
Major League Baseball (MLB) Amerika Serikat pada hari Kamis mengumumkan bahwa mereka menunjuk platform pasar prediksi terdesentralisasi Polymarket sebagai mitra resmi eksklusif untuk pasar prediksi, dengan nilai kontrak yang dilaporkan mencapai 300 juta dolar AS. Pengumuman ini sangat menarik karena muncul hanya dua hari setelah negara bagian Arizona mengajukan 20 dakwaan pidana ringan terhadap Kalshi (yang menuduh mereka menjalankan perjudian ilegal), sementara posisi regulasi pasar prediksi di berbagai negara bagian AS tetap berbeda.

(Sumber: MLB)
Pengumuman MLB ini melibatkan dua perjanjian penting yang berjalan paralel:
· Polymarket dan broker yang diakui mendapatkan hak eksklusif untuk menggunakan merek, logo, dan merek dagang MLB
· Mendapatkan data real-time resmi MLB melalui Sportradar
· Mendapatkan peluang promosi dan eksposur dalam ekosistem digital MLB dan acara pertandingan
· Bersama-sama membangun kerangka kepercayaan, membatasi jenis pasar yang berpotensi menimbulkan kekhawatiran manipulasi pertandingan (termasuk data lemparan individu, keputusan pelatih, dan performa wasit)
· Polymarket akan memasukkan pengendalian integritas ke dalam buku aturan AS mereka, mewajibkan semua broker di bawahnya mengikuti standar yang seragam
Ini adalah memorandum pertama dalam sejarah liga olahraga profesional AS yang ditandatangani dengan badan pengawas federal. Presiden MLB, Robert Manfred, bersama Ketua Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC), Michael Selig, menandatangani perjanjian ini, membangun saluran berbagi informasi rahasia resmi, dan menetapkan perwakilan dari kedua pihak untuk bertemu secara berkala guna memantau ancaman terhadap integritas pasar prediksi baseball.
Langkah MLB ini memiliki makna politik yang jauh melampaui sekadar kerjasama bisnis. Dengan menandatangani perjanjian dengan CFTC dan Polymarket secara bersamaan, MLB secara implisit mengakui posisi bahwa “pasar prediksi harus diatur di bawah hukum derivatif federal, bukan oleh komisi perjudian negara bagian.” Presiden Manfred menekankan dalam wawancara media bahwa ada perbedaan mendasar antara yurisdiksi federal CFTC dan regulasi olahraga taruhan di tingkat negara bagian.
Saat ini, perang yurisdiksi ini menunjukkan beberapa dinamika utama:
Respon dari negara bagian: Lebih dari 20 gugatan perdata dan perintah penghentian di tingkat negara bagian menantang apakah pasar prediksi termasuk dalam kategori perjudian yang diatur; pada 17 Maret, Arizona menjadi yang pertama mengajukan tuntutan pidana terhadap Kalshi.
Posisi CFTC: Ketua Selig secara terbuka menyebut bahwa dakwaan pidana di Arizona “sangat tidak tepat,” dan merupakan “perselisihan yurisdiksi,” serta menyatakan bahwa CFTC “sedang memantau perkembangan ini secara dekat.”
Perkembangan di Kongres: DPR mengusulkan dua RUU bipartisan yang bertujuan melarang kontrak acara olahraga (kecuali diizinkan secara eksplisit oleh negara bagian) dan sepenuhnya melarang pasar prediksi pemilihan; sekaligus, RUU “BETS OFF” bertujuan melarang pasar prediksi yang berkaitan dengan terorisme, pembunuhan, dan perang.
Ketentuan penghentian kontrak: Perjanjian mencakup “ketentuan penghentian darurat” — jika pengadilan akhirnya memutuskan bahwa pasar prediksi melanggar hukum negara bagian, hubungan kerjasama ini akan langsung batal.
MLB memang pernah memperingatkan pemain musim panas lalu agar tidak menggunakan pasar prediksi, karena dianggap melanggar aturan taruhan olahraga. Namun, kerjasama kali ini didorong oleh faktor keuntungan bisnis, pengakuan regulasi federal, dan kematangan industri. Polymarket mencapai volume perdagangan global sebesar 33,4 miliar dolar AS pada 2025, dan ICE (perusahaan induk NYSE) yang bernilai 9 miliar dolar AS menginvestasikan 2 miliar dolar, menunjukkan platform yang awalnya berbasis kripto ini telah berkembang menjadi infrastruktur keuangan yang berpengaruh secara institusional. Dengan pasar sebesar ini, MLB memilih bertransformasi dari “penentang” menjadi “penguntung,” sekaligus memanfaatkan pengakuan federal dari CFTC sebagai buffer terhadap risiko regulasi mereka sendiri.
Ketentuan penghentian ini merupakan pengakuan tegas terhadap ketidakpastian regulasi yang ada. Jika pengadilan federal memutuskan bahwa pasar prediksi ilegal tanpa izin dari negara bagian, MLB dan Polymarket dapat keluar dari kerjasama ini secara aman melalui ketentuan tersebut, tanpa harus menanggung tanggung jawab hukum yang lebih dalam. Desain ini memberi kedua pihak fleksibilitas untuk menikmati manfaat kerjasama sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk.
Kerjasama ini menandai tonggak penting dalam perjalanan pasar prediksi berbasis kripto menuju pengakuan arus utama. Polymarket yang berjalan di blockchain Polygon dan menggunakan stablecoin USDC untuk settlement, setelah mendapatkan investasi institusional dari ICE, kini resmi menjadi mitra MLB. Ini menunjukkan infrastruktur kripto semakin menyatu dengan industri olahraga dan hiburan tradisional. Jika tren ini berlanjut, kemungkinan akan mempercepat kejelasan regulasi dan menarik lebih banyak institusi keuangan dan olahraga tradisional untuk menjajaki model kerjasama serupa berbasis kripto.