Berita Gate News, pada 24 Maret, perusahaan fintech Inggris Revolut mengumumkan laba sebelum pajak tahunan yang mencatat rekor pada tahun 2025, diperkirakan mencapai 1,7 miliar poundsterling (sekitar 2,3 miliar dolar AS), meningkat 57% dibandingkan tahun sebelumnya. Pendapatan total grup meningkat 46%, mencapai 6 miliar dolar AS, dengan layanan perbankan bisnis menyumbang sekitar 16%. Revolut menyatakan bahwa pertumbuhan ini didukung oleh model operasional berbasis teknologi dan diversifikasi bisnis.
Co-founder sekaligus CEO Nick Storonsky mengatakan bahwa perusahaan sedang bertransformasi menjadi bank global dan mempertahankan pertumbuhan laba melalui ekspansi dan inovasi berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa Revolut telah membangun fondasi bisnis yang dapat menghasilkan keuntungan secara skala besar, yang akan memperkuat dasar untuk masuk ke pasar AS dan memperluas bisnis internasional di masa depan.
Revolut memperkirakan valuasi tahun 2025 akan mencapai 75 miliar dolar AS, memperkuat posisinya sebagai perusahaan teknologi swasta paling berharga di Eropa. Setelah mendapatkan lisensi bank Inggris, perusahaan ini sedang mempersiapkan ekspansi ke pasar AS, dengan tujuan memanfaatkan keunggulan digitalnya untuk menyediakan layanan keuangan lintas batas. Analis berpendapat bahwa ini tidak hanya menandai kedewasaan model bisnis Revolut, tetapi juga mencerminkan kemampuan perusahaan fintech dalam bersaing untuk mendapatkan pengguna dan profitabilitas di pasar global.
Pengumuman kinerja ini menarik perhatian luas dari investor dan industri, dan strategi keuntungan serta ekspansi Revolut berpotensi menjadi contoh bagi perusahaan fintech lain, serta mendorong tren pengembangan bank digital global. (CNBC)