Token AVAX milik Avalanche terus mendapat tekanan di dekat level $9, bahkan setelah terjadi pergeseran yang menguntungkan dalam regulasi kripto AS. Token tersebut diperdagangkan sekitar $8.80 pada hari Jumat, setelah bergerak di antara $8.70 dan $9.14 خلال the day. Aksi harga ini menyoroti kepercayaan investor yang lemah di seluruh pasar altcoin.
Pada 17 Maret, regulator AS memperkenalkan panduan baru yang memisahkan beberapa aset kripto dari undang-undang sekuritas. SEC menjelaskan “komoditas digital” sebagai token yang didorong oleh utilitas jaringan, bukan oleh pengelolaan terpusat. Pada saat yang sama, CFTC menjelaskan bagaimana beberapa aset kripto dapat memenuhi syarat sebagai komoditas berdasarkan hukum yang berlaku.
Analis pasar dengan cepat menunjuk AVAX sebagai penerima manfaat yang mungkin dari klasifikasi ini. Secara teori, kejelasan ini seharusnya menarik minat institusional. Namun, para trader belum merespons dengan aktivitas pembelian yang kuat.
Alasan utama di balik reaksi yang meredam termasuk:
Lingkungan pasar yang lebih luas telah memainkan peran besar dalam kesulitan AVAX. Bitcoin turun tajam, yang menyeret altcoin. Selain itu, harga minyak yang meningkat dan ekuitas yang menurun telah mendorong investor menjauh dari aset yang lebih berisiko seperti kripto.
Pasar derivatif juga telah mengalami likuidasi, menambah tekanan lebih lanjut. Akibatnya, bahkan kabar positif gagal mengangkat harga. Trader sering menyebut ini sebagai “weak tape”, di mana perkembangan yang bullish tidak menghasilkan reli yang berkelanjutan.
Analis teknis terus memantau rentang $9 hingga $9.25 sebagai zona dukungan kunci. Perdagangan AVAX di bawah level ini menunjukkan kelemahan yang berlanjut. Jika pembeli gagal merebut kembali level tersebut, harga berpotensi turun lebih jauh ke kisaran high $8.
Untuk saat ini, kinerja AVAX mencerminkan keraguan pasar yang lebih luas, bukan fundamental proyek. Meskipun kejelasan regulasi dapat mendukung pertumbuhan jangka panjang, trader tampaknya fokus pada tren makro dan likuiditas.