Kamu sering jatuh di kontrak? Mungkin bukan pasarnya yang terlalu liar, tapi kamu sendiri yang belum paham caranya.
Sudah hampir sepuluh tahun trading, saya sadar satu hal: dari semua yang kena likuidasi, sembilan dari sepuluh bukan gara-gara apes, tapi memang dari awal nggak pernah mikir soal kontrol risiko. Hari ini saya bongkar beberapa jurus yang benar-benar nyata.
**Apakah leverage tinggi pasti berbahaya? Mungkin kamu salah paham** Pakai leverage 100x terdengar menakutkan? Kuncinya lihat seberapa banyak uang yang berani kamu taruh. Misal kamu cuma pakai 1% dari dana akun untuk buka posisi, walaupun leverage sampai 100x, risiko nyatanya sama saja dengan fluktuasi 1% kalau kamu all-in spot. Ingat rumus ini: Risiko sebenarnya = leverage × proporsi dana yang digunakan. Matematika tidak pernah bohong.
**Kenapa trader berpengalaman suka pakai stop loss?** Tahun lalu saat pasar anjlok, data menunjukkan hampir 80% retail yang kena likuidasi melakukan satu kesalahan yang sama—rugi 5% di akun masih ngotot nggak mau cut loss. Trader yang bertahan lama sepakat: kerugian per posisi nggak boleh lebih dari 2% total modal. Ini bukan soal pengecut, tapi biar ada jalan pulang.
**Sebelum buka posisi, hitung dulu** Ada rumus simpel dan to the point: jumlah maksimal yang bisa kamu taruh = (total modal × 2%) ÷ (batas stop loss × leverage).
Contoh: kamu punya 50.000, maksimal siap rugi 2% (yaitu 1.000), pakai leverage 10x, berarti maksimal cuma boleh taruh 5.000. Hitung matang sebelum eksekusi, jangan asal nebak.
**Ambil untung juga harus ada aturannya** Sudah profit, gimana cara keluar? Tiga langkah: naik 20% jual sepertiga, naik ke 50% jual sepertiga lagi, sisanya kalau turun tembus MA 5 hari langsung keluar semua. Tahun lalu ada yang pakai cara ini, modal 50 ribu jadi 1 juta. Serakah itu biasanya pembunuh profit.
**Kasih asuransi ke posisi kamu** Kalau sedang pegang posisi, bisa pakai 1% dari modal untuk beli put option sebagai pelindung, bisa menahan 80% risiko kejutan. Tahun lalu saat kejadian black swan, pakai cara ini bisa selamatkan 23% modal—biarpun keluar duit sedikit, tapi saat kritis bisa menyelamatkan semuanya.
**Trading itu bisa dihitung untung-ruginya** Ada rumus ekspektasi profit: (win rate × rata-rata profit) - (loss rate × rata-rata rugi). Kalau tiap kali rugi maksimal 2%, tapi saat untung bisa ambil 20%, meski win rate cuma 34%, dalam jangka panjang tetap untung. Logika matematikanya jelas.
**Empat aturan wajib diingat** 1. Rugi per posisi maksimal 2% dari modal 2. Jumlah trading setahun maksimal 20 kali 3. Risk reward minimal 3:1 4. 70% waktu stay out, cuma masuk saat peluang yakin tinggi
Trading itu bukan soal feeling, tapi disiplin. Bikin aturan, patuhi, baru bisa bertahan lama di pasar ini.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
16 Suka
Hadiah
16
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
OnChainSleuth
· 2025-12-07 09:56
Bagian stop loss ini benar-benar adalah titik lemah, saya sudah melihat terlalu banyak orang yang "mati" di sini.
Lihat AsliBalas0
AirdropJunkie
· 2025-12-07 07:33
Ini lagi-lagi omongan yang sama. Setiap kali selalu bilang manajemen risiko, manajemen risiko, tapi yang benar-benar bisa bertahan dengan batas 2% itu ada berapa orang sih?
Lihat AsliBalas0
SandwichDetector
· 2025-12-04 16:40
Matematika tidak akan menipu, tetapi manusialah yang menipu dirinya sendiri. Inilah kebenaran di balik likuidasi total.
Lihat AsliBalas0
AlwaysQuestioning
· 2025-12-04 16:37
2% cut loss memang sudah sering dibahas, tapi saya menemukan kebanyakan orang sama sekali tidak bisa menjalankannya, begitu turun langsung ingin average down...
Lihat AsliBalas0
ChainComedian
· 2025-12-04 16:37
Orang ini benar sekali, hanya saja terlalu banyak orang yang tidak mau mendengarkan.
Lihat AsliBalas0
OptionWhisperer
· 2025-12-04 16:26
Gila, logika manajemen risiko ini harus aku screenshot buat kasih lihat ke teman-teman yang masih ngeyel tahan posisi.
#特朗普数字资产政策新方向 $BTC $ETH
Kamu sering jatuh di kontrak? Mungkin bukan pasarnya yang terlalu liar, tapi kamu sendiri yang belum paham caranya.
Sudah hampir sepuluh tahun trading, saya sadar satu hal: dari semua yang kena likuidasi, sembilan dari sepuluh bukan gara-gara apes, tapi memang dari awal nggak pernah mikir soal kontrol risiko. Hari ini saya bongkar beberapa jurus yang benar-benar nyata.
**Apakah leverage tinggi pasti berbahaya? Mungkin kamu salah paham**
Pakai leverage 100x terdengar menakutkan? Kuncinya lihat seberapa banyak uang yang berani kamu taruh. Misal kamu cuma pakai 1% dari dana akun untuk buka posisi, walaupun leverage sampai 100x, risiko nyatanya sama saja dengan fluktuasi 1% kalau kamu all-in spot. Ingat rumus ini: Risiko sebenarnya = leverage × proporsi dana yang digunakan. Matematika tidak pernah bohong.
**Kenapa trader berpengalaman suka pakai stop loss?**
Tahun lalu saat pasar anjlok, data menunjukkan hampir 80% retail yang kena likuidasi melakukan satu kesalahan yang sama—rugi 5% di akun masih ngotot nggak mau cut loss. Trader yang bertahan lama sepakat: kerugian per posisi nggak boleh lebih dari 2% total modal. Ini bukan soal pengecut, tapi biar ada jalan pulang.
**Sebelum buka posisi, hitung dulu**
Ada rumus simpel dan to the point: jumlah maksimal yang bisa kamu taruh = (total modal × 2%) ÷ (batas stop loss × leverage).
Contoh: kamu punya 50.000, maksimal siap rugi 2% (yaitu 1.000), pakai leverage 10x, berarti maksimal cuma boleh taruh 5.000. Hitung matang sebelum eksekusi, jangan asal nebak.
**Ambil untung juga harus ada aturannya**
Sudah profit, gimana cara keluar? Tiga langkah: naik 20% jual sepertiga, naik ke 50% jual sepertiga lagi, sisanya kalau turun tembus MA 5 hari langsung keluar semua. Tahun lalu ada yang pakai cara ini, modal 50 ribu jadi 1 juta. Serakah itu biasanya pembunuh profit.
**Kasih asuransi ke posisi kamu**
Kalau sedang pegang posisi, bisa pakai 1% dari modal untuk beli put option sebagai pelindung, bisa menahan 80% risiko kejutan. Tahun lalu saat kejadian black swan, pakai cara ini bisa selamatkan 23% modal—biarpun keluar duit sedikit, tapi saat kritis bisa menyelamatkan semuanya.
**Trading itu bisa dihitung untung-ruginya**
Ada rumus ekspektasi profit: (win rate × rata-rata profit) - (loss rate × rata-rata rugi). Kalau tiap kali rugi maksimal 2%, tapi saat untung bisa ambil 20%, meski win rate cuma 34%, dalam jangka panjang tetap untung. Logika matematikanya jelas.
**Empat aturan wajib diingat**
1. Rugi per posisi maksimal 2% dari modal
2. Jumlah trading setahun maksimal 20 kali
3. Risk reward minimal 3:1
4. 70% waktu stay out, cuma masuk saat peluang yakin tinggi
Trading itu bukan soal feeling, tapi disiplin. Bikin aturan, patuhi, baru bisa bertahan lama di pasar ini.