Altcoin menunjukkan bullish divergence langka saat ARB, OP, dan W masuk ke zona beli sementara para trader mengawasi dominasi Bitcoin.
Pasar altcoin sedang menampilkan pola teknikal langka setelah berminggu-minggu tekanan turun.
Analis kripto Michaël van de Poppe menyoroti adanya bullish divergence yang menguat di total grafik market cap altcoin dengan pengecualian Bitcoin dan Ethereum.
Harga sempat menekan ke titik terendah baru pada akhir Maret, namun indikator momentum mempertahankan level yang lebih kuat dibanding Februari. Kesenjangan seperti itu sering kali menandakan kelelahan penjual dan meningkatnya minat akumulasi.
Pemantulan cepat pada 29 Maret menambah bobot pada setup tersebut dan mendorong beberapa altcoin besar masuk ke zona beli yang menjadi perhatian ketat.
Baca juga:
Market Cap Altcoin Turun saat Bitcoin Menggerakkan Arah Pasar Kripto
Menurut van de Poppe, divergence pertama kali muncul pada Februari. Divergence itu menguat lebih lanjut ketika altcoin mencetak lower low pada 30 Maret.
Namun, indeks kekuatan relatif terus membentuk higher low selama rentang yang sama. Pola ini biasanya mencerminkan melemahnya momentum sisi bawah.
Pantulan yang menyusul memberi para trader struktur teknikal yang lebih bersih.
Selain sinyal pasar yang lebih luas, analis menyoroti Arbitrum, Optimism, Wormhole, dan Renzo sebagai area akumulasi yang menonjol. Gerakan itu terjadi saat Bitcoin menghindari penurunan lebih dalam ke level terendah terbaru, sehingga memunculkan pembahasan baru seputar rotasi modal.
Partisipan pasar di media sosial menggambarkan setup ini sebagai kondusif tetapi rapuh.
Beberapa tanggapan mencatat bahwa kenaikan yang berkelanjutan masih bergantung pada dominasi Bitcoin yang mendingin lebih lanjut. Itu tetap menjadi salah satu kondisi utama untuk terjadinya breakout altcoin yang lebih luas.
Beberapa sinyal menarik di sebagian besar pasar #Altcoin.
Divergence bullish yang kuat sedang dibangun sejak Februari, dan menjadi lebih kuat saat lower low baru dicetak kemarin, diikuti oleh bounce cepat ke atas.
Apakah kita akan melihat rotasi ke atas tanpa #Bitcoin menyapu… pic.twitter.com/OVr2YruetU
— Michaël van de Poppe (@CryptoMichNL) March 30, 2026
Di antara token yang disorot, Arbitrum tetap menjadi salah satu nama yang paling banyak dipantau.
ARB diperdagangkan di $0.09116 pada 31 Maret, naik 1.54% dalam 24 jam. Meski demikian, token tersebut tetap turun 5.42% pada tampilan mingguan, sehingga tetap berada dekat zona nilai yang dipersepsikan.
Optimism juga menunjukkan kekuatan relatif selama pemantulan.
OP berpindah tangan di $0.1059, naik 2.32% dalam 24 jam. Namun, token itu masih turun 6.69% selama tujuh hari, yang membuat pembeli saat harga turun tetap aktif di sekitar dukungan terbaru.
Wormhole bergerak berbeda, tetapi tetap berada di dalam zona yang disorot.
W diperdagangkan di $0.01456 setelah turun 2.77% pada hari itu dan 12.68% untuk minggu tersebut. Akibatnya, para trader terus memantau apakah pembelian lanjutan dapat mengonfirmasi divergence tersebut.
Struktur pasar yang lebih luas tetap penting untuk konfirmasi.
Dominasi Bitcoin sudah melunak menjadi 52% dari 55% minggu lalu. Penurunan itu telah mulai mendukung narasi rotasi yang dibahas di berbagai kanal sosial kripto.
Baca lebih:
Dominasi BTC Mendekati 58% saat Terjadi Pengisian Gap
Namun, unlock token mungkin masih membatasi momentum kenaikan pada aset terpilih.
Pelepasan pasokan Optimism yang akan datang sebesar 1.55% tetap menjadi salah satu overhang jangka pendek yang dipantau trader. Peristiwa tambahan pasokan dapat memperlambat langkah pemulihan meskipun sinyal teknikal membaik.
Katalis makro juga tetap menjadi pusat cerita.
Diskusi seputar setup ini sering mengaitkan potensi rotasi dengan konsolidasi harga minyak dan kemungkinan sinyal pelonggaran Federal Reserve. Sampai salah satu pendorong itu terwujud, bullish divergence tetap menjadi struktur pasar yang terus dipantau ketat, bukan breakout yang sudah dikonfirmasi.
Setup yang sedang berkembang ini kini menempatkan ARB, OP, dan W di antara altcoin yang paling diawasi menjelang April, saat para trader menilai apakah momentum akhirnya bisa bergeser menjauh dari arus yang dipimpin Bitcoin.