Tether telah mempekerjakan KPMG untuk melakukan audit penuh pertama atas cadangan USDT, menurut Financial Times. Langkah ini, yang dilaporkan pada Kamis, juga melibatkan PwC dalam menyiapkan sistem internal. Ini menandai langkah besar saat Tether menghadapi sorotan sekaligus melakukan ekspansi di Amerika Serikat.
Audit yang direncanakan akan melampaui atestasi yang sudah ada. Saat ini, BDO Italia menyediakan laporan cadangan berkala. Namun, audit penuh akan memeriksa aset, kewajiban, dan kontrol internal secara rinci.
Menurut Financial Times, proses ini menunjukkan pergeseran menuju keterbukaan finansial yang lebih mendalam. CFO Tether, Simon McWilliams, sebelumnya mengatakan bahwa perusahaan tersebut sudah beroperasi dengan “standar audit Big Four.” Ia menambahkan bahwa audit penuh akan diserahkan.
Perlu dicatat, USDT memiliki sekitar $185 miliar dalam peredaran. Ini menjadikannya sumber likuiditas utama di seluruh pasar kripto.
Upaya audit Tether hadir saat perusahaan bersiap untuk ekspansi di AS. Perusahaan ini juga sedang mengeksplorasi putaran penggalangan dana potensial antara $15 miliar dan $20 miliar. Namun, kekhawatiran investor terkait penilaian dan regulasi telah memperlambat pembahasan.
Pada saat yang sama, USDT memainkan peran signifikan dalam hubungan dengan keuangan tradisional. Tether memiliki eksposur besar terhadap sekuritas Treasury AS dan instrumen terkait. Ini mengaitkan likuiditas kripto secara langsung dengan pasar utang pemerintah.
Latar belakang regulasi juga berubah. GENIUS Act menetapkan kerangka federal untuk stablecoin di Amerika Serikat. Tether telah meluncurkan token yang dipatok dolar dan mematuhi aturan di bawah struktur ini.
Dorongan Tether untuk audit penuh menyusul bertahun-tahun pertanyaan tentang cadangannya. Pengungkapan historis menunjukkan ketergantungan besar pada commercial paper dan simpanan bank.
Sebelumnya, perusahaan itu menyelesaikan kasus dengan Commodity Futures Trading Commission terkait pernyataan cadangan yang menyesatkan. Perusahaan itu juga mencapai kesepakatan dengan Jaksa Agung New York mengenai praktik pengungkapan.
Perkembangan ini mengharuskan Tether mempublikasikan laporan cadangan yang rinci untuk periode yang ditentukan. Akibatnya, upaya audit saat ini mewakili peninjauan yang lebih luas terhadap posisi keuangannya.
Audit KPMG diperkirakan mencakup seluruh neraca. Sementara itu, PwC akan mendukung kesiapan sistem sebelum proses dimulai.