dan spread melebar serta slippage meningkat.

EUR/HUF (Forint Hongaria), pasangan kecil ini memiliki liquidity yang sangat terbatas, spread melebar dan pasar tidak stabil.

Liquidity berubah sepanjang hari, Anda harus tahu

Liquidity di pasar Forex tidak konstan selama 24 jam. Misalnya:

  • 8:00-12:00 GMT (Pembukaan London) = momentum dan liquidity meningkat
  • 13:00-17:00 GMT (Overlap London-New York) = puncak liquidity, ini adalah “golden hour” untuk trader
  • 17:00-22:00 GMT (Sesi New York) = liquidity tetap tinggi
  • 22:00-08:00 GMT (Sesi Asia-Pasifik) = liquidity menurun, kecuali AUD/USD yang tetap baik

Berita ekonomi penting seperti pengumuman bank sentral, laporan ketenagakerjaan, data inflasi, menarik trader dan meningkatkan liquidity secara signifikan.

Volatilitas (Volatility) dan Liquidity, apa bedanya?

Volatilitas = seberapa cepat harga berubah (harga bergejolak)

  • Pasangan utama biasanya memiliki volatilitas rendah
  • Pasangan langka memiliki volatilitas tinggi

Liquidity = berapa banyak harga turun saat dijual (ada yang membeli)

  • Pasangan utama memiliki liquidity tinggi
  • Pasangan langka memiliki liquidity rendah

Keterkaitan: Pasar dengan liquidity rendah sering kali juga sangat volatil, karena order kecil bisa mengguncang harga dengan mudah. Sebaliknya, pasar dengan liquidity tinggi cenderung stabil dan tidak terlalu bergejolak.

Siapa yang menyediakan Liquidity di pasar Forex?

Bukan alam yang menciptakan liquidity, melainkan manusia dan institusi:

  • Bank sentral - melakukan intervensi besar dan menyediakan liquidity
  • Bank komersial besar - pemain utama di pasar
  • Hedge Funds (Hedge Funds) - trading dalam volume besar
  • Broker Forex - menyediakan liquidity untuk trader ritel
  • Trader ritel - meskipun kecil, secara kolektif turut berkontribusi

Penyedia liquidity yang kuat akan membuat pasar lebih stabil dan aman.

Faktor apa saja yang mempengaruhi Liquidity Forex?

( Faktor 1: Waktu Pasar Forex tidak tidur, tetapi aktif hanya di waktu tertentu. Overlap London-New York adalah waktu paling ramai.

) Faktor 2: Berita Data ketenagakerjaan, GDP, pengumuman suku bunga, berita ekonomi negara tertentu = meningkatkan liquidity secara besar-besaran.

Faktor 3: Kepercayaan pasar

Pasar yang tenang dan percaya diri akan meningkatkan liquidity. Ketika pasar penuh ketidakpastian, liquidity menurun.

Tips kecil untuk pemula

Jika Anda baru mulai trading Forex, kelola risiko ini:

  1. Pilih pasangan dengan liquidity tinggi - seperti EUR/USD, USD/JPY untuk menghindari spread lebar dan slippage besar
  2. Trading di jam puncak - masuk pasar saat liquidity sedang tinggi, yaitu saat overlap London-New York
  3. Periksa kalender ekonomi - hindari trading saat berita besar keluar, karena liquidity bisa menurun
  4. Kenali Market Depth - lihat berapa lapisan order beli dan jual, semakin banyak semakin baik

Kesimpulan

Liquidity adalah napas pasar Forex. Memahaminya dengan benar akan membantu Anda menghemat biaya, mengurangi risiko, dan trading dengan lebih nyaman. Interaksi antara Liquidity dan volatilitas menunjukkan bahwa pasangan yang Anda pilih harus sesuai dengan pengalaman dan modal Anda.

Dengan memahami arti liquidity berarti kemudahan mengubah aset menjadi uang, Anda akan tahu mengapa pasangan utama lebih diminati trader daripada pasangan baru 🚀.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)