Michael Saylor terus menyerukan pembelian Bitcoin pada saat Good Friday, di tengah kondisi harga BTC yang saat ini diperdagangkan sekitar 67.000 USD, jauh lebih rendah dibandingkan dengan harga rata-rata biaya perolehan 75.694 USD milik Strategy. Dengan jumlah kepemilikan mencapai 762.099 BTC, pesan Saylor tetap tidak berubah: volatilitas jangka pendek tidak mengubah keyakinan jangka panjang terhadap Bitcoin.
Pernyataan ini segera mendapat dukungan dari beberapa pengikut Bitcoin seperti Lark Davis. Namun demikian, pernyataan tersebut juga menuai kritik dari Dan Gambardello, yang berpendapat bahwa memanfaatkan hari raya keagamaan untuk melontarkan seruan membeli Bitcoin kurang berkelas. Respons yang beragam ini menunjukkan bahwa Saylor masih merupakan sosok yang mampu memicu perdebatan sengit setiap kali ia berbicara.
Sebelumnya, Strategy telah membeli tambahan 47.455 BTC senilai 3,3 miliar USD sejak pertengahan Februari, sehingga terus memperkuat posisinya sebagai salah satu organisasi dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di pasar. Meskipun harga BTC berada di bawah harga rata-rata modal perusahaan, strategi akumulasi jangka panjang mereka belum menunjukkan tanda-tanda perubahan.
Dalam jangka pendek, seruan Saylor mungkin tidak cukup untuk langsung menciptakan dorongan harga. Namun, dari sisi psikologi pasar, seruan tersebut terus menekankan satu argumen yang sudah familiar: bagi mereka yang memandang Bitcoin sebagai aset cadangan jangka panjang, koreksi-koreksi biasanya hanya menjadi kesempatan untuk akumulasi tambahan.