Pullback dan Throwback yang perlu diketahui trader: Panduan untuk memahami dan menerapkannya

Mengapa Banyak Trader Bingung Antara Pull Back dan Reversal

Jika Anda adalah trader yang baru memulai, Anda mungkin akan menemukan bahwa Pullback tampak seperti Pola Reversal yang menunjukkan pembalikan arah, yang dapat menyebabkan pengambilan keputusan trading yang salah. Alasan paling sederhana adalah kedua pola ini memiliki karakteristik penyesuaian harga yang mirip, tetapi hasil akhirnya sangat berbeda.

Hal pertama yang harus dipahami adalah Pullback dan Throwback adalah penarikan harga dalam jangka waktu singkat tanpa merusak tren utama yang sedang berlangsung. Sedangkan Pola Reversal adalah pembalikan tren yang sebenarnya, biasanya disertai dengan pecahnya support atau resistance dan volume perdagangan yang meningkat secara signifikan.

Apa Sebenarnya Pullback dan Throwback

Pullback adalah penarikan harga ke arah yang berlawanan dalam tren turun. Ketika harga turun dan kemudian sedikit menguat tetapi tidak menembus resistance, lalu harga kembali turun untuk membentuk titik terendah baru (Lower Low) sesuai tren turun.

Throwback adalah hal yang sama tetapi dalam tren naik. Harga naik lalu mengalami koreksi ke bawah tetapi tidak menembus support, kemudian harga melonjak kembali untuk membentuk titik tertinggi baru (Higher High).

Kedua pola ini terjadi karena investor yang sebelumnya masuk mulai menutup posisi dan mengunci keuntungan, sehingga harga mengalami penyesuaian. Namun, ini hanyalah pengambilan keuntungan sebagian dari pasar, bukan perubahan tren yang sebenarnya. Ketika harga berhenti di support atau resistance lama, trader baru akan kembali masuk dan melakukan transaksi, sehingga harga bergerak kembali ke arah tren sebelumnya.

Perbedaan Utama Antara Pull Back/Throwback dan Reversal

1. Pemeriksaan Support dan Resistance

Ketika terjadi Pullback atau Throwback, harga tidak merusak support atau resistance yang ada, hanya melakukan penyesuaian. Tetapi jika terjadi Reversal, harga akan menembus support atau resistance secara jelas, terutama jika resistance tersebut kuat. Ini menunjukkan bahwa koreksi tersebut lebih berpeluang menjadi Reversal.

2. Volume Perdagangan (Volume)

Pullback biasanya disertai volume perdagangan yang rendah, memberi kesan penurunan yang pelan-pelan. Sebaliknya, Reversal biasanya disertai volume besar, menandakan kekuatan besar yang mengonfirmasi pembalikan arah.

Strategi Trading Pull Back dan Throwback yang Efektif

Strategi 1: Trading saat Breakout

Ketika harga menembus support atau resistance (Breakout), biasanya diikuti oleh Pullback dan Throwback untuk menguji kembali level tersebut. Caranya:

  • Tunggu harga melakukan Breakout secara jelas
  • Jangan buru-buru membeli saat itu juga, tunggu koreksi harga
  • Saat harga Pullback atau Throwback menguji support/resistance lama, masuklah posisi di level tersebut
  • Tempatkan Stop Loss di titik terendah dari candle yang melakukan Breakout

Strategi 2: Trading mengikuti pola ladder

Dalam tren yang jelas, harga akan bergerak seperti tangga, yaitu:

  • Tren naik: harga membentuk Higher Low secara berurutan. Cari support untuk Throwback dan masuk posisi buy
  • Tren turun: harga membentuk Lower High secara berurutan. Cari resistance untuk Pullback dan masuk posisi sell
  • Tempatkan Stop Loss jika harga menembus support atau resistance tersebut

Strategi 3: Menggunakan garis tren (Trendline)

Pull Back dan Throwback dapat terjadi di garis tren. Anda bisa menggunakan:

  • Garis tren yang digambar sendiri
  • Moving Average (MA) sebagai pengganti

Caranya:

  • Tren naik: tunggu Throwback yang menguji MA atau garis tren (yang berfungsi sebagai support) lalu masuk posisi buy
  • Tren turun: tunggu Pullback yang menguji MA atau garis tren (yang berfungsi sebagai resistance) lalu masuk posisi sell

Strategi 4: Menggunakan Fibonacci

Dalam tren yang kuat, Pullback dan Throwback biasanya tidak melebihi 23.6%, 38.2%, atau 50% dari level Fibonacci:

  • Tren naik: bagi posisi buy di level 23.6%, 38.2%, 50% dari Throwback
  • Tren turun: bagi posisi sell di level 23.6%, 38.2%, 50% dari Pullback
  • Tempatkan Stop Loss jika harga menembus level 50%

Ringkasan dan Saran untuk Trading Pull Back

Pullback dan Throwback bukan sekadar koreksi alami pasar, tetapi juga titik masuk yang berisiko rendah jika Anda tahu cara mengidentifikasi dan menggunakannya dengan benar. Dengan menggabungkan alat lain seperti Garis Tren, MA, Fibonacci, atau analisis Volume, Anda dapat meningkatkan akurasi trading secara signifikan. Intinya adalah menunggu Pullback terjadi secara jelas sebelum masuk posisi, bukan mengikuti langsung dari awal. Inilah keunggulan trading menggunakan Pull Back untuk mendapatkan keuntungan.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)