

Rug pull di industri kripto terjadi ketika tim pengembang secara tiba-tiba meninggalkan proyek dan menjual atau menarik seluruh likuiditas yang ada. Istilah ini berasal dari frasa "to pull the rug out from under (someone)", yang berarti secara tak terduga menarik dukungan. Metafora ini secara tepat menggambarkan pengkhianatan mendadak yang dialami investor ketika tim proyek menghilang bersama dana mereka.
Rug pull paling sering terjadi pada proyek Decentralized Finance (DeFi) yang menyediakan likuiditas untuk Decentralized Exchanges (DEXs). Berbeda dengan token yang tercatat di Centralized Exchanges (CEXs), token DeFi yang baru umumnya belum terdaftar di bursa utama, sehingga DEX menjadi sumber likuiditas utama proyek-proyek tersebut.
Proses rug pull biasanya dimulai ketika sebuah proyek DeFi membuat token dan menyediakan likuiditas ke DEX. Likuiditas ini dapat disetorkan langsung ke liquidity pool yang dipasangkan dengan token lain seperti ETH atau BNB, atau ditawarkan melalui Initial DEX Offering (IDO). Pada skenario IDO, investor membeli token dan dana mereka biasanya dikunci untuk jangka waktu tertentu demi memastikan tingkat likuiditas minimum.
Setelah proyek mendapatkan cukup hype dan tim memiliki akses ke cadangan likuiditas, pelaku rug pull umumnya melakukan salah satu dari dua taktik. Mereka dapat menjual token pada harga tinggi dan menarik seluruh likuiditas dari pool, atau memanfaatkan celah pada smart contract untuk mencuri dana investor secara langsung. Ketika likuiditas ditarik, investor tidak bisa menjual token mereka atau terpaksa menjual dengan harga sangat rendah. Keruntuhan harga ini dipicu oleh mekanisme Automated Market Maker (AMM), yang menetapkan nilai token berdasarkan rasio dua koin di dalam liquidity pool.
Rug pull marak di ekosistem DeFi karena token dapat dibuat dengan sangat mudah dan dicatat di DEX tanpa persyaratan Know Your Customer (KYC) maupun Anti-Money Laundering (AML) yang ketat. Siapa pun bisa membentuk liquidity pool, dan IDO sekalipun dengan pemeriksaan due diligence dasar tetap berisiko tinggi. Anonimitas banyak proyek kripto juga mempermudah terjadinya rug pull, karena tim atau pemilik dapat menghilang tanpa mengungkap identitas mereka.
Investor bisa mengenali potensi rug pull dengan memperhatikan beberapa indikator peringatan. Lonjakan harga token yang sangat cepat tanpa perlindungan likuiditas adalah sinyal bahaya utama. Begitu pula jika pemilik proyek dapat menarik dana mereka dengan segera atau tak lama setelah peluncuran, maka rug pull sangat mungkin terjadi. Tanda lain meliputi hype investor berlebihan lewat media sosial seperti Twitter dan Telegram, biasanya tanpa perkembangan proyek yang nyata mendukung antusiasme tersebut.
Untuk meminimalkan risiko rug pull, lakukan riset menyeluruh sebelum berinvestasi pada proyek kripto apa pun. Tinjau kematangan produk, tokenomics, metode distribusi token, serta mekanisme likuiditasnya. Yang terpenting, pastikan tim proyek dan informasi utama bersifat transparan dan dapat diverifikasi. Jika seluruh faktor ini terdokumentasi jelas dan dapat diverifikasi secara independen, risiko menjadi korban rug pull dapat ditekan secara signifikan.
Rug Pull adalah penipuan di mana tim pengembang mengumpulkan dana dari investor dengan menjual token, lalu tiba-tiba menghilang dengan membawa uang investor dan meninggalkan token yang tidak bernilai. Pelaku memanipulasi harga token untuk menarik korban, lalu keluar membawa keuntungan, sementara investor menderita kerugian besar.
Waspadai pengembang anonim, kurang transparansi, penarikan tim secara tiba-tiba, tidak ada utilitas nyata, komunitas tidak aktif, serta promosi mencurigakan. Selalu verifikasi kode kontrak, cek kunci likuiditas, teliti latar belakang pengembang, dan pastikan komunitas aktif sebelum berinvestasi.
Setelah rug pull, segera laporkan ke otoritas terkait dan konsultasikan dengan penasihat hukum. Pemulihan dana sangat sulit dan jarang berhasil. Dokumentasikan seluruh bukti transaksi dan jalin komunikasi dengan investor lain yang terdampak untuk memperkuat kemungkinan upaya hukum.
Kasus menonjol antara lain RapDoge milik Davido pada tahun 2021, di mana ia menjual $300.000 ke penggemarnya. Contoh lain yang terkenal adalah The DAO dan BitConnect, yang sangat merusak kepercayaan investor pada proyek kripto.
Rug Pull menarik seluruh likuiditas sehingga perdagangan berhenti total. Pump and Dump menaikkan harga secara artifisial lalu menjual token, menyebabkan harga anjlok. Rug Pull adalah pencurian instan, sedangkan Pump and Dump merupakan manipulasi terkoordinasi.











